Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 96


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Tanpa sepatah kata pun Kendra membawakan laju kendaraannya sedikit kencang.


''Mas...bisa tolong pelankan sedikit.'' cicit Nisa. ''Nisa takut.'' lirihnya lagi.


Kendra yang mendengar suara Nisa sedikit bergetar secara otomatis langsung menoleh ke si empunya suara.


Dan benar saja wajah Nisa terlihat sedikit pucat, juga berkeringat dengan mata yang menutup dan oh jangan di lupakan tangannya yang sudah berpegangan erat pegangan yang ada di atas pintu penumpang.


Melihat hal tersebut membuat Kendra sedikit merasa bersalah dan menurunkan kecepatan laju kendaraannya.


Tapi hal itu tak serta merta membuat perasaannya membaik. Bayang-bayang Nisa yang sedang berbincang dengan akrabnya dengan rekan satu profesinya itu jelas-jelas masih seperti terlihat di pelupuk mata elangnya.


Chitt


Kendra mengerem secara mendadak ketika sudah sampai di basement apartemen.


Untung saja Kendra meletakkan tangannya di dasbor mobil sehingga sewaktu Kendra mengerem mendadak kening Nisa membentur tangan Kendra, kalau tidak sudah dapat di pastikan pasti kening Nisa bakalan benjol atau minimal memar merahlah karena terbentur dengan dasbor.


Masih dengan aksi diamnya, Kendra lalu membuka pintu mobil dan menutupnya dengan keras, setelah itu Kendra mengitari mobil untuk membukakan pintu untuk Nisa.


Di tariknya tangan kiri Nisa dengan kasar, untung saja di parkir ada lift khusus untuk Kendra menuju ke apartemennya, kalau tidak maka mereka berdua bisa menjadi tontonan para penghuni apartemen lainnya yang sedang berlalu lalang.


Cklek


Brak


Di buka dan di tutupnya pintu apartemen dengan sangat keras sehingga membuat Nisa terlonjak kaget.


Masih dengan menyeret tangan Nisa, Kendra membawa Nisa ke dalam kamar mandi yang ada di kamarnya lalu di guyurnya tubuh Nisa langsung di bawah shower air dingin sampai Nisa menggigil kedinginan.

__ADS_1


''Mas.'' panggil Nisa.


''Bersihkan tubuhmu.'' perintah Kendra. ''Aku gak mau kalau sampai ada bekas laki-laki lain di tubuhmu.'' sambungnya.


''Apa mak...'' sebelum Nisa menyelesaikan ucapannya, Kendra sudah lebih dulu keluar dari kamar mandi dan meninggalkannya begitu saja.


Nisa yang kedinginan lalu langsung mematikan air shower dan mengganti pakaiannya.


Kendra sama sekali tak menampakkan batang hidungnya kembali setelah kejadian di kamar mandi.


''Kenapa mas Kendra melakukan ini semua kepadaku.'' lirih Nisa.


*****


Kendra sengaja pergi agar dirinya tak berbuat lebih...dia tak ingin kalau Nisa terkena dampak emosinya.


Tapi sayangnya yang di kantor yang kena amukannya.


''Kalau tidak becus...segera ajukan surat pengunduran diri.'' bentaknya lagi.


Sampai sang ob pun kena semburannya, katanya kopinya gak paslah rasanya dan masih banyak lagi yang lainnya.


Rio sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuan bos yang sekaligus sahabatnya hari ini....moodnya benar-benar buruk...buruk sekali.


Tok


Tok


Tok


''Masuk.'' seru Kendra.

__ADS_1


Cklek


''Pak bos.'' panggil Rio.


''Hem.'' sahut Kendra.


''Ada masalah?'' tanya Rio.


''Huft...'' bukannya menjawab, Kendra malah menghela nafasnya.


''Cerita...bukannya marah-marah gak jelas.'' kata Rio.


Kendra memang selalu terbuka dengan Rio, dia menceritakan segalanya tentang apa yang membuat moodnya benar-benar berantakan hati ini.


''Fix ini mah kamu beneran cemburu.'' kata Rio menyimpulkan.


''Ngarang.'' bantah Kendra. ''Aku cuma gak mau aja kalau citra keluarga Wijaya buruk gara-gara dia.'' katanya.


''Halah masih gak mau ngaku.'' kata Rio. ''Kalau sudah cinta bilang aja cinta...nanti kalau beneran sudah di ambil orang lain baru nyesel.'' imbuhnya lagi.


''Taulah pusing aku.'' sahut Kendra.


''Pikirin baik-baik...kamu sudah jadi seorang suami sekarang bukan ABG labil lagi.'' saran Rio. ''Pastiin juga tuh perasaan kamu.'' sambungnya. ''Aku balik ke ruangan dulu.'' pamitnya.


''Masa iya sih aku cemburu?'' monolog Kendra pada dirinya sendiri. ''Apa iya aku sudah jatuh cinta?'' monolognya lagi.


Nisa pun yang di rumah berpikir secara keras tentang apa yang membuat Kendra bisa semarah itu padanya.


Tak pernah terbayang olehnya bahwa dia akan mendapatkan perlakuan seperti ini dari Kendra sehingga membuat air matanya tak mau berhenti untuk menetes.


''Cengeng.'' lirih Nisa pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2