Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 226


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Malam hari...ballroom salah satu hotel keluarga Wijaya sudah di sulap dengan sedemikan rupa sehingga tampak mewah, modern dan sangat elegan.


Tamu yang di undang pun tak tanggung-tanggung...karena lebih dari seribu undangan telah di sebar oleh ketiga keluarga tersebut, mengingat ketiga keluarga tersebut adalah keluarga pengusaha semua.


Para tamu yang sudah datang sejak beberapa menit waktu yang lalu, mengalihkannya pandangan mereka ke arah satu titik yang sama, yaitu ke arah di mana mempelai pengantin dan anggota keluarga yang baru saja memasuki ruangan acara.


Di barisan pertama ada Luna beserta Egi dan pasangan tuan serta nyonya Adiguna.


Lalu di barisan kedua ada nyonya dan tuan Wijaya yang beriringan dengan Kendra dan Nisa.


Barulah di barisan ketiga di susul dengan kedua pasang pengantin Kenan dan Vira serta Kirana dan Reyhan yang di iring oleh Oma Iren dan papa Adi serta nenek Dewi dan kakek Bayu dan di belakangnya ada Nana beserta suami serta anak dan menantunya.


Tepuk tangan pun bersahutan menyambut kedatangan mereka.


Acara diadakan hingga selesai hampir tengah malam.


''Kalian berdua lebih baik kembali ke kamar duluan.'' kata mommy Sifa pada Kendra dan Nisa saat melihat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.

__ADS_1


''Iya kasihan cucu-cucu daddy.'' sambung Kevin yang takut kalau kedua cucu laki-lakinya rewel karena mencari keberadaan sang ibu. ''Dan Nisa juga masih butuh banyak istirahat.'' imbuhnya lagi.


''Apa gak apa-apa mom?'' tanya Nisa.


''Gak apa-apa.'' jawab mommy Sifa.


''Atau kalau enggak biar aku sendiri saja yang kembali ke kamar mom, mas Kendra gak apa-apa di sini saja.'' kata Nisa yang merasa tidak enak jika sang suami harus kembali bersamanya lebih dahulu, mengingat Kendra adalah pewaris utama perusahaan Wijaya.


''Sudah gak apa-apa, biar Kendra ikut sama kamu saja.'' kata Kevin. ''Biar nanti daddy jelaskan kenapa kalian kembali lebih dahulu.'' imbuhnya.


''Baiklah dad, mom..kalau begitu kami ke kamar dulu.'' pamit Kendra dan di angguki oleh kedua orangtuanya.


Mereka berdua berjalan bergandengan tangan menuju keluar dari ballroom menuju dimana kamar mereka berada.


Malam ini seluruh keluarga memang menginap di hotel semuanya dan baru akan kembali esok hari.


*****


Dan benar saja...baru masuk kedalam kamar dimana kedua baby sitter twins menginap...mereka berdua sudah di sambut dengan tangisan kakak Kenzie.

__ADS_1


''Kenapa mbak?'' tanya Nisa yang baru masuk dan di bukakan pintu oleh Tina.


''Gak tau nyonya...tiba-tiba saja tuan muda Kenzie menangis.'' jawabnya.


''Sini sayang...sama bunda.'' kata Nisa yang langsung mengambil alih sang putra dari gendongan salah satu pengasuh mereka.


Baby Kenzie yang mendengar suara sang bunda pun langsung terdiam, sedangkan baby Kenzo yang sudah mulai merengek langsung di gendong oleh sang ayah agar tak jadi menangis.


''Kangen sama ayah dan bunda ya...'' kata Nisa sambil menciumi pipi gembul sang putra. ''Mbak Tina dan mbak Siti bisa langsung istirahat saja, biar Kenzie dan Kenzo kami bawa ke kamar.'' kata Nisa lagi.


''Baik nyonya muda.'' sahut keduanya.


*****


Maaf semuanya...hanya bisa up satu aja, soalnya aku lagi konsentrasi buat belajar jalan beberapa hari ini...jenuh setiap hari cuma duduk di kamar saja dan kalau kemana ribet meski pakek tongkat dua.


Dan kalau malam mau nulis juga gak begitu konsen, karena kaki aku ngilu...sakit tiap habis di pakai buat belajar jalan.


Jadi mohon pengertiannya ya semua...dan juga mohon do'anya agar kaki dan tangan aku cepat sembuh... terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2