
❤️ Happy Reading ❤️
Sesuai perkataan Sifa tadi pagi, begitu semua sudah berangkat kerja...Sifa langsung mengajak Nisa untuk pergi berbelanja salah satu ke mall keluarga Wijaya.
Sifa memang sengaja mengambil libur hari ini...karena ingin menghabiskan waktu bersama sang menantu dan ini untuk yang pertama kalinya jadi membuatnya sangat antusias sekali.
''Kita ke salon langganan mommy duku ya sayang.'' kata Sifa begitu mereka sampai.
''Iya mom.'' jawab Nisa nurut.
*****
''Selamat datang.'' sapa salah satu pegawai salon ketika dua wanita beda usia itu masuk.
''Apa...'' kata Sifa.
''Nyonya Wijaya...apa kabar.'' sapa Mala sang owner salon yang tiba-tiba datang karena melihat kehadiran Sifa.
Keluarga Wijaya memang member di salon tersebut.
''Baik Mala.'' jawab Sifa.
''Tumben datang gak telpon eke dulu nyonya?'' tanya Mala sang pria gemulai itu.
''Sebenarnya gak ada rencana kesini sih...spontan saja.'' jawab Sifa.
''Eh ini siapa nyonya ?'' tanyanya melihat kearah Nisa.
''Mantu aku...masak kamu lupa sih.'' jawab Sifa.
__ADS_1
''Ya maaf nyonya eke kan ketemu langsung juga baru pas nikahan kemarin.'' sahutnya.
''La, aku ingin paket perawatan komplit.'' kata Sifa.
''Baiklah...mari nyonya.'' kata Mala.
Mala lalu memanggil pegawainya untuk memberikan perawatan yang terbaik untuk pelanggan kelas atasnya.
Sifa memang sengaja mengajak Nisa untuk melakukan berbagai treatment perawatan dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Tujuannya hanya semata-mata agar sang putra menjadi tertarik juga terpesona dengan istrinya.
Nisa memang sudah cantik natural, glowing, kulitnya juga halus dan putih, tapi apa salahnya kalau Sifa ingin membuat Nisa lebih terlihat cantik dari sebelumnya.
*****
Begitu selesai melakukan treatment perawatan, Sifa kembali mengajak Nisa untuk masuk ke toko yang menjual barang-barang branded.
Satu persatu dia meminta Nisa untuk mencobanya.
Nisa cukup kaget dengan nominal yang tertera di masing-masing barang yang di pilihkan oleh sang mertua.
Semua yang di rasa pas serta cocok untuk Nisa, langsung di ambil oleh Sifa dan membawanya ke meja kasir.
''Mom.'' panggil Nisa. ''Apa ini gak terlalu banyak?'' tanyanya dengan lirih.
''Gak apa-apa sayang, inikan kali pertama kamu berbelanja setelah menikah dengan Kendra.'' jawab Sifa.
''Tapi ini terlalu mahal mom.'' kata Nisa lagi.
__ADS_1
''Sudah ayo kita bayar.'' sahut Sifa.
''Total semuanya Rp75.570.000 nyonya.'' kata sang kasir setelah selesai menotal semua belanjaan Sifa.
Nisa sampai kaget...lebih tepatnya tercengang mendengar total belanjaan yang berjumlah sangat fantastis.
''Kartu dari Kendra mana sayang.'' kata Sifa.
''Tap...tapi mom.'' kata Nisa yang ragu memberikan kartu Kendra, karena takut suaminya itu bakalan marah bila mengetahui jumlah belanjaan yang jumlahnya bikin geleng-geleng kepala.
''Sudah sini.'' kata Sifa lalu menyerahkan kartu tersebut ke kasir begitu Nisa memberikannya. ''Habis ini kita makan dulu ya...mommy laper.'' kata Sifa lagi.
''Iya mom.'' jawab Nisa.
*****
Sejak keluar dari toko hingga makan, Nisa hanya banyak diam dan cenderung melamun.
''Kamu kenapa sayang?'' tanya Sifa.
''A...aku gak apa-apa kok mom.'' jawab Nisa.
''Mommy tau kalau kamu sedang tidak baik-baik saja.'' sahut Sifa. ''Kamu kenapa?'' tanya Sifa kembali.
''Nisa cuma...cuma takut kalau mas Kendra marah karena sudah menggunakan uangnya terlalu banyak mom.'' kata Nisa sejujurnya tentang apa yang sedari tadi sangat mempengaruhi pikirannya.
''Hahaha...gak apa-apa sayang.'' kata Sifa yang di sertai kekehan.'' Kendra gak bakal marah sama kamu, kalau sampai itu terjadi bilang saja kalau mommy yang minta untuk kamu beli itu semua...biar mommy yang bertanggung jawab.'' sambung Sifa.
''Tap...'' kata Nisa.
__ADS_1
''Dengerin mommy baik-baik.'' potong Sifa. ''Mommy tau gimana perasaan kamu dan apa yang ada dalam pikiran kamu, karena dulu mommy juga seperti kamu saat Oma serta bunda Putri dan mami Kania pertama kali mengajak mommy berbelanja dan langsung menghabiskan dalam jumlah yang sangat fantastis sepeti ini...'' kata Sifa memberi tahu ceritanya. ''Mommy juga hanya dari kalangan menengah bukan dari kalangan kelas atas seperti keluarga daddy.'' sambungnya.
''Tapi mommy dan Nisa berbeda mom.'' kata Nisa.