Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 65


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Dasar anak satu ini?'' gumam Sifa. ''Kendra mommy sedang bicara denganmu!'' seru Sifa.


''Apa sih mom?'' tanya Kendra. ''Kendra dengar apa yang mommy bicarain.'' kata Kendra lagi.


''Kamu ini kalau di ajak bicara kok gak ngenakin banget.'' kata Sifa.


''Ish.'' desis Kendra.


''Nisa, semoga saja kamu sabar menghadapi es batu itu.'' sindir Sifa.


Nisa hanya menjawab dengan seulas senyum tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


''Ya ampun kalian kok malah ngobrol disini.'' kata Kevin yang baru datang menyusul. ''Ayo keluar.'' ajak Kevin.


''Iya dad, ini juga sudah siap kok.'' jawab Sifa.


Mereka semua keluar beriringan. Dimulai dari Sifa dan Kevin, di belakangnya di susul oleh pasangan pengantin baru baru di belakangnya yaitu Kirana serta Kenan.


Semua tamu langsung menatap kearah mereka...semua terkagum dengan karisma yang di keluarkan para pria dari keluarga Wijaya dan mereka juga terkesima dengan kecantikan serta keanggunan para wanita keluarga Wijaya.


Acara malam ini di hadiri oleh para kolega bisnis serta para petinggi perusahaan keluarga Wijaya, tak lupa pula para sahabat Kevin dan Sifa serta para kenalan keluarga ayah Harun dan papa Adi. Bukan hanya itu yang datang juga ada dari para rekan Nisa dari tempatnya mengajar yang kebetulan juga yayasan milik keluarga Wijaya.


Acara lebih meriah lagi karena di hibur dengan penampilan para artis ternama ibu kota.


Yang tak ada di sana hanyalah para awak media yang memang tidak di perbolehkan masuk kedalam ballroom hotel.

__ADS_1


Tapi mereka bisa meliputi para tamu yang hadir di lobi hotel dan keluarga Wijaya juga keesokan harinya akan mengadakan konferensi pers untuk mengenalkan menantu pertama dari seorang crazy rich Kevin Wijaya.


Acara malam ini berlangsung dari pukul setengah delapan malam sampai pukul setengah sebelas malam.


MC dari tiga orang artis kawakan sangat lues dalam membawakan perannya malam ini sehingga suasana terasa bertambah mencair karena di iringi dengan sedikit banyolan- banyolan dari mereka.


*****


Di pertengahan acara, saat acara berdansa...MC pun minta Kendra dan Nisa untuk maju kedepan di mana ada panggung yang lebih rendah di sebelah panggung untuk bernyanyi yang di gunakan untuk para MC.


''Untuk tuan muda Kendra dan nona Nisa...kami persilahkan untuk maju ke depan.'' kata MC 1.


''Mari kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk pengantin kita pada malam hari ini.'' seru MC yang kedua.


''Nah karena sudah ada di sini jadi kami meminta kepada tuan dan nona untuk berdansa bersama kami.'' kata MC 3. ''Bagaimana semuanya... setuju!'' serunya.


'' Kamu kenapa?'' tanya Kendra yang menangkap kegugupan pada diri Nisa.


''Ken, bagaimana ini...aku...aku sama sekali tidak pernah dan juga tak bisa berdansa.'' bisik Nisa.


''Sudah kamu tenang dan ikuti saja langkahku.'' sahut Kendra.


Begitu musik mulai di putar, Kendra dan Nisa mulai saling berhadapan, sangat terlihat dengan jelas wajah Nisa yang sangat gugup.


Kendra mulai memegang kedua tangan Nisa dan membimbingnya untuk memegang pundaknya, setelah itu dia pun mulai menggerakkan tangannya untuk memegang pinggang Nisa.


''Ikuti langkahku.'' kata Kendra. ''Satu langkah ke kanan kemudian baru satu langkah kekiri...begitu terus selanjutnya.'' bisiknya lagi memberikan instruksi.

__ADS_1


''Ehm...baiklah.'' sahut Nisa yang sebenarnya masih sangat ragu.


Pertama bisa saja tapi saat di tengah-tengah Nisa tak sengaja menginjak kaki kiri Kendra.


''Ach...'' desis Kendra.


''Ah maaf...maaf...'' ucap Nisa dengan panik karena sangat merasa bersalah.


''Hem.'' sahut Kendra.


Untung saja para tamu yang ada di depan panggung semuanya ikut sibuk berdansa sedangkan yang lainnya pada sibuk beramah tamah serta menikmati hidangan yang tersedia jadi tak ada yang menyadari apa yang terjadi pada kedua mempelai.


''Berikan tepuk tangan yang meriah untuk kedua mempelai kita.'' seru MC 2 saat lagu sudah selesai.


''Acara dansa sudah, bagaimana kalau sekarang kita ke acara potong kue pengantin.'' kata MC 1.


Kendra dan Nisa pun di giring untuk mendekati kue pengantin yang sangat tinggi dan tak lupa pula di tangan Kendra sudah diberikan satu pisau panjang untuk di pergunakan oleh mereka memotong kue.


Setelah potong kue, di lanjutkan dengan minum bersama.


Karena mereka muslim dan tak menkonsumsi alkohol, jadi yang di tuang oleh Nisa dan Kendra adalah minuman bersoda.


Mereka memegang satu botol berdua, lalu menuangkannya di gelas yang sudah di susun ke atas, dari atas sampai gelas yang paling bawah sudah ikut terisi.


Para tamu pun sudah menegang minuman mereka yang di hantarkan oleh para pelayan.


''Chirs...'' seru para MC sambil mengangkat gelas mereka ke atas untuk beraulang, begitu pula Nisa juga Kendra dan para tamu yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2