Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 137


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Pilih saja yang kamu mau sayang.'' bisik Kendra saat tepat di belakang tubuh Nisa.


Nisa yang sedang melihat-lihat koleksi pakaian di butik milik adik dari daddy mertuanya itu tidak menyadari kehadiran sang suami di sana...mungkin terlalu fokus atau terlalu mengagumi karya anggota keluarga suaminya itu.


''Astaghfirullah...mas bikin kaget deh.'' pekik Nisa yang tadi sempat berjingkat karena kaget.


''Iya maaf sayang karena sudah bikin kamu kaget.'' ucap Kendra lalu mengecup sekilas bibir manis Nisa yang kini sudah berhadapan dengannya.


''Ish...malu mas.'' lirih Nisa dengan wajah yang sudah merah merona.


''Khem...khem...pamer kemesraan terus.'' seru Kenan.


''Mentang-mentang kita-kita gak ada pasangan di sini jadi pamer keromantisan.'' timpal Kirana.


''Bodo amat.'' sahut Kendra.


''Aku seneng deh kak lihat Kendra bisa seperti itu dengan istrinya.'' kata Kania yang juga melihat bagaimana keromantisan sang ponakan.


''Hem.'' sahut Sifa dengan arah pandangan yang masih tertuju pada Kendra dan Nisa.


''Semoga rumah tangga mereka berdua langgeng dan bahagia selamanya...amin.'' kata Kania.


''Amin...semoga saja.'' sahut Sifa yang ikut mengaminkan.


Karena sejujurnya kebahagian orang tua yang sebenarnya adalah ketika melihat anak-anaknya bahagia.

__ADS_1


''Fitting baju dulu Ken.'' seru Kania.


''Iya mam.'' sahut Kendra. ''Kamu sudah sayang?'' tanyanya pada Nisa.


''Sudah tadi sama mommy juga Kirana.'' jawab Nisa.


''Yah padahal aku pengen lihat...'' keluh Kendra.


''Besok pas acara kamukan juga bisa lihat mas.'' sahut Nisa. ''Sudah sana buruan fitting bajunya...kasihan mami sama Chika sudah menunggu dari tadi loh.'' kata Nisa.


''Hem baiklah.'' pasrah Kendra. ''O iya kamu lihat-lihat lagi saja nanti kalau ada yang kamu suka kamu ambil saja.'' kata Kendra.


''Iya mas.'' jawab Nisa.


Sepeninggal Kendra, Nisa memilih untuk berbincang bersama mommy Sifa juga Kirana sambil menunggu para pria selesai mencoba pakaian mereka.


''Gak ada.'' jawab Nisa.


''Lah kenapa...memangnya gak ada yang kamu suka?'' tanya Kendra heran.


''Buat apa mas, lagian tuh di lemari masih banyak pakaian yang gak kepakai...sayang uangnya, mubazir.'' jawab Nisa.


Satu lagi poin plus yang Kendra dapatkan dari sang istri.


Disaat wanita lain yang diminta untuk belanja pasti mereka akan langsung memanfaatkannya untuk memilih barang sesuka hati mereka tapi berbeda dengan istrinya yang sangat sederhana ini.


Bahkan kartu yang diberikan oleh Kendra hanya kartu platinum saja yang pernah di gunakannya dan itu hanya untuk membeli keperluan rumah tangga mereka sedangkan kartu yang black card hanya sekali di gunakan dan itupun saat Nisa pergi bersama mommy juga adiknya. Dan itu pun karena paksaan sang mommy.

__ADS_1


*****


''Sayang, tadi kenapa gak mau belanja pas di butik mami Kania?'' tanya Kendra ketika mereka berdua mengobrol sambil berbaring miring saling berhadapan di ranjang.


''Kan tadi aku sudah bilang mas.'' jawab Nisa.


''Terus kenapa kartu yang aku berikan gak pernah kamu pakai?'' tanya Kendra lagi.


''Ya buat apa, semuanya sudah tersedia hanya tinggal belanjaan bulanan saja.'' jawab Nisa lagi.


''Sayang sekali-kali pakailah kartu dari aku itu.'' kata Kendra. ''Terus apa gunanya aku giat bekerja kalau kamu gak pakai.'' sambungnya.


''Begini.'' kata Nisa. ''Aku itu dari kalangan menengah ke bawah mas, di tambah lagi ku hanyalah seorang anak yatim piatu yang hidup dari kecil hingga dewasa di panti asuhan...aku tau gimana rasanya gak punya uang...aku tau susahnya nyari dan gak punya uang, jadi aku gak mau menghambur-hamburkan uang begitu saja untuk hal-hal yang gak begitu bermanfaat.'' terang Nisa.


''Tapi sesekali tak apalah.'' kata Kendra.


''Baiklah...nanti kapan-kapan aku pakek.'' pasrah Nisa.


''Emm sayang boleh gak...itu...'' kata Kendra sambil mengkode menggunakan kedua alisnya yang di gerakkan naik turun dan Nisa yang sudah paham dengan maksud sang suami pun menganggukkan kepalanya memberi tanda persetujuan.


Ya pasti taulah bagaimana kejadian panas selanjutnya.


*****


Hai-hai semua, aku mau ucapin banyak terimakasih atas dukungan teman-teman semuanya untuk karya receh aku yang ini atau karya receh aku yang lain, dan maaf karena juga kalau banyak yang tak berkenan dan mengecewakan 🙏.


O iya aku juga mau promo karya receh terbaru aku, baru banget...baru up tadi...semoga pada berkenan mampir dan suka...terimakasih 🙏🙏😊

__ADS_1



__ADS_2