
❤️ Happy Reading ❤️
''Bagaimana sayang?'' tanya Sifa.
''Iya mas sudah kasih ijin mom asal aku janji gak kelelahan saja.'' kata Nisa.
''Ya sudah sekarang kita turun dan langsung berangkat saja.'' kata Sifa. ''Tapi tunggu sebentar, mommy mau ambil tas dulu.'' katanya lagi dan di angguki oleh Nisa. Nisa pun melakukan hal yang sama, kembali ke kamar untuk mengambil tasnya.
Nisa sangat cantik sekali memakai dress longgar warna ungu violet yang panjangnya hingga di bawah lutut berlengan pendek.
Tak lupa juga dirinya memakai flatshoes untuk alas kakinya, semenjak tau hamil...sandal serta sepatunya yang berhak yang berjejer rapi di lemari langsung di kunci lemarinya oleh Kendra.
Kendra tak mau kalau sampai kecolongan si ibu hamil coba-coba memakai yang sepatu satu sandal berhak tinggi saat dirinya tak ada.
Setelah sama-sama keluar, dia wanita berbeda usia itu langsung berjalan turun kebawah menggunakan lift.
''Ayo dad.'' ajak Sifa begitu melihat sang suami yang duduk di ruang keluarga bersama kedua orangtuanya.
''Eh iya ayo.'' kata Kendra.
__ADS_1
*****
Tujuan pertama mereka saat ini adalah kediaman Arman dan Nia yang masih satu rumah dengan orangtua Sifa.
Setelah berbicara panjang lebar disana, mereka kemudian berpamitan untuk pergi ke rumah Putri dan Kania juga suaminya sudah menunggu di sana.
Tadi saat Sifa bilang kalau Nisa ikut, Kania langsung memutuskan untuk pergi ke rumah Kemal dan Putri, agar nanti mereka bertemu di sana saja, karena kasihan dengan bumil...takut kecapekan.
''Sayang...kamu lebih baik sekarang istirahat ya.'' kata Sifa saat mereka sudah selesai makan siang di rumah Kemal.
''Iya mom.'' jawab Nisa yang langsung di antar salah satu art menuju kamar untuknya beristirahat.
''Iya kak, kalau bisa jaraknya jangan terlalu lama...lagiankan mereka juga seumuran.'' sahut Putri.
''Kalau rencana kami sih hari ini Kenan melaksanakan ijab,baru besok pagi Kirana yang melakukan ijab bersama Reyhan dan malamnya kita akan langsung menggelar resepsi pernikahan mereka secara bersamaan di salah satu ballroom hotel milik keluarga kita.'' jawab Sifa.
''Ide bagus tuh kak.'' kata Putri.
''Masalah tempat tinggal gimana?'' tanya Kemal.
__ADS_1
''Kamu tau sendiri kalau mension utama itu untuk anak laki-laki pertama jadi yang akan menempati mension selamanya otomatis ya Kendra...sedangkan untuk Kenan...kami sudah mempersiapkannya hunian untuknya yang hanya berjarak beberapa meter dari mension utama.'' jawab Kevin. ''Sedangkan Kirana jangan di tanya...dia harus mengikutinya suaminya.'' imbuhnya lagi.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Loh kak...kok kamu?'' tanya Sifa saat melihat kehadiran sang putra.
''Tadi aku ada meeting di sekitar sini mom, jadi berhubung kalian ada di sini...aku putusin buat mampir.'' jawab Kendra. ''Em Nisa mana mom?'' tanyanya saat tak melihat keberadaan sang istri padahal tadi sudah jelas-jelas istrinya itu menelpon untuk meminta ijin pergi bersama mommy dan daddynya.
''Ada, dia di kamar sedang istirahat.'' jawab Putri.
''Oh kalau gitu Kendra mau lihat Nisa dulu ya semua.'' pamit Kendra.
''Halah bilang saja kalau kamu itu datang kesini memang sengaja mau ketemu Nisa.'' ejek Kemal yang sukses menghentikan langkah sang pewaris kerajaan bisnis keluarga Wijaya.
''Wah ayah tau aja sih.'' sahut Kendra. ''Sudah ah Kendra mau lihat Nisa.'' katanya lagi dan langsung melanjutkan langkahnya.
''Huh dasar bucin akut.'' seru Kemal yang masih bisa di dengar jelas oleh Kendra.
__ADS_1
''Terimakasih yah atas pujiannya.'' ucap Kendra. ''Tapi ayah juga sama sajakan.'' ucapnya dengan telak.