
❤️ Happy Reading ❤️
Setelah drama kekhawatiran yang terjadi...Kendra memutuskan untuk memasang cctv yang sangat kecil dan tentu saja sangat tersembunyi serta tak di ketahui sang istri, kalau sampai sang istri tau...hem sudah bisa di tebak pasti ibu hamil itu akan mencak-mencak seharian.
Dia hanya ingin memastikan kalau istrinya itu tidak apa-apa. Kenapa hanya di kamarnya? karena semua semua ruangan sampai sudut rumah dan luar rumah sudah di lengkapi cvvt hanya kamar-kamar saja yang tidak sebab bersifat pribadi.
Dan cctv kamar Kendra tentu saja hanya sang tuan muda itu saja yang bisa mengaksesnya, dia mana mau kalau sampai tubuh molek nan seksi sang istri ada yang melihatnya.
Setelah beberapa hari beraktivitas...tibalah weekend juga.
Seperti biasa semua keluarga berkumpul di rumah menikmati hati libur mereka dari segala rutinitas serta semrawutnya kertas serta angka-angka yang harus di hadapi setiap harinya.
Kalau biasanya Nisa yang akan mengambil peran membuat makanan serta minuman saat mereka berkumpul, kini peran itu di ambil alih kembali oleh sang ibu mertua yang tak mau kalau sampai menantunya itu kenapa-kenapa dan berpengaruh pada calon cucu pertama mereka.
''Biar aku bantu mom.'' kata Nisa yang merasa tak enak.
''Tidak usah sayang...mommy gak mau kalau kamu sampai kelelahan.'' kata Sifa.
''Sudah kamu di sini saja.'' timpal Kendra.
__ADS_1
''Benar kak, biar aku sama kak Vira saja yang bantu mom.'' sambung Kirana.
''Ya sudah deh.'' lirih Nisa dengan pasrah.
Tak membutuhkan waktu yang lama sua makanan ringan untuk menemani mereka mengobrol sudah tersaji.
''Bikin rujak enek kayaknya.'' kata Kevin tiba-tiba setelah melihat pohon mangganya berbuah.
''Hah...'' beo Sifa.
''Iya bikin rujak pakai mangga itu enek kayaknya mom...'' kata Kevin lagi sambil menunjuk ke arah pohon mangga.
''Entahlah...tapia telah lihat buah mangga itu daddy jadi ingin.'' jawabnya. ''Ambilin mangganya yang mengkal Nan.'' pinta Kevin lagi.
''A...aku dad...'' kata Kenan sambil menunjuk dirinya sendiri.
''Iya daddy maunya kamu yang petik.'' jawabnya dengan tak rasa berdosanya. ''Sayang bikinin bumbu pekek kacang ya...'' pintanya kini pada Sifa yang membuat ibu tiga anak itu semakin heran.
''Ini sudah bisa di pastikan...calon opa yang ngidam.'' celetuk mama Iren.
__ADS_1
''Iya kah ma?'' tanya Sifa.
''Ya itu permintaan suami kamu yang aneh-aneh gitu.'' jawabnya.
''Ya sudah Nan, cepet kamu petik mangganya biar mommy bikin bumbunya sekarang.'' perintah Sifa.
''Tapi mom...'' kata Kenan dengan tatapan mata yang sedikit memelas.
Karena pohon yang berbuah terletak di dahan yang tinggi, meski tak tinggi amat tapi tetap saja dirinya harus sedikit memanjat.
''Kenan apa kamu mau kalau sampai ponakan kamu itu ileren nanti saat lahir.'' kata Sifa. ''Dan semua itu gara-gara kamu...gara-gara unclenya yang gak mau nuruti apa maunya.'' katanya lagi.
''Ya jangan dong mom.'' sergah Kenan. ''Iya...iya demi keponakan aku...aku panjat pohon sekarang.'' imbuhnya sambil berjalan menuju ke arah pohon.
''Aku temenin...'' seru Vira yang ikut menyusul sang kekasih.
''Kamu ini sayang...belum lahir saja sudah ngerjain uncle kamu.'' kata Kendra sambil mengelus perut sang istri.
''Oma gak nyangka kalau yang bakal ngidam daddy kamu.'' kata mama Iren sambil terkikik.
__ADS_1
''Iya ya ma.'' sahut Kevin. ''Wah kamu nanti kalau lahir harus sayang sama opa kamu sayang.'' kata Kevin yang di tujukan untuk calon cucu yang masih berada di dalam kandungan menantunya.