Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 176


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Seusai sholat subuh, Nisa memutuskan untuk berjalan-jalan di taman belakang rumah sambil menghirup udara segar dan tentu saja di temani oleh Kendra.


Suami posesifnya itu mana mau melepaskannya sendirian padahal biasanya setiap habis sholat subuh dirinya akan di sibukkan dengan mengecek segala pekerjaannya persis sama seperti daddy Kevin dulu...memang buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya.


''Ada apa mas?'' tanya Kendra yang sedari tadi sibuk memperhatikan sang istri yang masih berdiri tak jauh dari dirinya duduk.


''Ah enggak ada apa-apa kok.'' jawab Kendra. ''Kamu semakin kelihatan cantik dan seksi.'' imbuhnya.


''Ih gombal banget sih kamu mas...orang aku gak pakek make up apa-apa dan seksi dari mananya...orang bengkak semua gini kok.'' sahut Nisa..


''Sini.'' panggil Kendra sambil menjulurkan tangannya agar di raih Nisa.


Nisa pun menyambutnya dengan senang hati dan duduk di samping Kendra.


''Sayang...sini lihat aku.'' pinta Kendra sehingga saat ini mereka saling berhadapan. ''Bagi aku kamu ini wanita tercantik mau pakek ataupun tanpa make up.'' kata Kendra. ''Dan menurut aku sampai kapanpun kamu masih kelihatan seksi kok dan hamil kayak gini kamu tambah kelihatan super seksi. dan mempesona.'' sambungnya. ''Kamu menempati tempat terspesial dalam hatiku bersama ke empat wanita yang lainnya.'' imbuhnya lagi yang membuat Nisa sontak saja melotot.

__ADS_1


''Empat...?'' cicit Nisa.


''Iya saat ini iya...empat plus kamu jadinya lima.'' kata Kendra.


''Oh gitu ya.'' ketus Nisa yang langsung cemberut mendengarnya dan saat ini dirinya sudah merubah posisinya tak mengharap Kendra.


''Sayang...hei...hadap sini dong...suaminya ada di sini loh.'' kata Kendra namun Nisa masih acuh tak acuh. ''Em kamu pengen tau agak siapa empat wanita itu?'' goda Kendra yang tau kalau saat ini istrinya pasti sudah salah sangka terbukti dengan nada bicaranya yang ketus.


''Enggak.'' tegas Nisa.


''Yakin gak mau tau?'' tanya Kendra yang semakin gencar menggoda istrinya.


''Sayang...aduh...kok malah nangis sih.'' kata Kendra dengan lembut.


''Kamu jahat...hiks...hiks...hiks...'' kata Nisa sesegukan.


''Oke...oke...aku minta maaf, aku kasih tau siapa saja wanita itu.'' ucap Kendra.

__ADS_1


''Aku gak mau tau juga gak mau dengar kalau cuma bikin hati aku tambah sakit.'' sahut Nisa lalu berdiri dari duduknya.


Baru saja mau melangkah namun tangannya sudah di pegang oleh Kendra.


''Lepas.'' seru Nisa yang terasa sakit hatinya...di pikirnya hanya dia wanita satu-satunya yang ada di hati sang suami namun ternyata masih ada wanita-wanita lain, istri mana yang tak terluka mendengarnya.


''Kamu salah paham sayang...dengerin dulu ya.'' kata Kendra berusaha membujuk.


Dirinya yang menggoda...malah dirinya juga yang di buat kelabakan saat ini.


''Sayang...jangan gini dong...nanti kalau mommy tau, suamimu ini bisa kena masalah.'' kata Kendra memelas.


''Biarin.'' ketus Nisa.


''Ayo duduk dulu biar kau jelasin...biar kamu tau dan gak salah paham kayak gini.'' bujuk Kendra. ''Semua ini gak seperti yang ada dalam bayangan serta benak kamu sayang.'' imbuhnya.


Namun Nisa hanya diam dan enggan untuk menanggapi. Nisa tak pergi dari sana cuma dirinya kembali duduk menghadap lurus kedepan.

__ADS_1


''Jadi ke empat wanita yang spesial di hati aku selain kamu...'' kata Kendra.


__ADS_2