Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 222


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Waktu terus saja bergulir...hingga kini tiba saatnya Kenan untuk melaksanakan ijab qobul di kediaman sang kekasih.


''Sudah siap Nan?'' tanya Kendra yang masuk ke dalam sang adik.


''Iya kak.'' jawab Kenan.


''Kalau gitu...ayo keluar.'' ajak Kendra. ''Semua keluarga sudah menunggu di bawah.'' imbuhnya lagi yang di angguki oleh Kenan.


''Wah ini dia calon pengantin kita.'' seru Kemal begitu melihat Kendra dan Kenan turun dari lantai atas.


''Gantengnya anak mommy.'' kata mommy Sifa yang berjalan menghampiri sang putra.


''Anak siapa dulu dong mom.'' sahut Kevin.


''Cih percaya diri sekali anda.'' ledek Kemal.


''Memang itu kenyataannya.'' sahut Kevin tak mau kalah.


''Sudah...sudah kalian berdua ini, sudah pada tua-tua juga masih bertingkah seperti anak kecil.'' lerai oma Iren yang membuat mereka berdua langsung terdiam.


''Ayo berangkat sekarang...nanti bisa-bisa kita terlambat loh.'' kata opa Adi.

__ADS_1


''Tunggu.'' kata mommy Sifa tiba-tiba saat mereka semua hendak melangkah keluar rumah.


''Ada apa lagi mom?'' tanya daddy Kevin.


''Kirana...'' panggil mommy Sifa pada sang putri yang saat ini sedang berjalan bersama sang kakak ipar.


''Iya mom.'' sahut Kirana.


''Nanti di sana pasti juga ada Reyhan dan keluarganya...jadi mommy harap kamu hanya menyapa mereka dan tidak lama-lama mengobrol dengan Reyhan, karena besok kalian akan menikah.'' kata mommy Sifa.


''Lah mom...'' protes Kirana.


''Kalau mommy gak kasihan sama kamu, mommy pasti gak ijinin kamu ikut mengingat besok hari pernikahanmu.'' kata mommy Sifa sebelum sang putri protes lebih banyak lagi.


''Sudah...terima saja Ra, lagian hanya tinggal besok dan seterusnya kalian akan selalu bersama serta bertemu setiap hari dari awal bangun tidur sampai tidur kembali.'' kata Nisa menghibur sang adik.


''Sudah ayo.'' ajak Nisa. ''Jangan cemberut gitu...nanti cantiknya ilang loh.'' sambungnya lagi.


''Siapa dad?'' tanya mommy Sifa saat melihat mobil masuk ke dalam halamannya ketika mereka baru akan masuk kedalam mobil mereka masing-masing.


''Assalamualaikum.'' salamnya. ''Untung kamu tidak terlambat.'' kata Nana yang baru saja keluar dari mobil.


''Wa'alaikumsalam.''

__ADS_1


''Mama...mama Nana datang...'' kata Kenan.


''Tentu saja...karena ini pernikahan putra dan besok putri mama.'' jawab Nana yang mendapatkan pelukan dari sang calon pengantin.


Hubungan mereka memang sebaik itu, jadi Nana menganggap anak-anak Sifa seperti anaknya sendiri yang sama seperti Kendra, begitu pula sebaliknya.


''Ma...pa...'' sapa Kendra dan Nisa.


''Bagaimana kabar kalian? baikkan.'' kata Nana pada keduanya.


''Iya ma alhamdulilah.'' sahut Nisa.


Nana memang tak di beri tahu tentang kecelakaan yang menimpa Nisa. Mereka terlalu kasihan pada Nana dan suaminya jika harus bolak balik meskipun naik pesawat tak membutuhkan waktu yang lama.


''Eh cucu-cucu mama...ehm sudah pada besar...gembul, bikin gemes ya pa.'' kata Nana yang melihat kedua cucu kembarnya. ''Pengen gendong tapi mama baru dari luar...jadi nanti saja.'' imbuhnya lagi.


''Dilanjut nanti saja ngobrolnya...sekarang lebih baik kita berangkat.'' kata daddy Kevin.


''Bener...takutnya nanti kita kena macet dan berujung dengan datang terlambat.'' timpal Kendra.


*****


''Sudah jangan tegang gitu...nanti malah jadi ngeblank loh.'' kata Kendra yang duduk tepat di belakang sang adik.

__ADS_1


''Gak bisa kak...aku tegang dan gugup banget.'' lirih Kenan.


''Sekarang coba kamu tarik napas dalam terus hembuskan...'' saran Kendra. ''Ulangi beberapa kali.'' sambungnya lagi dan di angguki oleh Kenan.


__ADS_2