
❤️ Happy Reading ❤️
Karena memang jadwal pekerjaannya yang sibuk selama di Singapura, begitu sampai tanpa beristirahat dulu...dia langsung menuju ke perusahaan Wijaya cabang Singapura.
Nisa yang tak mau sendirian di hotel pun memaksa ikut sang suami ke perusahaan, dia juga ingin mengetahui bagaimana aktivitas serta kesibukan suaminya itu.
''Jadi bagaimana?'' tanya Kendra pada orang yang mengikutinya sampai memasuki ruangannya.
''Semua berkasnya sudah saya letakkan di meja anda pak bos.'' jawabnya.
''Meetingnya bagaimana?'' tanya Kendra lagi.
''Akan di adakan lima belas menit lagi pak bos.'' jawabnya lagi.
''Baik, jelaskan.'' perintah Kendra.
Sekertarisnya yang ada di perusahaan itu pun paham dan mengerti apa yang di perintahkan oleh sang atasan.
Pegawai Kendra itu mulai membuka suaranya untuk menjelaskan tentang apa yang akan mereka meetingkan hari ini.
Kendra pun sambil mendengarkan penjelasan bawahannya, dia sibuk membuat serta membaca laporan yang sudah di siapkan di mejanya.
Sedangkan Nisa, wanita yang sudah berstatus istri namun masih perawan itu sibuk mencuri-curi pandang serta mencuri dengar dengan pembicaraan suami dan bawahannya.
__ADS_1
''Maaf pak bos, sudah waktunya.'' kata sang pegawai setelah melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
''Hem.'' sahut Kendra lalu berdiri dari duduknya. ''Aku tinggal meeting sebentar, kamu gak apa-apakan aku tinggal?'' tanya Kendra.
''He'em.'' sahut Nisa sambil menganggukkan kepalanya.
*****
Satu setengah jam berlalu, dan tak terasa Nisa yang menunggu Kendra selesai meeting di landa kejenuhan dan secara tak sadar diapun ketiduran karena memang tak ada teman untuk menemaninya sekedar ngobrol di sana.
Pandangan Kendra saat pertama kali masuk ke dalam ruangannya adalah seorang wanita yabg sedang tertidur lelap di sofa dengan posisi duduknya.
''Ya ampun, apa pinggangnya nanti gak sakit kali dia tidur dengan posisi seperti ini.'' gumam Kendra lalu diapun mendekat ke arah Nisa untuk memindahkannya ke kamar pribadi yang ada di ruangan itu.
Di rebahkannya pelan-pelan agar tak mengusik ataupun membangunkan.
Di sibakkannya anak rambut yang sedikit menutupi wajah ayu nan damai itu.
''Cantik.'' gumam Kendra dengan pandangan mata yang tak lepas dari paras ayu yang sedang tertidur lelap.
Tak ingin semakin larut dengan pikiran serta hasratnya, Kendra segera keluar dan memukai kembali pekerjaannya.
Karena tak bisa di pungkiri bahwa Kendra jugalah pria biasa serta pria dewasa yang normal...jadi melihat Nisa dalam waktu yang lama saat sedang terlelap seperti itu tak menampik kemungkinan akan membuat jiwa laki-lakinya muncul.
__ADS_1
*****
''Eugh...'' lenguh Nisa. ''Dimana aku?'' gumamnya. ''Sebaiknya aku cuci muka dulu baru keluar.'' gumamnya lagi lalu berjalan ke arah pintu yang lebih kecil yang dia yakini sebagai kamar mandi.
Dan bener saja itu adalah kamar mandi pribadi milik Kendra yang ada di perusahaan ini.
''Keluar sajalah.'' gumamnya lagi lalu keluar dari kamar tersebut setelah dirinya dari kamar mandi.
Cklek
''Kamu sudah bangun?'' tanya Kendra tanpa sama sekali mengalihkan pandangannya dari laptop yang ada di atas meja kerjanya.
''Iya.'' sahut Nisa dengan singkat. ''O iya terimakasih ya mas karena sudah mau gendong Nisa ke kamar.'' ucap Nisa.
''Iya gak masalah, lagian aku melakukan itu juga karena takut nanti kalau ada tamu jadi gak ada tempat untuk duduk karena sudah kamu buat tidur.'' sahut Kendra yang membuat Nisa sedikit kesal mendengarnya.
''Ya ya terserah apapun itu alasannya, aku tetap ucapin terimakasih.'' kata Nisa.
''Kalau kamu bosen atau jenuh, kamu bisa ke hotel.'' kata Kendra.
''Aku disini saja tunggu kamu sampai selesai bekerja mas.'' kata Nisa.
''Terserah kamu saja.'' sahut Kendra.
__ADS_1