Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 116


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Seorang Kendra Wijaya nyatanya malam ini gelisah menunggu istrinya yang tak kunjung ke kamarnya yang sekarang sudah berubah status menjadi kamar mereka.


Sedari tadi dirinya hanya berjalan mundur mandir sambil sesekali duduk di ranjang, pindah ke sofa dan begitu seterusnya.


Dan oh jangan lupakan sebentar-sebentar matanya menatap ke arah jam yang ada di nakas.


''Kenapa lama sekali...apa jamnya rusak.'' gerutu Kendra.


Karena tak percaya dengan jam yang di nakas, akhirnya dia mengambil ponsel miliknya dan benar saja jam yang tertera di sana menunjukkan pukul yang sama dengan yang di nakas.


''Ish.'' desisnya kesal.


Sebenarnya tadi Kendra sudah mengalihkan pikirannya dengan membuka email yang dikirimkan Rio padanya...tapi dirinya sama sekali tak berkonsentrasi.


''Ck.'' decak Kendra lalu keluar dari kamar.


Masih sama sepeti yang dia lakukan di kamar, dia berjalan sambil sebentar duduk terus berjalan lagi begitu terus.


''Loh kak...ngapain kamu?'' tanya Sifa yang baru dari dapur mengambil minum.


''Eh gak ngapa-ngapain kok mom.'' sahut Kendra yang sebenarnya sedikit kaget. ''Mommy dari mana?'' tanya Kendra.


''Ini dari dapur ambil minum kak, minum di kamar kebetulan habis.'' jawab Sifa. ''Gak bisa tidur?'' tanya Sifa.


''Belum ngantuk mom.'' jawab Kendra.


''Belum ngantuk apa memang karena belum bisa tidur sebab yang dikeloni masih di kamar Kirana...'' goda Sifa.


''Ck mommy.'' decak Kendra.


''Mommy ke kamar duluan ya sayang.'' kata Sifa. ''Kalau sudah gak tahan gedor saja pintu kamar Kirana.'' goda sang mommy lagi yang di sertai dengan kekehan.

__ADS_1


''Mommy.'' geram Kendra.


Setelah menunggu beberapa saat Kendra kembali melihat jam yang ada di ponselnya...betapa lega hatinya karena sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


Tanpa ba bi bu dan menunggu lagi...Kendra langsung saja menggedor pintu kamar Kirana.


Tok


Tok


Tok


''Buka dek...cklek...cklek...'' seru Kendra sambil memegang tarikan pintu, karena pintu kamar Kirana di kunci dari dalam dan hak itu menambah kekesalannya.


''Cklek...cklek...dek.'' seru Kendra lagi.


''Kak.'' panggil Kenan yang baru saja naik dari mengantar kekasihnya pulang. ''Ngapain?'' tanya Kenan.


''Gak ngapa-ngapain.'' sahut Kendra. ''Sudah sana kamu masuk kamar.'' titah Kendra.


''Selamat malam.'' sahut Kendra.


Tok


Tok


''Buka dek.'' seru Kendra lagi.


Cklek


''Ck ngapain sih kak?'' tanya Kirana dengan kesal.


Sebenarnya dari tadi dirinya dan Nisa mendengar panggilan Kendra namun Kirana abaikan sebab sesi cerita atau lebih tepatnya sesi curhatnya belum selesai.

__ADS_1


''Mana istri kak?'' tanya Kendra. ''Waktumu sudah habis dari tadi.'' katanya.


''Aku disini mas.'' sahut Kendra.


Kendra langsung saja meraih salah satu tangan Nisa untuk di raihnya.


''Ayo.'' ajak Kendra dan Nisa menganggukkan kepalanya.


''Selamat malam Kirana.'' ucap Nisa.


''Selamat malam princess.'' ucap Kendra.


''Selamat malam kakak...kakak ipar.'' ucap Kirana lalu menutup pintu kamarnya setelah kedua pasangan yang mulai saling mencintai itu berjalan menuju kamar mereka sendiri.


Cklek


''Aku ke kamar mandi dulu mas.'' kata Nisa.


Nisa membersihkan dirinya termasuk menggosok gigi serta biang air kecil terlebih dahulu...rutinitasnya sebelum tidur, setelah semua selesai barulah dirinya keluar.


Kendra bergantian masuk kedalam kamar mandi dan melakukan hal yang sama.


Sedangkan Nisa...dirinya sudah berada di ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.


Glek


Kendra yang baru saja keluar kamar mandi langsung di suguhkan dengan pemandangan yang begitu indah dan ini benar-benar nyata.


''Sayang...'' panggil Kendra dengan mata yang tak henti-hentinya menatap penampilan Nisa malam ini.


Memakai lingerie dengan warna hitam yang begitu kontras dengan warna kulitnya yang putih.


Dan satu lagi...Nisa tak memakai jubahnya sehingga membuat sesuatu yang di bawah dan sudah sangat siap untuk bertempur.

__ADS_1


Kendra yang keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya langsung saja berjalan menghampiri sang istri.


''Sayang...'' bisik Kendra tepat di telinga Nusa dan jangan lupakan dengan napas yang keluar dari hidungnya yang langsung menerpa leher Nisa sehingga membuat wanita itu meremang.


__ADS_2