
❤️ Happy Reading ❤️
Selepas sholat subuh, Kendra dan Nisa sama-sama bersiap meskipun di tempat yang berbeda.
Acara ijab qobul akan di adakan di rumah pagi ini dan akan selesai acara sampai menjelang Dzuhur yang hanya akan di hadari oleh para kerabat dekat.
Sedangkan untuk acara pesta resepsi pernikahan akan di adakan di ballroom hotel pusat milik keluarga Wijaya, yang akan dihadiri oleh banyak undangan...mulai dari sahabat, rekan bisnis, semua petinggi yang mengelola usaha di bawah naungan perusahaan Wijaya, serta para rekan kerja Nisa.
*****
Tok
Tok
Tok
''Masuk.'' seru Nisa yang saat ini sedang di rias oleh para MUA yang di kirim oleh Sifa.
Cklek
''Kak.'' panggil satu anak panti yang ternyata di belakangnya sudah ada anak-anak panti lainnya.
__ADS_1
''Ada apa?'' tanya Nisa dengan lembut.
''Kakak akan menikah hari ini.'' kata anak panti yang berada paling depan karena dia paling besar. ''Apa kakak akan pergi dari sini?'' tanyanya.
''Iya sayang, kakak harus ikut tinggal bersama suami kakak.'' jawab Nisa.
''Kak, jangan lupakan kami...kami semua sayang dengan kakak.'' ucapnya lagi.
''Tentu sayang, kakak gak akan pernah melupakan kalian.'' jawab Nisa. '' Lagian kita kan masih tinggal dalam kota yang sama sayang...perjalan menggunakan mobil gak lebih dari tiga puluh menit dari kediaman kakak nanti dan kakak juga akan sering berkunjung ke sini nantinya.'' sambungnya. ''Kakak juga sangat sayang pada kekian semua.'' ucap Nisa.
''Janji ya kak.'' sahutnya.
''Iya kakak janji.'' kata Nisa. ''Sini peluk kakak...'' kata Nisa lagi sambil merentangkan kedua tangannya untuk siap menerima sebuah pelukan.
*****
Jam setengah tujuh tepat mobil dari kediaman Wijaya sudah siap berada di depan panti asuhan untuk menjemput Nisa beserta rombongan anak-anak panti asuhan,karena bagaimanapun juga merekalah kerabat Nisa saat ini, merekalah yang selalu ada di samping Nisa selama ini.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit, Nisa dan rombongan telah sampai di kediaman Wijaya.
Nisa langsung di giring untuk masuk ke kamar tidur tamu yang berada di lantai bawah untuk menunggu prosesi ijab qobul yang saat ini di temani oleh Kirana juga Bila.
__ADS_1
Jam delapan tepat acara ijab qobul akan di mulai, Kendra sudah duduk dengan tampan dan gagahnya di depan sang penghulu.
Cklek
''Nisa...nak...ayo...sudah waktunya sayang.'' kata Sifa.
''I...iya mom.'' jawab Nisa yang semakin gugup.
Nisa keluar di apit oleh Sifa juga Nana di samping kiri dan kanannya, sedangkan Kirana juga Bila berjalan mengikuti di belakang ketiga orang tersebut.
Nisa sama sekali tak berani mendongakkan wajahnya walau hanya untuk sekedar melihat keadaan sekitar...dia tak mempunya keberanian itu.
Deg
Sedangkan Kendra yang melihat sosok cantik yang sedang berjalan ke arahnya di buat terpesona.
Nisa adalah sosok wanita yang jarang bahkan hampir tak pernah bersolek, jadi saat ini dia terlihat sangat cantik...atau manglingi dalam bahasa Jawa.
''Kedip kak.'' bisik Kenan yang ada di belakang Kendra.
''Kedip woy kedip.'' sahut Bobby.
__ADS_1
''Segitunya yang mandangin calon istri...cantik ya...sampai mau netes tuh air liur.'' kata Arka sambil menepuk pundak Kendra sehingga membuatnya tersadar.
''Tenang kak...habis acara ini kakak bisa lebih puas memandanginya.'' sahut Bobby yang ikut-ikutan membuat Kendra mendengus kesal.