Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 142


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Berkali-kali sang ibu meminta maaf namun Lia hanya bersikap biasa saja.


Tetap angkuh seperti tak punya salah saja.


''Orang kalau baru naik kasta ya


kayak gini ni.'' kata Lia yang tak sedikitpun beranjak.


Sedangkan kondisi di sana saat ini semakin terdengar bisik-bisik di sana sini.


''Terserah kamu mau bilang apa, aku gak perduli.'' kata Nisa.


''Cih, sudah miskin...terus sampai saat ini belum hamil juga... jangan-jangan mandul.'' ucap Lia di iringi kekehan jahatnya. ''Kasihan sekali keluarga Wijaya karena mendapatkan menantu sepertimu.'' sambungnya lagi.


''Tutup mulutmu!'' sentak Kendra yang baru saja masuk.


''Tuan Kendra.'' beo semua orang yang ada di sana.


''Siapa pun yang berani menyinggung istriku sedikit saja maka akan tau apa akibatnya.'' ancamnya.

__ADS_1


''Mas.'' lirih Nisa pada suaminya itu.


''Iya sayang, ada aku disini.'' ucap Kendra dengan sangat lembut.


''Apa hak dirimu mengatakan hal seperti itu pada istriku...pada menantu keluarga Wijaya?'' tanya Kendra dengan tatapan yang sangat mengintimidasi.


''Sudah mas.'' kata Nisa berusaha menenangkan suaminya itu.


''Gak bisa sayang, dia sudah berani menghinamu berarti dia juga menghinaku dan menghina keluarga Wijaya.''' sahut Kendra.


Wah hebat sekali Kendra bisa langsung merubah raut wajahnya yang baru seperkian detik...seperti bunglon saja tuan muda Wijaya satu ini.


''Siap-siap saja keluargamu yang akan ikut terkena imbas dari perbuatanmu ini.'' sambung Kendra.


''Tapi sepertinya putrimu itu tak membutuhkannya.'' sahut Kendra dengan senyum mengejeknya.


''Tuan Kendra Wijaya...saya melakukan ini semua juga karena anda.'' teriaknya.


''Apa maksudmu?'' tanya Kendra dengan menyincingkan matanya.


''Ya karena saya suka dengan anda dari sejak lama.'' jawabnya. ''Saya sampai menempuh pendidikan sampai keluar negeri agar saya bisa sepandan dan pantas untuk anda tuan.'' kata Lia. ''Tuan bahkan saya rela walaupun tidak jadi yang pertama dalam rumah tangga anda.'' serunya lagi.

__ADS_1


''Dasar gila.'' gumam Kendra.


Nisa yang sudah sangat geram berjalan maju untuk menghampiri Lia.


''Coba katakan sekali lagi.'' pinta Nisa.


''Ya saya sangat mencintai tuan Kendra dari dahulu, dan saya rela menjadi yang kedua dalam hidupnya.'' ucapnya dengan sangat percaya diri.


''Kamu hanya merendahkan harga dirimu dan keluargamu nona.'' sahut Nisa.


''Cih walaupun dirimu sampai naik keranjangku sekalipun, aku tak akan pernah berpaling dari istriku.'' kata Kendra. ''Karena dia adalah wanita yang sangat aku cintai dan bagiku tak akan pernah ada yang kedua, ketiga dan seterusnya.'' kata Kendra lagi dengan lantangnya. ''Bawa mereka pergi.'' perintah Kendra pada staf keamanan tempat mereka berkumpul saat ini.


Lia terus saja meronta serta berontak saat akan di bawa pergi dari sana...bibirnya tak henti-hentinya merancau.


Sedangkan sang ibu...jangan di tanya, dirinya sudah sangat malu dan merasa tidak enak pada Kendra beserta istrinya, bahkan dirinya pun berkali-kali sudah minta maaf.


*****


''Lia!'' teriak sang ibu saat mereka sudah berada di lataran parkir di samping mobil mereka. ''Kamu keterlaluan Lia...dengan sikapmu yang seperti ini sudah dapat di pastikan nama baik keluarga kita ini sedang di pertaruhkan sekarang dan bukan hanya dirimu tapi kami semua akan terkena imbasnya.'' kata sang ibu dengan sangat geram.


*****

__ADS_1


Hai teman-teman semua maaf banget kemarin gak bisa up dan hari ini cuma bisa up satu kali, karena aku lagi sibuk plus capek karena tempat kakak sepupu aku sedang hajatan jadi sibuk bantu-bantu di sana...sekali lagi maaf🙏😊


__ADS_2