
❤️ Happy Reading ❤️
''Tentu saja sayang, ibu akan selalu mendo'akan kalian meski tanpa kalian minta sekalipun, karena kamu sudah ibu anggap seperti putri ibu sendiri.'' sahut ibu Farida. ''Nak, ibu cuma berpesan...saat ini kamu sudah menjadi seorang istri maka saat ini baktimu ada pada suami juga keluarga suamimu.'' pesan ibu Farida.
Setelah itu mereka berdua berpelukan kembali.
Tadi Kevin dan Sifa juga sedikit memberi nasehat untuk Kendra dan Nisa saat mereka sungkeman pada kedua orang tersebut.
''Pernikahan bukanlah sebuah tujuan, pernikahan adalah sebuah perjalanan panjang yang nantinya akan kalian nikmati bersama dan pernikahan adalah sebuah janji suci kepada Tuhan Yang Maha Esa, jadi jalani dengan perasaan bahagia serta jangan pernah sekali-kali kamu menodainya.'' itulah kata yang di nasehatkan oleh Kevin tadi.
''Kepercayaan adalah salah satu kunci kebahagiaan dalam hubungan pernikahan dan selain itu ada komitmen, kesabaran, dan kesetiaan yang juga menjadi bahan yang perlu di pupuk terus menerus dalam suatu pernikahan.'' nasehat dari Sifa.
Ada juga nasehat-nasehat yang terlontar dari Oma, opa, kakek dan neneknya.
''Siap untuk menikah, berarti juga harus siap dalam menghadapi segala lika liku rumah tangga, maka nikmatilah perjalanan yang baru akan kalian mulai dan berbahagialah.'' kata papa Adi.
''Menikah bukanlah hanya untuk sekedar mencari kebahagiaan, melainkan juga untuk beribadah. Apa yang menjadi niatmu adalah kebaikan, maka hal itu akan mendatangkan sebuah kebahagiaan.'' nasehat mama Iren.
''Jadilah pemimpin yang baik bagi istri dan anak-anakmu kelak, berusahalah menjadi panutan yang baik serta suami yang nanti akan di kagumi dalam rumah tangga kalian.'' pesan ayah Harun.
''Bahagia adalah ketika berbagi, maka berbagilah kebahagiaan serta segala hal dengan pasanganmu, karena pernikahan adalah latihan menjadi seorang sahabat untuk menjalani perjalanan bersama dengan tujuan yang sama.'' kata ibu Dewi.
__ADS_1
*****
Sudah hampir tengah hari, itu tandanya acara Kendra dan Nisa selesai, dan akan dilanjutkan lagi resepsi nanti pada malam hari.
''Kalian berdua masuk ke kamar saja lalu istirahat.'' kata Sifa.
''Tapi mom tamunya...'' sela Kendra.
''Biar kami yang menemani. '' sahut Sifa karena memang saat ini masih ada satu dua tamu yang ada di sana, tamu yang tak lain dan tak bukan adalah anggota kerabat kedua keluarga, yaitu keluarga Sifa dan keluarga Kevin.
''Baiklah mom, aku ke atas dulu.'' kata Kendra lalu hendak membalikan tubuhnya.
''Eith...kak...kamu ini sudah menikah loh sekarang, sudah punya istri jadi istrinya di ajak dong bukannya malah di tinggalin.'' kata Sifa.
''Nisa pamit dulu ya mom.'' pamit Nisa.
''Iya sayang.'' sahut Sifa.
Cklek
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Kendra langsung melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
Dirinya bersikap seolah hanya ada dirinya saja yang ada di sana tanpa memperdulikan wanita yang baru saja beberapa jam yang lalu menyandang status sebagai nyonya Kendra Wijaya.
Nisa pun tak mau ambil pusing dengan sikap Kendra kali ini karena dia merasa tubuhnya sudah sangat lelah dan juga harus mempersiapkan diri untuk acara nanti malam yang bahkan tamunya lebih banyak berkali-kali lipat dari saat ini.
Nisa langsung mendudukkan dirinya di sebuah sofa yang ada di sudut ruangan Kendra...mencari posisi yang sangat nyaman untuk mengistirahatkan tubuhnya barang sebentar.
Lebih dari tiga puluh menit telah berlalu, Kendra sudah segar dengan tubuhnya yang tadi sedikit berendam.
Masih dengan mode yang mengacaukan Nisa, Kendra langsung menuju ke ruang gantinya untuk berpakaian.
''Apa kamu tidak ingin membersihkan tubuhmu?'' tanya Kendra saat dirinya telah berpakaian lengkap.
Perkataan Kendra yang sangat tiba-tiba sempat membuat Nisa terlonjak kaget.
''Apakah boleh?'' tanya Nisa dengan polosnya.
''Terserah kamu.'' ketus Kendra lalu berjalan menuju ke tempat tidurnya untuk beristirahat.
Setelah menimbang-nimbang akhirnya Nisa memutuskan untuk membersihkan diri.
Betapa kagetnya dia saat masuk ke dalam kamar mandi, ternyata di sana sudah di siapkan segala keperluannya untuk mandi...lengkap.
__ADS_1
''Hah...ini...'' kaget Nisa. ''Pasti mommy.'' gumamnya sambil geleng-geleng kepala atas apa yang di lakukan ibu mertuanya itu.