
❤️ Happy Reading ❤️
''Mas, kok makannya di dalam kamar?'' tanya Nisa. ''Apa gak sebaiknya kita makan di luar bareng sama yang lain?'' tanyanya lagi.
Saat ini memang sudah tiba waktunya makan siang, jadi setelah mereka selesai mandi dan beribadah...Kendra memutuskan untuk memesan makanan dan makan bersama sang istri di kamar.
''Memangnya kamu pikir mereka masih ada disini?'' tanya Kendra.
''Lah bukannya iya?'' tanya Nisa balik.
''Mereka sudah pulang dari sejak tadi pagi sayang...setelah sarapan.'' jawab Kendra.
''Kok...'' kata Nisa.
''Kok aku tau?'' potong Kendra melanjutkan ucapan Nisa dan Nisa pun mengangguk membenarkan. ''Aku tau karena tadi pagi mommy kesini dan bilang.'' sambungnya lagi.
''Ish betapa malunya aku nanti kalau ketemu sama mommy dan yang lainnya mas.'' keluh Nisa. ''Gara-gara kamu sih.'' ketusnya.
__ADS_1
''Lah kok gara-gara aku...bukannya kamu juga sangat menikmatinya hingga tak henti-hentinya mendesah di bawah kungkunganku.'' goda Kendra yang membuat pipi Nisa bersemu merah.
''Sepertinya aku salah bicara.'' gumam Nisa dalam hati merutuki kebodohannya dalam berucap.
''Sudah tidak usah malu-malu...mereka juga pernah muda kok.'' kata Kendra. ''Jadi jangan pikirkan yang macam-macam...cukup pikirkan waktu kita yang dia hari ini di hotel.'' sambungnya lagi yang membuat mata Nisa sedikit melotot.
''Apa tadi kata suaminya dua hari di hotel...'' kata Nisa dalam hati.
''Hitung-hitung kita honeymoon singkat.'' ujar Kendra lagi sambil mengerlingkan matanya.
''Terus selama dua hari kita ngapain aja mas?'' tanya Nisa ingin tau apa yang telah di rencanakan suaminya.
''Makanya kalau ngomong itu di filter dan jangan seenaknya.'' kata Nisa dengan kesal. ''Ngomong kok gak di saring dulu.'' lanjutnya lagi.
''Seperti kataku semalam...aku pengen mereka segera hadir...di sini.'' ucap Kendra sambil tangan yang mengelus perut rata Nisa.
''Mereka?'' beo Nisa.
__ADS_1
''Iya mereka.'' jawab Kendra. ''Siapa tau aja kembar seperti Kenan dan Kirana.'' lanjutnya lagi.
Kendra memindahkan posisinya...yang tadinya duduk di samping sang istri, kini berpindah duduk berlutut di depan sang istri dengan mensejajarkan wajahnya tepat di depan perut Nisa.
''Sayang...nak...semoga saja ku cepat ada di sini...hadir di dalam perut bundamu.'' lirih Kendra. ''Ayah dan bunda sangat mengharapkan kehadiranmu...cup.'' sambungnya lalu mengecup perut Nisa di akhir kalimatnya.
Nisa yang melihat samua itu membuat matanya menjadi berkaca-kaca karena terharu.
Nisa tak menyangka bahwa suaminya itu begitu sangat mengharapkan kehadiran buah di tengah-tengah keluarga kecil mereka.
*****
Dan seperti ucapan Kendra...selama di hotel Kendra sama sekali tak mengajak Nisa untuk keluar dari dalam kamar walaupun hanya sekedar makan di luar pun tidak.
Kendra mengurung Nisa selama dua hari ini, dia benar-benar melancarkan aksinya untuk terus memadu kasih dengan sang istri, karena dia tau kalau besok mulai hari Senin dirinya akan sangat sibuk sekali mengingat status di perusahaannya saat ini, jadi dirinya benar-benar ingin memanfaatkan momen ini sebaik mungkin.
Seperti tiada lelahnya...Kendra terus menggempur Nisa dengan beberapa kali ronde permainan dari pagi hingga malam dan pagi lagi.
__ADS_1
Nisa sangat-sangat di buat kuwalahan dan heran dengan stamina ya g di miliki Kendra suaminya.