Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 186


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Kendra sama sekali tak beranjak dari duduknya...dia terus setia menemani sang istri.


Nisa pun sudah di pindahkan ke ruangan di mana satu lantai teratas di perkhususkan untuk keluarga pemilik rumah sakit... yaitu khusus untuk anggota keluarga Wijaya.


Ruangan baby twins pun di letakkan di satu lantai yang sama dengan bundanya.


''Rio.'' panggil Kevin pada asisten sang putra. ''Saya mau semua informasi mengenai menantu serta cucu-cucu saya jangan sampai ada yang sampai bocor keluar.'' perintahnya.


''Baik tuan besar.'' jawab Rio.


Cklek


Kevin dan Rio langsung memandang ke arah pintu yang kini terbuka dan tampaklah Kendra di sana.


Sebenarnya Kendra tak ingin keluar dari ruangan Nisa, namun dirinya terus di bujuk olah sang mommy dan mengatakan ada Rio di sana juga dengan mommy Sifa yang bergantian menjaga sang menantu.


Sedangkan mama Nana juga Carlos saat ini berada di ruangan baby twins untuk menjaga mereka walaupun mereka harus terhalang oleh kaca pembatas.

__ADS_1


Baby twins yang memang lahir sebelum waktunya membutuhkan beberapa saat berada di inkubator sampai kondisinya benar-benar siap berada di luar, mereka masih rentan bila di luar terlalu lama.


Mereka berdua benar-benar anteng, mungkin mereka sudah mengerti dan merasakan bagaimana kondisi bundanya saat ini, jadi tak ingin membuat ayahnya bertambah repot.


''Ada apa?'' tanya Kendra to the poin karena dirinya ingin segera masuk kembali ke ruangan sang istri.


''Saya mengantarkan berkas yang harus Anda tanda tangani pak bos.'' jawab Rio.


''Baiklah...mana.'' kata Kendra.


''Kak.'' panggil Kevin. ''Selama kamu mengurus Nisa...buat daddy yang bantu ambil alih kerjaan kamu.'' kata Kevin.


''Sama sekali enggak kak...dari pada kerjaan kamu terbengkalai dan kamu juga lebih bisa fokus pada Nisa dan baby twins.'' papar Kevin.


''Baiklah dad...Kendra minta tolong ya dad dan Kendra juga minta maaf sudah ngerepotin daddy.'' ucapnya.


''Kamu sama sekali gak ngerepotin daddy kak.'' sahut Kendra.


''Terimakasih dad.'' ucap Kendra.

__ADS_1


''Daddy cuma minta...tolong kamu juga jaga kondisi kak.'' pinta Kevin. ''Daddy gak mau kamu kayak gini dan juga makan kak.'' imbuhnya.


''Bagaimana kau bisa makan dad kalau Nisa saja seperti itu.'' sahut Kendra. ''Makan pun pasti gak bakal enak dan gak bakal ketelan dad.'' sambungnya lagi.


Sudah satu hari Nisa di rawat dan Kendra sama sekali gak mau makan nasi dan hanya makan roti sama air putih itu pun karena paksaan dari mommy Sifa yang mengatasnamakan Nisa dan baby twins.


''Semua sudah bereskan Rio?'' tanyanya pada sang asisten.


''Iya sudah pak bos.'' jawab Rio.


''Kalau gitu aku kembali ke dalam.'' kata Kendra yang lalu berdiri dan melangkahkan kakinya masuk kembali ke ruangan Nisa.


*****


''Mommy bisa istirahat, biar Kendra yang di sini mom.'' kata Kendra.


''Ya sudah kalau begitu mommy keluar dulu...mau lihat anak-anak kamu.'' sahut Sifa lalu keluar dari sana dan Kendra langsung duduk kembali di kursi dekat ranjang Nisa.


''Kamu dengar kata mommy sayang?'' tanyanya dengan tangan yang sudah menggenggam tangan sang istri. ''Apa kamu gak mau lihat anak-anak kita...baby twins...seperti mommy saat ini hem?'' tanyanya lagi. ''Kamu harus kuat sayang...kamu harus cepat bangun...aku dan anak-anak gak bisa kalau hidup tanpa kamu...kami masih butuh kamu sayang.'' lirihnya lagi dengan air mata yang sudah mengajak sungai di matanya.

__ADS_1


__ADS_2