Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 215


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Waktu terus saja bergulir sehingga sudah lebih dari tiga minggu Nisa terluka...dan kini keadaannya jauh lebih baik lagi, sedikit demi sedikit Nisa sudah bisa berjalan dengan normal meskipun sebentar-sebentar dirinya harus beristirahat.


Maklumlah, kakinya masih harus menyusahkan lagi karena sudah lama tak di gunakan sebagaimana mestinya.


Dan hari ini kediaman keluarga Wijaya sudah cukup ramai dengan anggota keluarga yang lain, mengingat pernikahan Kenan dan Kirana yang hanya tinggal satu minggu lagi.


''Syukurlah keadaan Nisa sudah lebih baik.'' kata mami Kania yang memang sudah berada di sana bersama dengan suaminya juga Kemal dan Arman bersama keluarga mereka masing-masing.


''Iya Kan, kami sangat bersyukur untuk itu.'' sahut mommy Sifa.


''Kalau seandainya kondisi Nisa belum membaik juga...mungkin kami akan lebih memilih untuk memundurkan pernikahan Kenan dan Kirana.'' sambung daddy Kevin.


''Ya jangan begitu dong dad...kan kasihan mereka.'' kata Nisa yang merasa tak enak hati kalau sampai kondisinya yang menjadi kendala dan penghambat kebahagian kedua adik iparnya.

__ADS_1


''Kami gak mungkin bahagia kalau kakak sendiri kondisinya belum membaik.'' sambung Kirana.


''Kami ingin ada kakak juga untuk menyaksikan kebahagian kami.'' imbuh Kenan.


Perkataan kedua adik iparnya serta mertuanya sungguh membuat Nisa merasa sangat di sayangi di keluarga ini sehingga membuat Nisa langsung berkaca-kaca.


''Sudah jangan menangis.'' kata Kendra yang melihat sang istri. ''Semuanya sudah lewatkan dan kita akan menjadi salah satu saksi bersatunya cinta mereka.'' imbuhnya lagi.


''He'em.'' angguk Nisa. ''Aku sangat berterimakasih pada keluarga ini, karena aku begitu mendapatkan kasih sayang yang sangat besar dari sini yang tak pernah aku rasakan selama beberapa tahun.'' imbuhnya.


''Kita ini keluarga, jadi sudah seharusnya kita saling mengerti dan menyayangi satu sama lain.'' timpal Putri.


''Sudah-sudah nanti tante bisa nangis kalau lama-lama kayak gini...sekarang lebih baik kita mempersiapkan apa saja yang di butuhkan untuk pernikahan Kenan dan Kirana.'' kata Nia agar suasana tak bertambah melow.


''Tapi maaf...aku gak bisa bantu apa-apa.'' ucap Nisa sedih, karena tadinya dia sangat bersemangat dengan acara pernikahan kedua adik iparnya itu.

__ADS_1


''Tidak perlu bantu apa-apa kak.'' kata Kirana. ''Kakak cukup duduk manis sama aku dan kak Kenan juga si kembar.'' katanya lagi. ''Biar semua itu menjadi urusan mereka.'' imbuhnya lagi.


''Semua sudah di handle oleh pihak wo.'' kata mommy Sifa. ''Kiya hanya perlu mengawasi serta memantau saja.'' imbuhnya lagi.


''Iya kita cuma perlu tunjuk ini itu, kasih saran begini...begini, mau kita bagaimana...sudah.'' sambung Kania dengan entengnya.


Selang beberapa saat ada salah seorang art yang memberi tahu Sifa bahwa ada orang yang datang mengantarkan pesanan dirinya.


''Pesan apa kak?'' tanya Kemal penasaran.


''Pesan beberapa barang untuk acara nanti malam.'' jawab mommy Sifa.


''Memangnya nanti malam ada acara apa mom?'' tanya Kirana.


''Ada acara syukuran untuk kesembuhan kak Nisa yang akan di hadiri oleh anak-anak panti serta anggota majelis taklim di sekitar sini.'' jawab mommy Sifa.

__ADS_1


''Mommy dan daddy serta oma dan opa yang mengatur semuanya.'' kata Kendra memberi tahu saat sang istri seperti hendak bertanya.


Hati Nisa semakin terharu mendapat perlakuan seperti ini...perlakuan dari sebuah keluarga yang sudah sangat terbukti menyayanginya.


__ADS_2