Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 71


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Setelah berbicara dengan mommy, daddy serta oma dan opanya, Kendra pergi ke kamarnya bersama Nisa.


''Gak usah di bawa semua pakainnya, karena kita pasti akan sering menginap di sini.'' kata Kendra saat Nisa ingin mengemas pakaian serta barang-barangnya.


Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Nisa menuruti apa kata Kendra.


Sedangkan di kamar lain, ada Sifa yang sedang kesal atas keputusan sang putra yang akan pindah.


''Apa rumah ini kurang besar untuk menampung mereka? apa-apaan Kendra ini main mau pindah.'' gerutu Sifa dengan sangat kesal sambil jalan mondar-mandir dengan terus saja menggerutu.


''Sudahlah mom.'' kata Kevin. ''Gak ada gunanya mommy menggerutu dan jalan mondar-mandir seperti itu terus.'' kata Kevin lagi. ''Yang ada mommy malah akan capek dan juga bikin daddy pusing liatnya.'' imbuhnya lagi.


''Huh...habisnya aku kesel sama anak itu dad.'' kata Sifa yang kini sudah menghempaskan bokongnya di samping sang suami.


''Kata Kendra juga ada benernya loh mom, ingin mandiri dan lagi pula siapa tau dengan begini mereka akan bisa lebih saling dekat lagi.'' sahut Kevin. ''Ambil hikmah serta sisi positifnya saja mom.'' sambungnya.


''Eh bener juga kata daddy.'' kata Sifa. ''Siapa tau dengan begini mereka bisa cepat kasih kita cucu...ough senengnya...jadi sudah gak sabar.'' seru Sifa dengan yang saling di tautkan di depan dadanya.


Bener-bener ibu satu ini cepet banget berubah-ubah moodnya.


*****


''Kalian sudah mau berangkat?'' tanya mama Iren saat melihat Kendra dan Nisa menarik koper mereka masing-masing.


Saat ini mama Iren, papa Adi serta Sifa dan Kevin sedang duduk di ruang keluarga setelah melaksanakan sholat dzuhur berjamaah.


''Iya oma.'' jawab Kendra.

__ADS_1


''Bawa art ya sayang.'' kata Sifa.


''Gak usah mom.'' sahut Kendra.


''Satu saja...ya...'' kata Sifa lagi. ''Buat bantu-bantu di sana...ya...'' bujuk Sifa lagi.


''Gak usah mom, lagian di sana ada tukang bersih-bersih yang datang setiap pagi.'' kata Kendra.


Bukan tanpa sebab Kendra menolak permintaan sang mommy, sebab sudah dapat di pastikan bahwa sang mommy pasti akan mencari tahu segalanya dari sang art yang akan di berikan di apartemen Kendra....dia pasti akan di mata-matai oleh mommynya itu.


''Huft baiklah kalau kamu menolaknya.'' kata Sifa sedikit kecewa.


''Khem...kami berdua pamit ya oma, opa, daddy, mommy.'' pamit Kendra.


''Sering-sering main kesini ya sayang.'' kata mama Iren.


''Iya mommy.'' sahut Nisa.


''Kita antar ya kak?'' tawar Sifa lagi.


''Gak usah lah mom.'' sahut Kendra.


''Ya sudah.'' sahut Sifa dengan mencebik kecewa plus sedih.


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Salam buat Kenan juga Kirana ya mom, bilangin maaf dari kakak karena gak sempet pamit sama mereka.'' kata Kendra sebelum melangkahkan kakinya.

__ADS_1


''Iya kak.'' sahut Sifa.


*****


Setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit, akhirnya mereka sampai juga di sebuah apartemen mewah dan elit.


BIP


Setelah kunci pintu terbuka, Kendra mengajak Nisa untuk masuk.


Cklek


''Ayo.'' ajak Kendra.


''Assalamualaikum.'' ucap salam keduanya saat masuk kedalam apartemen.


Pertama kali yang dilihat oleh Nisa adalah sebuah apartemen yang mewah, juga bersih dan rapi.


''Ini id card untukmu dan passwordnya ******.'' kata Kendra memberi tahu pin pintu apartemennya juga card, karena ini adalah apartemen elit jadi siapapun tidak bisa seenaknya keluar masuk ke sana, dan lift hanya akan bisa di gunakan oleh orang-orang yang mempunyai id card apartemen tersebut.


Kendra kemudian mengajak Nisa untuk masuk kedalam kamar yang akan mereka tempati.


Sebenarnya di sana ada dua kamar namun yang satu kamar sudah Kendra ubah menjadi ruang kerja.


Tidak sepeti kisah-kisah yang menikah karena di jodohkan maka akan pisah ranjang atau pisah kamar, mereka tetap satu kamar.


''Em...mas, apa disini ada bahan makanan?'' tanya Nisa yang memang belum ke dapur untuk mengecek isi kulkas, karena saat ini dirinya sedang sibuk membereskan pakaian miliknya juga Kendra.


''Gak ada.'' jawab Kendra. ''Kalau kamu mau, nanti malam kita bisa keluar untuk cari makan juga berbelanja.'' sambung Kendra yang memang sudah mengetahui kalau istrinya itu seperti sang mommy yang suka memasak. ''Aku keruang kerja dulu, kamu bisa istirahat.'' kata Kendra lalu keluar dari kamar.

__ADS_1


__ADS_2