
❤️ Happy Reading ❤️
''Cie...cie yang sudah resmi tunangan...cerah amat tu muka.'' goda Kirana pada sang kembaran saat Kenan baru saja memasuki ruang makan untuk sarapan pagi.
''Halah bilang aja kalau kamu iri...iyakan...hayo ngaku.'' ganti Kenan yang menggoda adik kembarnya itu.
''Nah itu tau.'' sahut Kirana yang membuat semua anggota keluarga tergelak tertawa mendengar sahutan dari putri satu-satunya seorang tuan besar Kevin Wijaya.
''Ya sudah suruh Reyhan ke sini buat lamar kamu sama daddy.'' sahut Sifa yang ikut menggoda sang putri.
''Eh...enggak kok mom, aku cuma bercanda kok.'' sanggah Kirana.
''Beneran serius juga gak apa-apa kok dek.'' sambung Kendra yang ikut menimpali.
''Enggak-enggak kak...mana bisa gitu.'' kata Kirana dengan wajah yang sudah memerah. ''Nunggu kak Kenan nikah dulu.'' sambungnya.
''Putri kecil daddy sudah mau nikah tu.'' kata Kenan yang tambah menggoda.
''Gak harus nunggu kak Kenan nikah kok dek.'' kata Kevin. '' Kalian itu adalah saudara kembar...jadi nikah bereng gak masalah kayaknya...umur kamu juga sudah lebih dari cukup untuk ukuran seorang wanita menikah.'' imbuhnya.
''Maksudnya?'' tanya Kirana.
__ADS_1
''Suruh Reyhan datang kesini untuk memperjelas hubungan kalian.'' kata Kevin.
''Tapi dad...'' kata Kirana.
''Nanti malam daddy tunggu kedatangan kekasih kamu itu.'' potong Kevin.
''Apa ini tidak terlalu cepat dad?'' tanya Kirana.
''Nanti malam atau tidak sama sekali.'' tegas Kevin. ''Dan daddy akan mencarikan jodoh untukmu.'' sambungnya.
''Baiklah, nanti aku akan bilang pada Reyhan.'' jawab Kirana.
Bukan tampa alasan Kevin melakukan semua itu. Reyhan dan Kirana...usia mereka sudah sama-sama dewasa dan menjalin hubungan yang sudah bisa di bilang lumayan cukup lama...Kevin cuma tak mau kalau sampai anak-anaknya melakukan hal-hal yang di luar batas, seperti *** bebas dan lain-lain. Kevin tak ingin mereka melakukan dosa besar itu.
''Aduh mantu mommy lapar ya? ayo sekarang kita langsung sarapan dan pembicaraan ini kita lanjutkan lagi nanti setelah kenyang.'' kata Sifa.
''Anak-anak ayah sudah lapar ya?'' tanya Kendra sambil mengelus perut istrinya yang sudah lebih besar di bandingkan dengan ukuran perut ibu hamil biasanya...maklum namanya juga isinya ada dua.
Sejak hamil, Nisa memang lebih sering merasa lapar juga lelah.
*****
__ADS_1
Kirana benar-benar menghubungi Reyhan untuk datang kerumahnya malam ini guna menghadap pada sang daddy dan mommy beserta para kakak-kakaknya.
Dan di sinilah mereka saat ini, duduk bersama di ruang keluarga.
''Kamu tau kenapa daddy meminta kamu untuk datang malam ini?'' tanya Kevin dan auranya saat ini teras tegang.
''Iya dad, Kirana sudah cerita.'' jawab Reyhan.
''Jadi?'' kata Kevin.
''Huft...sebelumnya selamat malam daddy, mommy, oma, opa dan kakak-kakak.'' ucap Reyhan setalah menekan rasa gugupnya.
Melamar anak gadis orang, ini lebih sulit dari perkiraan Reyhan. Di gugup setengah mati. Dirinya lebih memilih bersaing untuk mendapatkan sebuah tander dengan harga milyaran dari pada pada situasi saat ini.
''Seperti yang daddy katakan pada Kirana tadi pagi.'' kata Reyhan lagi. ''Malam ini saya Reyhan meminta ijin dari keluarga Wijaya terutama daddy dan mommy untuk meminang Kirana untuk melangkah ke langkah selanjutnya.'' ucapnya.
''Daddy gak akan bertanya pada Kirana apakah dia akan menerima lamaran kamu atau tidak, karena sudah bisa di pastikan dia akan menerimanya.'' sahut Kevin. ''Tapi daddy akan bertanya, kapan kamu akan membawa orangtuamu untuk melamar putri kami secara resmi?'' tanya Kevin dengan serius.
''Lusa dad.'' jawab Reyhan. ''Besok lusa malam aku beserta kedua orangtuaku akan berkunjung ke sini.'' imbuhnya.
''Baiklah kami tunggu.'' kata Kevin.
__ADS_1
*****
Maaf-maaf semua...aku cuma bisa up satu bab sampai hari Minggu karena aku lagi repot banget... terimakasih 🙏🙏😊