Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 120


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Masih berlanjut di taman belakang kediaman Wijaya...


Kendra yang merasa sangat nyaman sama sekali tidak mempedulikannya sekitarnya....dirinya sangat cuek berbeda dengan Nisa yang sedari tadi sudah menahan malu di hadapan keluarga sang suami.


''Aku juga mau dong honey.'' kata Kinara.


''Iya mau juga kayak gitu beb...romantis.'' kata Vira.


''Jangan macem-macem ya kalian...belum halal.'' peringat Kendra dengan nada dinginnya.


''Kakak...'' rengek Kirana. ''Lagian juga gak macem-macem cuma satu macem doang.'' rajuknya.


''Nikah dulu baru boleh.'' sahut Kendra.


''Ish makanya dong kak jangan mesra-mesraan di sini...kan jadi ngiri lihatnya.'' kata Kirana.


Kendra pun akhirnya memilih untuk kembali mendudukkan tubuhnya dari pada terus mendengarkan celotehan adik perempuannya itu yang malah membuat kepalanya pusing.


Cup


''Ih kakak!'' seru Kirana ketika sang kakak setelah duduk malah terus mencium puncak kepala istrinya itu.


Kalau di bilang sengaja...ya Kendra memang sengaja agar adiknya itu bertambah kesal...siapa suruh dia juga membuat suasana hati Kendra kesal duluan dengan banyak celotehannya itu.

__ADS_1


*****


''Masih pada betah di sini...'' kata Sifa yang menghampiri anak-anaknya di gazebo. ''Yuk kita ngobrol bareng di teras...tu lihat oma, opa, kakek dan nenek kalian juga ingin mengobrol sama kalian.'' kata Sifa lagi.


''Iya mom.'' sahut semuanya.


Memang setelah para orangtua istirahat sejenak...mereka kembali lagi duduk di teras belakang yang kini kursi-kursi dan mejanya sudah di singkirin di pinggir tembok...dan di ganti dengan alas duduk...karena ingin lesehan saja duduknya.


Nisa yang ikut mengekor di belakang sang mertua bukannya ikut duduk sepeti yang lain tapi malah melipir berjalan ke dapur.


Nisa mengambil black forest dessert box dan puding buah buatannya tadi.



Nisa juga membuat minuman untuk mereka minum dan pilihannya jatuh pada es timun markisa.



"Eh iya Nisa mana..." sahut Sifa.


"Nisa di sini mom." sahut Nisa yang berjalan mendekat kearah mereka semua dengan membawa sebuah nampan di tangannya dan jangan lupakan di belakangnya juga sudah ada dua satu orang art yang membawa troli yang berisikan makanan.


"Wah apa ini sayang?" tanya mama Iren.


"Ini ada es, sama puding buah dan dessert box oma." jawab Nisa.

__ADS_1


"Black forest dessert boxku...akhirnya aku memakanmu juga." seru Kirana dengan kata-kata yang sedikit lebay dan sontak saja semuanya tertawa oleh putri satu-satunya seorang Kevin Wijaya.


"Sampek segitunya dek." kata Sifa.


"Dari bikin tadi aku sudah ngiler banget mom." sahut Kirana. "Tadi sama kak Nisa sudah suruh makan tapi kata Kaka Nisa juga lebih enak kalau dimakan dingin." sambungnya.


Nisa mengambil duduk di sebelah sang suami.


"Mau yang mana mas?" tanya Nisa.


"Ehm puding dulu." jawab Kendra dan dengan sigap Nisa langsung mengambilkan puding buah untuk Kendra.


"Opa juga mau dong sayang." kata papa Adi dan Nisa pun tak keberatan untuk mengambilkannya.


"Mommy mau makan dessert boxnya...jadi penasaran mommy kenapa anak gadis mommy ini sudah gak sabar memakannya." kata Sifa.


Nisa juga mengambil dessert box untuk di makannya, hingga tak sengaja ada sedikit yang tersisa di sudut bibirnya.


Kendra yang melihatnya langsung mengulurkan tangannya dan hal itu di lihat oleh Sifa sehingga membuat mommy tiga anak tersebut memberi kode pada sang suami agar melihat kearah sang putra.


Di lap dengan lembut sudut bibir itu dengan jari jempolnya...sehingga membuat Nisa langsung menoleh ke arah Kendra...


''Manis.'' lirih Kendra yang membuat Nisa menjadi blushing kembali apalagi alih-alih jijik Kendra malah memasukkan jari jempol yang ada creamnya tadi ke dalam mulutnya baru mengatakan sebuah kata tadi ''Manis''...seberapa detik mereka berdua saling tatap.


''Ih kak Kendra...dari tadi bikin iri terus deh!'' seru Kirana yang juga melihat adegan tersebut sehingga tatapan Kendra dan Nisa teralihkan.

__ADS_1


''Ck merusak suasana saja.'' kesal Kendra.


''Kakak tu yang dari tadi mengumbar kemesraan aja.'' kata Kirana. ''Kan kita-kita jadi ngiri plus pengen di pamerin kayak gitu terus.'' sambungnya.


__ADS_2