
❤️ Happy Reading ❤️
Sesuai rencana di awal, kini Kendra dan Nisa menuju ke tepat mereka akan melakukan prosesi photo prewedding yang di mana di sana sudah ada orang-orang dari WO kepercayaan sang mommy...ya siapa lagi kalau bukan WO milik istri dari salah satu sahabat sang daddy....yaitu Winda istri dari Ryan.
''Assalamualaikum.'' salam Kendra dan Nisa yang baru saja sampai.
''Wa'alaikumsalam.'' sahut semua yang ada di sana.
''Kendra.'' panggil Winda.
''Tante...'' sapa Kendra. ''Maaf ya kami datang terlambat.'' ucap Kendra yang merasa tak enak hati.
''Gak apa-apa, tadi mommy kamu sudah hubungi tante kok.'' jawab tante Winda. '' Wah cantiknya calon istri kamu Ken...cantik yang natural.'' pujinya. '' Kenalin sayang...nama tante Winda, yang punya WO ini sekaligus istri dari sahabat daddynya Kendra.'' perkenalnya. ''Kemarin pas acara pertunangan kalian kita gak sempet kenalan.'' ujarnya.
''Terimakasih tante.'' ucap Nisa. ''Saya Nisa.'' kata Nisa sambil menerima uluran tangan dari Winda.
''Kita mulai sekarang saja ya Ken, kebetulan semuanya sudah siap.'' ajak Winda.
''Iya tante.'' jawab Kendra. '' O iya kok tante sendiri yang turun tangan?'' tanya Kendra sedikit heran, pasalnya WO ini adalah salah satu WO terbesar di sana.
''Tentu saja tante sendiri yang turun tangan, karena kliennya spesial.'' jawab Winda. ''Selain anak dari pengusaha sukses yang masuk dalam jajaran salah satu crazy rich, kamu juga anak dari sahabat tante dan suami tante Ken.'' sambungnya. ''Tante juga ingin memberikan yang terbaik untuk pernikahanmu.'' lanjutnya.
''Terimakasih banyak ya tan.'' jawab Kendra.
Nisa menjadi semakin merasa kecil di keluarga Kendra...mengetahui bagaimana dan dengan siapa saja circle pertemanan orangtua Kendra.
Karena cuaca masih cukup terik, proses pemotretan di lakukan di area indoor terlebih dahulu.
__ADS_1
Dan setelah selesai mereka melakukan pemotretan di outdoor yang kebetulan cuaca tak seterik tadi karena hari sudah mulai menjelang sore hari.
Kendra dan Nisa memakai pakaian yang sama...celana bahan chinos warna coklat dengan setelan kemeja warna putih.
Mereka berpose sedang berboncengan naik sepeda ontel lawas..., dan masih memakai pakaian yang sama mereka duduk berdua dengan bertolak belakang dengan kaki satu di tekuk dan satu lagi selonjoran tak lupa dengan punggung yang saling berdempetan.
Dan masih ada beberapa lagi photo yang mereka buat.
Meskipun sedikit canggung tapi mereka berusaha bersikap profesional agar hasilnya maksimal dan tentu saja cepat selesai.
Lelah...itulah yang mereka rasakan saat ini, apalagi samuanya berlangsung sampai malam.
*****
''Kita makan dulu.'' ucap Kendra ketika dia menghentikan mobilnya di depan salah satu penjual makan di pinggir jalan.
''Assalamualaikum.'' salam Kendra.
''Wa'alaikumsalam.'' sahut yang punya warung saat Kendra menghampirinya. ''Eh mas Kendra...'' sapanya. ''Sudah lama gak kesini.'' ujarnya lagi. '' Gimana bapak sama ibu sehat?'' tanyanya.
''Alhamdulillah sehat cak.'' jawab Kendra. ''Cak, pesen sate kayak biasanya ya...'' kata Kendra.
''Siap mas.'' sahut sang penjual.
''Kamu mau pesen apa?'' tanya Kendra.
''Mau sate kambing.'' jawab Nisa.
__ADS_1
''Dua porsi ya cak.'' kata Kendra lagi pada sang penjual.
''Iya mas.'' jawabnya. ''Wah mas Kendra lama gak kesini....begitu kesini bawa cewek cantik.'' katanya. ''Pacarnya ya mas?'' tanyanya lagi dan hanya di senyumi oleh Kendra.
Mereka berdua saat ini ada di salah satu warung sate...warung tenda tepatnya...dan ini adalah warung sate langganan Sifa dan Kevin sejak dulu.
''Gak apa-apa kan kalau aku ajak makan di tempat seperti ini?'' tanya Kendra setelah mereka duduk.
''Iya gak apa-apa, lagian sudah biasa kok.'' jawab Nisa. ''Aku gak nyangka kalian para orang kaya mau makan di tempat seperti ini.'' kata Nisa mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya.
''Ini tempat langganan mommy dan daddy.'' jawab Kendra.
*****
Begitu selesai makan, Kendra langsung saja mengantarkan Nisa untuk kembali ke panti, karena hari sudah cukup larut malam.
Mereka berdua sudah sama-sama lelah dan tentu saja mengantuk, di tambah lagi dengan badan yang rasanya sudah gak karu-karuan karena belum mandi.
''Aku langsung pulang.'' kat Kendra begitu mobil tepat berhenti di halaman panti.
''Hati-hati.'' pesan Nisa.
''Hem.'' jawab Kendra.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
__ADS_1
Kendra langsung tancap gas untuk pulang kerumah begitu Nisa sudah turun dan masuk kedalam panti.