
❤️ Happy Reading ❤️
Dengan wajah yang berbinar, ketiga orang yang pulang dari rumah sakit itu keluar dari dalam mobil.
''Sayang, mom...maaf ya aku langsung ke kantor.'' kata Kendra.
''Iya gak apa-apa sayang.'' jawab Sifa.
''Pamit dulu ya mom, sayang.'' pamitnya pada kedua orang wanita yang menempati urutan tahta tertinggi di hatinya. ''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Huh mommy sudah gak sabar mau kasih tau berita bahagia ini ke daddy dan yang lainnya.'' kata Sifa ketika mobil yang ditumpangi sang putra sudah menjauh.
''Ya sudah kalau gitu sekarang kita masuk yuk mom.'' ajak Nisa dan di angguki oleh Sifa.
*****
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Kalian sudah pulang?'' tanya Oma Iren yang sedang duduk di ruang keluarga bersama opa Adi dan juga Kevin.
''Lah Kendra mana?'' tanya Kevin.
''Kendra langsung balik ke kantor dad setelah mengantar kami pulang tadi.'' jawab Sifa.
__ADS_1
''Kalian sudah makan belum? kalau belum, makan dulu gih.'' kata mama Iren.
''Sudah ma, tadi kami sudah makan siang.'' jawab Sifa.
''Terus tadi gimana pemeriksaannya? sisanya baik-baik sajakan?'' tanya Kevin.
''Iya dad semuanya baik, hanya saja...'' kata Sifa yang sengaja menggantung ucapannya.
''Hanya apa? cepet beri tau mom.'' kata Kendra yang sudah berubah khawatir.
''Hanya saja...bayinya...'' kata Sifa lagi yang secara tak langsung mempermainkan perasaan sang suami.
''Apa mom? bayinya kenapa?'' tanya Kevin lagi. ''Gak apa-apa sayang...semuanya pasti akan baik-baik saja...bila perlu kita akan keluar negeri khusus untuk mengatasi masalah pada bayi kalian.'' kata Kevin lagi yang sudah salah asumsi.
''Ish apaan sih dad...gak jelas deh.'' sahut Sifa.
''Makanya dengerin dulu kalau orang mau ngomong.'' kata Sifa.
''Ya habisnya mommy itu ngomongnya terlalu berbelit-belit.'' sahut Kevin.
''Dasar daddynya aja yang gak sabaran.'' cibir Sifa.
''Sudah-sudah kalian ini.'' lerai mama Iren. ''Jadi gimana bayinya?'' tanyanya kemudian.
''Jadi bayinya itu ternyata...kembar ma.'' kata Sifa dengan sedikit berseru di akhir kalimatnya.
''Kem...kembar...'' beo Kevin. ''Kamu gak lagi sedang bercandakan mom?'' tanya Kevin untuk memastikan.
__ADS_1
''Ck, ya enggak lah dad, aku itu serius.'' jawab Sifa. ''Kita akan punya cucu kembar.'' lanjutnya.
''Alhamdulillah.'' ucap semuanya.
''Pasti di rumah ini akan bertambah rame, kerena bukan hanya satu bayi yang hadir, melainkan langsung dua.'' kata mama Iren.
''Jadi inget betapa ramenya rumah pas si kembar Kenan dan Kirana bayi ya ma.'' ujar papa Adi.
''Iya bener pa.'' sahut mama Iren. ''Mama jadi gak sabar nunggu mereka lahir.'' ujarnya lagi.
''Besok aku mau belanja buat di bagi ke orang-orang yang membutuhkan sebagai bentuk rasa syukur kita atas berita ini.'' kata Sifa.
''Mama setuju.'' sahut mama Iren. ''Kita memang harus berbagi kebahagiaan.'' imbuhnya.
''Ma, kalau boleh Nisa mau nitip belanja untuk adik-adik panti.'' lirih Nisa.
Kenapa Nisa gak beli sendiri? jawabannya tentu saja kembali ke sanga suami yang sangat-sangat over protective, di tambah lagi mengetahui yang ada di kandungannya ada dua nyawa...sudah dapat di pastikan kalau dia semakin over.
''Tentu saja sayang, nanti pasti akan mama belikan untuk mereka juga.'' kata Sifa. ''O iya apa kamu sudah kasih kabar kalau kamu hamil ke ibu panti?'' tanya Sifa.
''Iya sudah ma, dan ibu Farida juga sangat bahagia serta mengucapkan banyak do'a untuk mereka.'' jawab Nisa.
''Sekarang kamu naik ke atas...bersih-bersih dan langsung istirahat ya sayang.'' kata Sifa.
''Iya mom, ini juga Nisa sudah sedikit mengantuk.'' jawab Nisa lalu berpamitan.
Semenjak hamil, ibu muda satu itu memang lebih mudah lelah juga mudah banget mengantuk.
__ADS_1