
❤️ Happy Reading ❤️
Hari ini ibu hamil kesayangan akan melakukan pemeriksaan kandungan rutin setiap bulannya.
Mommy Sifa selalu melakukan konfirmasi kepada dokter yang memeriksa menantunya itu satu hari sebelum mereka cek up.
Calon oma muda itu bahkan selalu excited excited untuk melihat calon cucunya, bagaimana keadaannya, bagaimana pertumbuhannya dan lain-lain.
''Nanti jadi periksa kandungannya?'' tanya Kendra saat mereka semua sudah selesai sarapan.
''Iya jadi mas.'' jawab Nisa.
''Jam berapa?'' tanyanya lagi.
''Jam setengah sebelas kak, kemarin mommy sudah konfirmasi.'' sahut Sifa.
''Baiklah, nanti aku antar.'' kata Kendra. ''Jangan berangkat sebelum aku datang.'' peringatnya.
''Iya.'' jawab Nisa.
Seperti halnya sang mommy, Kendra bahkan menuliskan agenda khusus ke Rio sang asisten bahwa setiap tanggal ini dirinya tak menerima pertemuan dengan klien mana pun dan siapa pun,karena ada agenda rutin setiap bulan di tanggal yang sama...yaitu melihat perkembangan sang buah hati serta istri tercinta.
Kendra benar-benar ingin menikmati momen ini, momen yang hanya terjadi sekali seumur hidup di setiap anaknya.
__ADS_1
Di setiap anak? iya Kendra memang ingin mempunyai banyak anak...itulah harapannya, tapi itu semua juga kembali lagi atas kehendak Yang Maha Kuasa dan tentu saja istrinya. Kalau cuma dia saja yang inginkan gak mungkin...karena yang akan mengandung dan melahirkan nantinya adalah sang istri.
*****
Kendra bener-bener menepati ucapannya seperti halnya bulan kemarin, jam sepuluh pagi dirinya sudah pulang dan sampai rumah untuk mengantar Nisa ke rumah sakit dengan di dampingi oleh mommy Sifa tentunya.
Begitu sampai, mereka langsung di persilahkan untuk masuk keruangan sang dokter.
''Dasar...kalo orang kaya ya begitu datang langsung di suruh masuk tanpa mengantri seperti kita.'' kata salah satu ibu hamil dengan suara sedikit keras agar terdengar saat Sifa beserta anak dan menantunya di persilahkan untuk masuk. ''Kaya gak punya sopan santun.'' imbuhnya lagi.
Pasalnya di sana masih ada beberapa orang yang mengantri untuk di periksa.
''Kita sama-sama hamil jadi jangan seenaknya dong.'' seru ibu hamil itu lagi bak seorang provokator.
Semua orang yang ada di sana pun ikut menimpali dan saling berbisik sambil menatap ke arah Sifa dan Kendra juga Nisa.
''Khem...maaf ibu-ibu bukannya kami tak mau mengantri tapi kami sudah buat janji sebelumnya dengan dokter...bahkan dari kemarin, makanya kami langsung di suruh masuk.'' kata Sifa dengan berusaha mengontrol emosinya.
Jelas sekali kalau sekarang dirinya sedang meredam emosinya, terbukti dengan kedua tangannya yang mengepal.
''Sekali lagi maafkan kami.'' kata Sifa yang langsung mengajak masuk Kendra dan Nisa.
Sifa tak mau kalau sampai ada drama lagi kalau mereka tak segera masuk.
__ADS_1
Sedangkan di luar sang suster yang jadi kena marah para pasien yang lain, dia berusaha semampunya untuk mencoba menjelaskan.
''Maaf sekali ibu-ibu, memang seperti di katakan kalau mereka sudah mengkonfirmasi dari kemarin.'' kata sang suster. ''Dan wanita paruh baya tadi adalah yang mempunyai Rumah sakit ini sedangkan yang lainnya anak dan menantunya dan ibu-ibu pun mulai terdiam sebab mengetahui apa kesalahan mereka sedangkan sang suster langsung masuk ke dalam ruangan dokter.
Di rumah sakit Sifa ini bagi para ibu-ibu hamil dan ibu menyusui serta balita khusunya yang kurang mampu atau kalangan menengah ke bawah di beri potongan biaya saat berobat di sana...bahkan ada juga yang gratis.
''Selamat ya tuan...nyonya, bayi kalian begitu sehat.'' kata sang dokter yang memeriksa Nisa.
'Wow...'' seru sang dokter tiba-tiba.
''Ada apa dok?'' tanya Kendra khawatir tapi pandangannya tak pernah lepas dari layar monitor yang menampilkan anaknya di sana.
''Selamat ya tuan...nyonya ternyata bayi kalian kembar.'' ucap sang dokter. ''Lihat di sana ada dua kantung janin.'' imbuhnya.
''Tap...tapi bagaimana bisa dok? bukannya kemarin cuma satu?'' tanya Nisa dengan perasan kaget namun juga bahagia.
''Itu kadang terjadi nyonya.'' jawab sang dokter. ''Sepertinya kemarin-kemarin dia ngumpet di belakang saudara kembarnya.'' kata sang dokter lagi. ''Kalau tuan tidak percaya maka kita akan mendengar suara detak jantung keduanya.'' imbuhnya lagi.
''Ya ampun mas, anak kita kembar.'' akta Nisa.
''Hal ini kadang memang terjadi nyonya,tuan...dan usia kandungan nyonya yang memang sudah dua belas Minggu jadi biasa kalau yang dulunya ngumpet maka sudah waktunya menunjukkan diri.'' katanya lagi. ''Dan ukuran perut nyonya memang sudah kelihatan membesar melebihi ukuran perut normal yang hanya mengandung satu bayi.'' ujarnya lagi.
''Bener banget, mommy sebenarnya sudah sedikit curiga...karena ukuran perut kamu tak seperti ukuran untuk usia kehamilan pada bulan ini.'' sahut Sifa. ''Seperti mommy dulu waktu mengandung Kenan juga Kirana...namun bedanya mereka tak ada acara ngumpet segala.'' kata Sifa yang di akhiri dengan kekehan kecil di belakangnya.
__ADS_1
''Hem...anak ayah mau kasih kejutan ya...'' bisik Kendra di dekat perut sang istri. ''Ayah sangat suka kejutan kalian.'' sambungnya lagi.