
❤️ Happy Reading ❤️
Kirana turun dengan Nisa dari kamarnya, di tangan Nisa kini sudah terlampir mukenah yang di pinjam dari Kirana yang akan di gunakan oleh gadis itu untuk sholat magrib dan sholat isya berjamaah untuk pertama kalinya di kediaman Wijaya.
''Sepertinya semua sudah pergi ke mushola kak.'' kata Kirana begitu sampai di lantai bawah dan melihat keadaan yang sangat sepi. ''Kita langsung ke sana saja ya...'' ajak Kirana dan di angguki oleh Nisa.
''Biasanya selalu seperti ini Ra?'' tanya Nisa dengan sejuta penasarannya.
''Maksudnya seperti ini kak?'' tanya Kirana yang bingung dengan pertanyaan Nisa.
''Sholat berjamaah...'' sahut Nisa.
''Iya kak, kamu selalu sholat subuh, magrib dan isya berjamaah kak.'' jawab Kirana. ''Sama halnya dengan sarapan dan makan malam...hal wajib yang kami harus ada, kecuali kalau memang ada acara yang urgent.'' sambungnya memberi tahu.
''Oh...'' beo Nisa.
''Kami semua punya aktivitas sendiri-sendiri kak...bisa di bilang sibuk dengan segala rutinitas dan pekerjaan.'' kata Kirana. ''Kalau kita gak sarapan dan makan malam bersama...maka kami bisa jauh antara satu dengan yang lain, jadi inilah cara di keluarga kami agar tetap akrab kak.'' jelasnya lagi.
Kirana berjalan ke arah belakang dengan diikuti oleh Nisa.
Begitu sampai di mushola, Kirana mengajak Nisa untuk mengambil air wudhu terlebih dahulu.
__ADS_1
Nisa bertambah kagum dengan keluarga ini, dia sama sekali tak menyangka kalau di rumah mewah itu ada sebuah mushola ditambah lagi dengan apa yang dikatakan Kirana tadi, dia bisa menyimpulkan bahwa keluarga ini sangat menjaga erat tali hubungan kekeluargaan.
''Assalamualaikum.'' ucap Nisa dan Kirana begitu memasuki mushola tersebut.
''Wa'alaikumsalam.''
Nisa pikir hanya keluarga saja yang sholat di sana, tapi ternyata penuh dan banyak orang.
''Mereka para pekerja di rumah ini yang beragama Islam kak.'' terang Kirana yang melihat arah pandangan Nisa. ''Ayo kak...'' ajaknya lagi.
''Sini sayang.'' panggil Sifa sambil menepuk tempat di sebelahnya.
Nisa dan Kirana duduk di antara Sifa dan mama Iren.
Sholat pun di mulai, Nisa bertambah kagum dan yakin untuk menjadi istri seorang Kendra Wijaya, karena bukan hanya wajahnya yang good looking tapi pekerjaan mapan, dari keluarga baik-baik dan yang lebih membuatnya yakin lagi setelah mendengar lantunan ayat-ayat Al-Qur'an yang keluar dari mulut Kendra saat menjadi imam...itu adalah poin plus di balik dingin dan cueknya sikap Kendra yang dia lihat selama ini.
Nisa berharap Kendra bisa menjadi kepala keluarga serta imam untuk keluarga kecilnya kelak, maka dari itu Nisa sudah membulatkan tekadnya...apapun yang terjadi dia tak akan mundur dan akan berusaha agar Kendra mau menerima dirinya, terlebih lagi dia sangat berhutang budi dan sudah berjanji pada mommy Sifa.
*****
Begitu sholat selesai...mereka semua di ajak untuk pesta barbequean.
__ADS_1
Bukan hanya keluarga tapi para pekerja pun ikut berbaur bersama.
''Ra, aku sebenarnya penasaran...kok kamu di panggilnya Ra bukan Na kan Kirana?'' tanya Nisa saat mereka berdua sedang mengisi gelas dengan minuman dingin.
''Gini kak, kami kan Kendra, Kenan, Kirana...'' kata Kirana. ''Ken, sudah untuk panggilan kak Kendra, jadi kak Kenan gak mungkin di panggil Ken...tapi jadi Nan, sedangkan aku kalau di panggil Na nanti takutnya yang nyahut salah kan hampir mirip dengan Nan...jadilah di panggil Ra...Kirana.'' jelasnya.
''Iya ya...nama kalian bertiga panggilannya hampir mirip-mirip.'' sahut Nisa. ''Seneng ya Ra punya keluarga seperti ini...'' kata Nisa dengan tatapan mata sendunya.
''Kami sekarang adalah keluarga kak Nisa...'' sahut Kirana yang mencoba mengerti perasaan calon kakak iparnya itu.
''Iya dan aku sungguh beruntung serta bersyukur akan hal itu.'' jawab Nisa. Terimakasih ya Ra...'' ucapnya dan Kirana langsung memeluk calon kakak iparnya itu.
''Kalau ada yang ingin kakak ketahui tentang kak Kendra...kakak bisa tanya sama aku...pasti aku beri tau.'' bisik Kirana.
''Aduh ada apa ni?'' tanya Sifa yang sudah berdiri di dekat mereka berdua. '' Mommy kok gak di ajak pelukan sih...'' katanya lagi.
''Sini mom.'' kata Kirana mengajak mommynya.
Jadilah mereka pelukan bertiga saat ini.
''Lihatlah mommy serta adikmu kak.'' kata Kevin yang menepuk bahu Kendra dari belakang saat Kendra tak sengaja menatap kearah tiga wanita yang sedang berpelukan sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
''Hem.'' beo Kendra.
''Mommy dan adikmu sangat menerima Nisa juga anggota keluarga yang lain.'' kata Kevin. ''Kini tinggal bagaimana sikap kamu ke dia.'' sambung Kevin lalu meninggalkan Kendra.