Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 217


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Ibu Farida yang berjalan bersama dengan Nisa menuju di kamar yang di mana anak-anaknya berada saat ini merasa ada sedikit yang aneh dengan cara berjalan wanita yang susah di anggap putrinya sendiri itu.


Bukan hanya itu, karena baru beberapa langkah berjalan...Nisa sudah berhenti...dan terus seperti itu hingga beberapa kali hingga merek sampai pada di kembar.


Cklek


''Cucu-cucu nenek....assalamualaikum.'' sapa ibu Farida pada kedua anak Nisa yang saat ini sedang berguling di tempat tidur di temani dengan kedua pengasuh mereka.


''Wa'alaikumsalam.'' sahut Nisa juga kedua pengasuh di kembar.


''Cucu-cucu nenek yang tampan dan Sholeh ini lagi apa?'' tanya ibu Farida lagi meskipun tau kedua cucunya itu tak mungkin menjawab pertanyaan yang di lontarkannya karena masih terlalu kecil.


''Lagi main nenek.'' jawab Nisa mewakili kedua putranya.

__ADS_1


''Nenek kangen sayang...sudah lama ya kita gak ketemu.'' kata ibu Farida sambil mencium bergantian pipi si kembar Kenzie dan Kenzo.


''Mbak berdua bisa istirahat sebentar...biar anak-anak sama saya dan ibu.'' kata Nisa pada kedua pengasuh anaknya.


''Baik nyonya kalau begitu kami permisi.'' sahutnya dan langsung berpamitan.


*****


''Nis, ibu mau tanya dan tolong jawab dengan jujur...ibu gak mau ada lagi yang kamu tutupi dari ibu.'' kata ibu Farida ketika kedua pengasuh si kembar sudah pergi dari sana.


''Seberapa parah luka di kaki kamu?'' tanya ibu Farida dengan nada yang cukup serius. ''Huft...ibu tadi melihat bagaimana cara kamu berjalan yang begitu pelan tak seperti biasanya dan hanya untuk sampai di sini yang notabene jaraknya tak begitu jauh dari ruang keluarga...kamu harus berhenti berhenti beberapa kali.'' sambungnya lagi.


''Jadi...'' Nisa pun akhirnya mengatakan bagaimana lukanya pada ibu Farida dan dia juga bilang kalau dirinya baru beberapa hari mulai berjalan kembali dengan normal meskipun ya begitu...masih sedikit pelan dan berhenti beberapa kali karena masih merasakan sedikit ngilu di bagian tulangnya.


''Ya ampun Nisa, sampai seperti itu dan kamu sama sekali tak memberi tahu ibu.'' respon ibu Farida.

__ADS_1


''Maaf bu', Nisa hanya tak ingin membuat ibu khawatir dan menjadi beban pikiran ibu semakin bertambah.'' ucap Nisa yang kini d


sudah menundukkan kepalanya.


''Hem baiklah kalau ini ibu maafkan.'' sahut ibu Farida yang akhirnya membuat Nisa bernapas lega dan langsung mendongakkan kepalanya. ''Tapi jika lain kali ada apa-apa dan kamu sampai tak memberi tahu ibu...'' kata ibu Farida lagi yang meraih menjeda kata-katanya. ''Ibu bakal marah sama kamu.'' imbuhnya lagi.


''Em lain kali kalau ada apa-apa pasti akan Nisa kasih kabar bu'.'' sahut Nisa. ''Maaf.'' ucapnya sekali lagi.


Ibu Farida pun langsung merengkuh tubuh Nisa kedalam pelukannya beberapa saat dan setelah itu mereka berdua kembali memperhatikan baby twins yang sedang asik dengan dunia mereka sendiri.


''Mereka berdua benar-benar sangat tampan...seperti Kendra.'' ujar ibu Farida. ''Apalagi pipi mereka yang bulat kayak bakpao...bikin gemes.'' imbuhnya.


''Kabar adik-adik panti gimana bu'?'' tanya Nisa.


''Baik, nanti malam mereka akan kesini karena mendapat undangan dari keluarga suamimu.'' jawab ibu Farida. ''Harusnya ibu juga datangannya nanti malam bersama mereka tapi karena ibu sudah terlanjur cemas, panik juga khawatir tentang bagaimana keadaanmu...jadi ibu kesini duluan.'' sambungnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2