Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 208


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari menjelang magrib, Nisa dan yang lainnya baru saja sampai di kediaman keluarga Wijaya.


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Cucu oma.'' seru oma Iren. ''Bagaimana keadaan kamu sayang?'' tanyanya yang jelas sekali tampak khawatir di tambah lagi saat masuk, dirinya melihat Nisa yang di gendong Kendra ala bridal style dengan kaki serta tangan yang di perban.


''Aku baik-baik saja oma.'' jawab Nisa.


''Apanya yang baik? di perban kayak gitu.'' sahut oma Iren.


''Ma, biarkan Nisa istirahat ya...'' kata mommy Sifa.


''Ah iya...iya sana cepet bawa masuk Ken, biar Nisa bisa rebahan.'' celoteh oma Iren.


''Di kamar bawah saja kak, tadi sudah di beresin sama si mbak.'' sahut opa Adi.


''Iya opa.'' jawab Kendra sambil melanjutkan langkahnya.


Mommy Sifa serta yang lainnya juga pergi ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri.

__ADS_1


*****


''Mas.'' panggil Nisa. ''Aku mau mandi.'' katanya lagi.


''Hem...di lap dulu ya...'' kata Kendra.


''Iya, tapi tolong bantu aku ke kamar mandi...aku mau buang air kecil.'' cicitnya.


''Baiklah...ayo sayangku.'' kata Kendra.


Setelah beberapa saat di kamar mandi untuk buang air sambil membersihkan diri yang tentunya di bantu oleh Kendra, mereka kembali lagi ke kamar.


''Aku ambilkan pakaian sebentar.'' kata Kendra setelah mendudukkan Nisa di ranjang dengan kaki yang diselonjorkan lurus.


''Aku bantu pakaikan ya?'' tanya Kendra yang tentu saja di angguki oleh Nisa.


Habisnya mau bagaimana lagi, tangannya juga sedang sakit dan bagian tubuhnya yang sebelah juga sakit walau bukan karena luka melainkan karena jatuh dan membentur aspal.


''Maaf ya mas...aku jadi nyusahin kamu.'' ucap Nisa dengan sendu.


''Kamu ini ngomong apa sih sayang.'' sanggah Kendra. ''Kamu sama sekali gak nyusahin aku kok.'' kata Kendra. ''Aku malah seneng kayak gini...kita jadi kelihatan lebih romantis dan aku menjadi merasa berguna serta sangat kamu butuhkan.'' imbuhnya lagi.


''Tapi...'' lirih Nisa.

__ADS_1


''Hem kapan lagi kamu bisa manja sama aku kayak gini.'' potong Kendra.


''Ini bukan manja mas...tapi memang aku butuh kamu saat ini karena kondisi aku yang tak memungkinkan.'' sanggah Nisa.


''Ya apapun itu...aku seneng bisa ngelakuin ini semua buat kamu.'' sahut Kendra. ''Anggap saja kamu jadi nyonya atau ratu dalam beberapa hari ini.'' seloroh sang tuan muda.


''Lah kan aku memang nyonya mas.'' kata Nisa. ''Nyonya Kendra Wijaya.'' sambungnya.


''Iya ya...'' kata Kendra. ''Dan kamu juga memang ratu.'' sambungnya lagi. ''Ratu di hati dan hidupku.'' imbuhnya.


''Ish pinter banget ngegombal.'' kata Nisa.


''Cuma sama kamu aja sayangku.'' kata Kendra.


''O iya anak-anak mana mas?'' tanya Nisa yang sudah sangat merindukan kedua putra kembarnya.


Cklek


Saat Kendra mau menjawab pertanyaan Nisa, sudah ada seseorang yang membuka pintu kamar yang mereka tempati saat ini.


''Sayang.'' ternyata mommy Sifa lah yang masuk dengan art di belakangnya yang mendorong troli berisi makanan. ''Sekarang kamu makan dulu ya terus minum obat.'' kata mommy Sifa.


''Aku suapi ya...'' kata Kendra dan di angguki oleh Nisa. ''Anak-anak mana mom?'' tanya Kendra.

__ADS_1


''Ada di luar sama yang lain.'' jawab mommy Sifa. ''Nanti setelah Nisa selesai makan...barulah mereka di bawa ke sini, supaya tak mengganggu bundanya saat makan.'' sambung mommy Sifa.


__ADS_2