
❤️ Happy Reading ❤️
Cklek
''Assalamualaikum.'' salam Kendra saat memasuki kamarnya dan melihat Nisa sedang mengemasi pakaian yang akan mereka bawa besok ke Singapore.
''Wa'alaikumsalam.'' sahut Nisa lalu berjalan ke arah Kendra untuk menyalami secara takzim tangan suaminya. ''Aku siapin air buat mas mandi...'' ujar Nisa lalu berlalu dari hadapan Kendra.
Sepeninggal Nisa, Kendra duduk di sofa lalu menyandarkan punggungnya dengan tangan yang memijat-mijat pangkal hidungnya.
''Apa mas lagi sakit...pusing? mau Nisa pijat...'' tawar Nisa ketika baru keluar dari kamar mandi.
''Enggak usah, cuma sedikit capek saja.'' sahut Kendra.
Kerena melihat Kendra masih melakukan hal yang sama serta sama sekali belum beranjak dari duduknya, membuat Nisa berinisiatif berjalan mendekat dan memijat kepala Kendra.
''Eh.'' seru Kendra merasa kaget saat Nisa mulai menyentuh kepalanya dari belakang.
''Ma...maaf mas, Nisa cuma mau mijit kepala mas saja biar sedikit lebih rileks.'' kata Nisa.
''Gak usah.'' sahut Kendra dengan cepat.
''Sekali ini saja mas.'' kata Nisa. ''Paling tidak buatlah aku sedikit menjadi bagian dari hidupmu...buatlah aku paling tidak sedikit saja berguna.'' lirih Nisa lagi.
''Baiklah kali ini aku mengijinkanmu.'' kata Kendra yang merasa tidak tega.
__ADS_1
Benar kata Nisa...Kendra merasa sedikit rileks serta sakit kepalanya sedikit jauh lebih membaik. Kesibukannya akhir-akhir ini benar-benar sangat memeras otaknya.
''Sudah, aku sudah jauh lebih baik.'' kata Kendra. ''Terimakasih.'' ucapnya.
''Sama-sama mas, sebaiknya sekarang mas mandi terlebih dahulu.'' kata Nisa. ''O iya apa mas Kendra sudah makan?'' tanya Nisa sebelum Kendra benar-benar melangkahkan kakinya.
''Belum.'' sahut Kendra lalu masuk ke dalam kamar mandi.
*****
''Nisa.'' panggil Sifa yang melihat keberadaan menantunya malam-malam begini berada di dapur.
''Mom.'' sahut Nisa.
''Lagi ngapain?'' tanya Sifa.
''Kendra sudah pulang?'' tanya Sifa yang tau kalau malam ini putranya ijin tidak ikut makan malam dirumah karena harus lembur menyelesaikan pekerjaannya sebelum besok dia bertolak ke Singapura.
''Iya sudah mom.'' jawab Nisa. ''Apa ada yang perlu Nisa bantu mom?'' tanya Nisa.
''Oh gak usah...ini mommy cuma mau ambil minum saja.'' jawab Sifa. ''Ya sudah kalau begitu mommy ke kamar dulu ya.'' kata Sifa begitu sudah membawa satu teko air minum serta gelas di tangannya. ''Kamu juga jangan malam-malam tidurnya.'' kata Sifa lagi perhatian.
''Iya mom.'' sahut Nisa.
Sedangkan di kamar Kendra yang baru keluar dari kamar mandi clingak clunguk mencari keberadaan sang istri.
__ADS_1
''Dimana dia?'' gumam Kendra saat tak melihat Nisa di sana.
Kendra pun tak mau ambil pusing dengan entah di mana keberadaan istrinya saat ini, dia langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah di siapkan Nisa....celana sedikit di atas lutut dan kaos oblong lengan pendek.
Karena memikirkan pekerjaannya, Kendra kembali duduk di sofa dengan menatap layar monitor di depannya.
Cklek
''Makan dulu mas.'' kata Nisa begitu masuk ke dalam kamar sudah di suguhi dengan pemandangan suaminya yang kembali lagi bekerja...padahal suaminya itu baru saja pulang serta belum sempat mengisi perutnya tapi ini malah sudah menatap laptop miliknya lagi.
Nisa meletakan piring yang berisi Pasta salmon bayam yang dimasaknya sendiri dengan kedua tangannya malam ini, serta tak lupa juga Nisa membawa satu gelas susu juga satu gelas air mineral.
Kenapa pasta salmon bayam...karena kombinasi salmon dan bayam mengandung asam lemak omega-3 yang berkhasiat untuk mengatasi peradangan dan mencegah resiko penyakit jantung apalagi cara memasaknya juga gak terlalu ribet...simple tapi enak.
Kerena Kendra jari-jari masih sibuk menari-nari indah di atas keyboard sehingga beberapa menit dia masih mengabaikan makannya, membuat Nisa menghela nafasnya.
''Makanlah mas.'' kata Nisa dengan tangan yang sudah memegang sendok berisi dan di berikan tepat di depan mulut sang suami.
Awalnya Kendra sedikit kaget dengan apa yang di lakukan Nisa, dia tak menyangka kalau istrinya mempunyai inisiatif seperti itu.
''Aak...'' beo Nisa dengan ekor mata yang melirik ke arah sendok.
Kendra pun mau tak mau memakan makanannya dengan di suapi Nisa.
''Apa kamu sudah makan?'' tanya Kendra.
__ADS_1
''Iya sudah mas.'' jawab Nisa.
Suap per suap Nisa sodorkan ke mulut Kendra hingga semua makanan tandas tak tersisa.