Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 60


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Malam sudah larut dan Nisa sama sekali belum memejamkan kedua matanya...ia merasa gelisah di kamarnya saat ini, seperti halnya di kediaman Wijaya...panti asuhan tempatnya di besarkan juga baru saja selesai mengadakan pengajian untuk pernikahannya dan Kendra esok hari.


Di otaknya terus saja memikirkan apakah sudah benar segala keputusan yang sudah di buatnya...sebuah keputusan yang sudah membuat perasaannya seperti di aduk-aduk selama beberapa hari belakangan ini, sebuah keputusan yang mengharuskannya untuk menyiapkan stok sabar yang teramat banyak, sebuah keputusan yang akan merubah hidupnya mulai esok hari.


Apakah dia sudah siap untuk menyandang statusnya yang baru...apakah dia sudah siapa untuk menghadapi segalanya termasuk kemungkinan terburuk, karena rumah tangga yang akan di bangunnya tidak seperti kebanyakan yang orang lain alami, rumah tangga yang akan dia lakoni adalah rumah tangga dari dua orang yang tak saling cinta yang bahkan mereka berdua saja baru saja mengenal, apakah rumah tangganya akan bisa berakhir bahagia hingga menua bersama sampai ajal yang memisahkan ataukah hanya akan bertahan seumur jagung.


Pertanyaan-pertanyaannya semacam itu terus saja berputar-putar di otaknya. Bukannya beberapa hari ini dia tak kepikiran dengan semua itu, namun dia berusaha untuk terlihat baik-baik saja tanpa ada beban.


Dan di saat seperti inilah dirinya merasa membutuhkan sosok orangtua yang akan bisa menenangkan hatinya, sosok orang tua yang akan merengkuhnya dalam dekapan hangat seraya berkata untuk meyakinkannya bahwa semuanya akan baik-baik saja...

__ADS_1


Dia ingin memupuk sebanyak mungkin harapan, namun dia juga takut kalau yang di dapatkan hanyalah sebuah kekecewaan.


Tak terasa satu persatu tetesan air mata jatuh mengalir di pipinya hingga lama kelamaan tak sadar dia sudah tidur terlelap di peraduan.


*****


Beda Nisa beda juga Kendra, jangankan untuk sekedar memikirkan pernikahannya bahkan untuk tidur dengan tenang pun dia tak bisa, karena malam ini para sepupu laki-lakinya pada ngumpul di kamarnya, bahkan mereka sampai rela untuk meninggalkan para istrinya malam ini.


Ngobrol ngalor ngindul...bercanda...ketawa-ketawa...itulah yang mereka lakukan saat ini hitung-hitung mereka seperti sedang melakukan pesta lajang untuk Kendra.


''Ken, sudah hafal belum bacaan ijab qobulnya?'' tanya Arka.

__ADS_1


''Iya sudah belum kak?'' tanya Bobby. ''Jangan sampai malu-maluin loh...'' sambungnya.


''Sudah.'' jawab Kendra dengan singkat.


''Yang penting kamu yakin saja saat mengucap ijab qobul....mantapkan dalam hati dan pikiranmu.'' tutur Arka.


''Hem.'' sahut Kendra.


''Aku jujur gak nyangka kalau kak Ken akan menikah...karena aku pikir setelah kejadian yang dulu kakak akan trauma dan memutuskan untuk melajang selamanya.'' kata Bobby. ''Gak nyangka pula kalau kakak akan menerima perjodohan ini.'' sambungnya lagi.


''Ken, sebagai seorang kakak aku cuma mau bilang..terlepas pernikahan ini atas dasar cinta ataupun sebuah perjodohan, tapi saat kamu mengucapkan kalimat ijab qobul...berarti kamu sudah menerima tanggung jawabmu sebagai seorang suami, dan pada saat kalimat ijab qobul itu terucap maka Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjian yang di buat di depan Allah, dengan di saksikan oleh malaikat juga manusia.

__ADS_1


''Iya kak. '' jawab Kendra.


__ADS_2