Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 72


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Setelah melaksanakan ibadah sholat magrib dan isya, Nisa dan Kendra sudah siap untuk pergi ke luar dengan pakaian kasual yang mereka kenakan saat ini.


Kendra dan Nisa sama-sama memakai celana jeans panjang warna hitam dan sama-sama memakai kaus lengan panjang, yang membedakan hanyalah warnanya saja. Mereka juga sama-sama memakai sepatu kets sebagai pilihan.


''Mau makan atau belanja dulu?'' tanya Kendra saat mereka baru saja masuk ke dalam mobil.


''Belanja dulu.'' jawab Nisa.


Bukan tanpa alasan Nisa minta untuk berbelanja dulu, karena dia takut nanti kalau mereka makan dulu...begitu selesai berbelanja mereka akan lapar kembali, lagi pula saat ini perut Nisa juga belum merasa lapar.


Kendra melajukan kendaraannya kearah mall keluarga Wijaya yang ada di sekitar daerah sana.


Hanya butuh waktu dua puluh menit, mereka berdua sudah sampai di pusat perbelanjaan.


''Biar aku saja.'' kata Kendra saat tangan Nisa akan mengambil troli belanjaan.


''Tap...'' kata Nisa.


''Kamu pilih saja apa yang kita butuhkan di apartemen.'' potong Kendra.


Malam ini mereka seperti layaknya pasangan suami istri pada umumnya.


Kendra mengambil troli untuk di dorongnya sedangkan Nisa sibuk memilih apa saja yang akan mereka beli.


Nisa mulai memilah-milah...serta memilih apa saja belanjaan mereka kali ini.

__ADS_1


Satu persatu mulai masuk ke dalam troli mulai dari susu dan teman-temannya, beberapa camilan, roti, perlengkapan mandi dan lainnya.


Kemudian mereka beralih ke stand yang menjual beraneka daging, ikan, sayuran serta buah-buahan dan bumbu-bumbu dapur.


Dengan cekatan Nisa mengambil apa saja yang kiranya ingin dia masak sampai beberapa hari kedepan.


''Ayo.'' kata Nisa mengajak Kendra menuju ke arah kasir.


''Sudah?'' tanya Kendra.


''He'em.'' sahut Nisa.


Nisa sangat bahagia walau hanya sekedar berbelanja kebutuhan untuk rumah dan dapur, karena di temani oleh sang suami, tapi dia juga sebel...seakan ingin memakaikan masker serta topi pada suami tampannya itu, karena banyak sekali para wanita yang curi-curi pandang ke arah Kendra. Walaupun Kendra cuek dan tak begitu menanggapinya, namun perasaan Nisa tetap saja dongkol.


Selesai belanja, Kendra melajukan kembali kendaraannya.


''Mau makan dimana?'' tanya Kendra.


Kendra memilih untuk terus melajukan mobilnya hingga berhenti di area parkir.


Bukan di sebuah restoran mewah, namun mereka berhenti di kawasan yang menjual beraneka macam makanan.


Memang di daerah tersebut di sediakan tempat untuk berjualan para pedagang kaki lima.


Ada bebagai jenis makan di sana, mulai dari sate, bakso, mie ayam, ketoprak, martabak, nasi goreng, soto daging dan masih banyak lagi yang lainnya.


''Mau makan apa?'' tanya Kendra saat mereka berdua sudah keluar dari mobil.

__ADS_1


''Ketoprak boleh?'' tanya balik Nisa.


''Hem, ayo.'' sahut Kendra.


*****


Pukul sepuluh malam, mereka baru sampai di apartemen dengan beberapa kantong plastik besar yang di tenteng oleh Kendra dan Nisa.


''Bereskan besok saja.'' ujar Kendra.


''Gak apa-apa, biar kau beresin sekalian.'' sahut Nisa. ''Mas bisa istirahat duluan.'' sambungnya.


Kendra berlalu meninggalkan Nisa yang masih berada di dapur, dia mulai masuk kekamarnya untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, kemudian mulai lagi mengecek segala pekerjaannya.


Sedangkan Nisa masih berkutat dengan segala yang di belinya tadi. Satu persatu bahan makanan dia simpan di kulkas yang besarnya sebesar pintu itu, di tatanya semua dengan sangat rapi.


''Eugh akhirnya selesai juga.'' gumamnya sambil meregangkan otot-otot di tubuhnya yang terasa sedikit pegal.


Cklek


Pandangan yang dilihatnya pertama kali ketika masuk ke kamar adalah sang suami yang sedang fokus pada laptop miliknya.


Tanpa berkata apapun, Nisa berlalu membersihkan dirinya dan juga mengganti pakaiannya.


''Mau aku buatkan kopi mas?'' tanya Nisa saat sudah keluar dari kamar mandi.


''Gak usah.'' sahut Kendra tanpa mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


''Jangan tidur terlalu larut.'' ucap Nisa sambil berjalan kearah dimana ranjangnya berada.


''Hem.'' sahut Kendra.


__ADS_2