Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 132


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Nisa yang kembali tertidur setelah selesai melakukan sholat subuhnya bersama sang suami membuat dirinya bangun kesiangan pagi ini.


Niatnya cuma mau istirahat sebentar saja tapi alhasil malah kebablasan...mungkin efek karena terlalu lelah sang aktivitas malam yang saat ini sering di lakoninya.


Aktivis malam yang sangat menguras tenaga...menciptakan peluang yang bercucuran namun sama sekali tak menyurutkan semangat ke duanya walau sudah berjam-jam...beronde-ronde...hingga dini hari hari.


Aktivitas yang membuat lelah sekaligus menciptakan sebuah kenikmatan serta kepuasan yang tak bisa di tuliskan dengan kata-kata.


Aktivis yang membuat mereka berdua seraya melayang dan menuju ke puncak nirwana.


''Maaf ya mas, aku cuma buat oatmeal.'' kata Nisa sambil meletakkan satu mangkok oatmeal lengkap dengan toping buah di atasnya.


''Ini sudah lebih dari cukup.'' sahut Kendra. ''Lagian kamu gak masak pun juga gak apa-apa...kita bisa delivery order atau makan di luar sambil jalan nanti.'' sambungnya. ''Aku juga tau kamu pasti lelah.'' imbuhnya. ''Semoga dia segera hadir di sini.'' kata Kendra lagi dengan sebelah tangannya yang sudah mengusap perut datar Nisa.

__ADS_1


''Amin...semoga saja.'' sahut Nisa.


''Ya sudah sekarang kita sarapan, takutnya nanti kesiangan lagi.'' kata Kendra.


*****


''Wih pak bos sekarang kalau pagi ceria amat...'' kata Rio. ''Dapat jatah ya pak bos?'' tanyanya.


''Kamu ini pengen tau aja Yo.'' kata Kendra.


Bahkan Rio pun tau bagaimana dulu Kendra menentang keluarga terutama kedua orangtuanya demi bisa mempertahankan hubungannya dengan sang kekasih.


''Seharusnya aku berterimakasih pada mommy karena sudah memilihkan wanita yang tepat untuk mendampingiku Yo.'' kata Kendra.


''Harus pak bos.'' sahut Rio. ''Nyonya bos itu walaupun bukan ibu yang melahirkan pak bos, tapi nyonya boslah yang merawat pak bos dari kecil dengan sangat penuh kasih sayang.'' kata Rio. ''Nyonya bos itu sosok ibu sambung yang serasa ibu kandung...beliau rela melakukan apa saja serta memilihkan yang terbaik untuk dan demi pak bos.'' sambung Rio lagi.

__ADS_1


''Iya kamu benar Yo.'' kata Kendra membenarkan. '' Mommy juga segala-galanya bagiku...bahkan rasa sayangku ke mommy melebihi rasa sayangku ke mami...ibu kandungku sendiri.'' imbuhnya lagi. ''Mommy selalu ada di saat-saat terburukku...mommy yang selalu ada di setiap aku membutuhkan seseorang.'' lanjutnya.


''Em pak bos sepertinya sudah waktunya kita untuk meeting.'' kata Rio setelah melihat jam di pergelangan tangan kirinya.


''Ah iya...ayo.'' sahut Kendra. '' O iya Yo, nanti tolong pesinin bunga ya...empat buket...Jan lupa.'' perintah Kendra sambil mereka berjalan ke ruang meeting.


''Bunga...buat apa pak bos?'' tanya Rio.


''Iya bunga.'' jawab Kendra. ''Satu buket nanti kirim ke rumah nenek, sedangkan yang dua dikirim ke mension utama keluarga Wijaya untuk Oma dan juga mommy,sedangkan yang satu buket nanti aku ambil sendiri karena untuk istriku.'' jelasnya.


''Baik pak bos nanti saya pesankan di toko bunga langganan perusahaan.'' jawab Rio.


Begitulah Kendra...kalau membelikan sesuatu semua akan kebagian, seperti saat ini...mengirim bunga untuk nenek, oma, mommy serta istrinya.


Kendra tak ingin dirinya di bilang pilih kasih atau apalah itu...dia juga tak ingin terjadi sebuah kecemburuan antara satu dengan yang lainnya. Karena baginya empat wanita itu adalah para wanita yang menempati tahta tertinggi di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2