Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 223


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Sah


Seru kata sah membuat semua yang berada di sana bernapas lega sambil mengucapkan kalimat hamdalah.


Terlebih lagi Kenan...serasa sesuatu yang tadi menghimpit paru-parunya hilang seketika sehingga dia bisa bernapas dengan lega sekarang.


Begitu pula yang di rasakan Vira sang pengantin perempuan...begitu mendengar kata sah...air matanya langsung menetes begitu saja tanpa permisi.


Vira di bawa keluar dari kamar dengan di dampingi oleh Luna sang ibu juga Nisa yang tadi di ajak oleh Luna.


''Kedip...'' bisik Kendra sambil memegang pundak sang adik.


''Cantik ya kak...'' kata Kenan.


''Iya cantik banget.'' sahut Kendra yang membuat Kenan langsung menoleh pada sang kakak. ''Apa?'' tanya Kendra.


''Bini aku itu kak.'' kata Kenan yang sepeti tak terima ada pria lain yang memuji kecantikan wanita yang saat ini berstatus istrinya itu.


''Cih, yang aku bilang cantik itu istri aku sendiri tau.'' sanggah Kendra. ''Tuh yang berjalan di samping Vira.'' sambungnya.

__ADS_1


''Eh iya ada kak Nisa...hehehe.'' kata Kenan yang di sertai kekehan.


Dia merutuk dirinya sendiri yang sampai tak sadar jika ada kakak iparnya di sana, karena pandanganya sedari tadi hanya terfokus pada wanita yang baru saja menyandang status sebagai nyonya Kenan Wijaya.


*****


Satu persatu...tahap demi tahap pun sudah di lalui, berbagai nasehat serta petuah pun sudah di sampaikan kepada pasangan baru ini.


Kini tiba acara bebas...yaitu makan-makan serta beramah tamah.


Kirana menghampiri kedua calon mertuanya yang datang bersama calon suaminya.


Setelah menyapa sebentar, Kirana langsung berpamitan sesuai apa yang di katakan sang mommy tadi dan calon mertuanya pun mengerti akan hal itu.


''Tapi Rey...'' kata Kirana.


''Apa kamu gak kangen sama aku?'' tanyanya memotong kata-kata Kirana.


''Iya aku juga kangen.'' lirih Kirana sambil menundukkan kepalanya.


Tanpa mereka sadari...ada sepasang mata yang telah mengawasi mereka sedari tadi.

__ADS_1


Ya...orang itu adalah mommy Sifa yang sedari tadi sudah selalu mewanti-wanti Kirana.


''Khem...'' terdengar suara deheman seseorang yang sontak saja membuat Kirana melepaskan tangannya dari genggaman tangan Reyhan.


''Kak Nisa.'' lirih Kirana.


''Maaf ya Reyhan...kakak harus membawa Kirana.'' ucap Nisa.


''Tapi kak...'' kata Reyhan.


''Ra, kamu di cari sama mommy jadi lebih baik kamu kesana dulu gih.'' kata Nisa pada Kirana.


Tadi mommy Sifa meminta Nisa untuk memanggil Kirana, juga mommy Sifa meminta Nisa untuk memberi sedikit pengertian pada Reyhan.


''Baik kak.'' jawab Kirana.


Namun sebelum pergi, Kirana menatap kearah Reyhan yang juga menatap ke arahnya.


Terlihat sekali rasa kerinduan yang membuncah dari tatapan mata mereka berdua...tapi yah mau bagaimana lagi.


''Begini ya Rey, bukannya kami tak mengijinkan kamu dan Kirana untuk berbincang, tapi mengingat sebenarnya kalian ini sedang di pingit dan sebenarnya juga tak boleh berjumpa...jadi kamu taulah maksud kakak.'' tutur Nisa. ''Kalau bukan karena ini adalah pernikahan Kenan...pasti Kirana juga tak akan berada di sini, bahkan tak di ijinkan keluar rumah.'' tuturnya lagi.

__ADS_1


''Iya kak.'' jawab Reyhan.


''Tahan Rey...hanya tinggal besok dan seterusnya kamu akan terus bisa menatap serta berbincang sama dia.'' kata Nisa lagi dan di angguki oleh Reyhan karena yang di katakan calon kakak iparnya itu memang benar adanya.


__ADS_2