
❤️ Happy Reading ❤️
''Eugh...'' lenguh si bumil yang baru saja menggeliat dari tidur nyenyaknya.
Hal pertama yang di lakukan Nisa adalah meraba-raba tepat di sampingnya...tempat di mana biasanya suaminya terlelap.
Nisa mengernyitkan dahinya tapi masih dengan mata yang tertutup karena tak mendapatkan apa yang dia inginkan.
''Kemana mas Kendra?'' gumamnya.
Perlahan namun pasti, Nisa mulai mengerjap-ngerjapkan matanya hingga terbuka secara sempurna.
Nisa melihat sekeliling namun sama sekali tak ada tanda-tanda keberadaan sang suami.
Kemudian diraihnya ponsel yang terletak di atas nakas untuk melihat jam berapa sekarang.
''Hah...astaghfirullah sudah siang ternyata.'' kata Nisa sedikit terkejut karena melihat waktu yang sudah menunjukan pukul setengah sepuluh pagi.
Sewaktu bangun tadi Kendra sengaja tak membuka gorden kamarnya agar sang istri tetap nyaman dalam tidur nyenyaknya tanpa terusik dengan cahaya yang mentari yang masuk ke kamar.
Pikiran Nisa saat ini adalah menghubungi Kendra.
📱''Halo assalamualaikum.'' sapa Nisa.
__ADS_1
📱''Wa'alaikumsalam sayang.'' sahut Kendra. ''Sudah bangun? hem.'' tanya Kendra.
📱''Mas kok gak bangunin aku tadi?'' tanya balik Nisa karena menurutnya pertanyaan sang suami itu tak perlu dijawab.
Sudah tau kalau dirinya menelpon...ya tentu saja sudah bangun.
📱''Aku gak tega buat bangunin kamu sayang...habis kamu tidurnya nyenyak banget.'' jawab Kendra.
📱''Tapikan aku jadi gak enak sama orang rumah mas.'' gundah Nisa. ''Kalau kita di apartemen mah gak apa-apa...lah ini di mension utama.'' sambungnya lagi.
📱''Sudah kamu tenang saja...mereka juga ngerti kok keadaan kamu.'' kata Kendra menenangkan.
📱''Tap...'' kata Nisa.
📱''Hem baiklah.'' kata Nisa.
📱''Good.'' kata Kendra. ''Aku tutup dulu ya sayang...ada meeting sebentar lagi.'' katanya lagi. ''Love you...assalamualaikum.'' ucap Kendra.
📱''Iya mas, love you to...wa'alaikumsalam.'' tutup Nisa.
''Huh...'' Nisa mendesah kasar karena tetap saja dirinya merasa tidak enak pada mertuanya.
Nisa kemudian beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya supaya lebih segar sebelum turun kebawah untuk sarapan serta meminta maaf pada mertuanya atas kejadian yang sangat memalukan pada pagi ini, terlebih pagi ini di rumah masih ada kakek dan nenek yang menginap.
__ADS_1
*****
''Mommy sama yang lainnya mana mbak?'' tanya Nisa pada salah satu art yang bertemu dengannya begitu pintu lift terbuka karena sudah sampai di lantai bawah.
''Nyonya ada di gazebo belakang bersama yang lainnya nyonya muda.'' sahut sang art.
''Terimakasih ya mbak.'' ucap Nisa.
''Maaf nyonya muda.'' kata sang art lagi saat Nisa mulai melangkah ke arah di mana mertuanya berada.
''Iya mbak.'' kata Nisa yang sudah menghentikan langkahnya.
''Itu nyonya muda...tadi nyonya besar berpesan kepada seluruh art, kalau melihat nyonya muda turun...di minta untuk langsung sarapan, katanya ini pesan dari tuan muda Kendra.'' kata sang art lagi.
''Hem baiklah mbak kalau gitu aku makan dulu.'' kata Nisa.
Nisa kali ini makan sendirian karena semua orang sudah makan sarapan mereka tadi pagi tentunya.
Tentunya makanan yang di makan Nisa adalah makanan baru, karena Sifa tak mau kalah makan yang dihangatkan...jadi hanya sekali untuk makan saja bisa dirinya memasak.
Kalau tidak habis, tentunya langsung akan di bagi dengan para asisten rumah tangganya.
Begitu selesai makan, Nisa langsung di sodori dengan segelas susu khusus ibu hamil dan juga vitamin yang harus alias wajib di minumnya.
__ADS_1
Baru setelahnya dia pergi untuk berjumpa dengan penghuni rumah yang lainnya yang sedang bersantai di gazebo taman belakang.