Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 185


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


"Maaf tuan muda...'' lirihnya sambil menyiapkan kata-kata yang tepat untuk orang-orang yang berkuasa di depannya.


''Maaf...? maaf untuk apa dok? kenapa? ada apa?" tanya Kendra dengan tangan yang sudah mencekram pundak sang dokter dan mengguncangnya.


''Ada apa Kak?'' tanya Nana yang baru saja datang bersama suaminya Carlos dengan raut wajah yang juga kelihatan cemas.


''Cepat katakan ada apa sebenarnya dok..." desak Kendra tanpa menghiraukan pertanyaan sang mama yang baru saja tiba.


"Ka...kami sudah berusaha sebaik serta semaksimal mungkin, tapi..." kata sang dokter.


"Tapi apa dok?" potong Kendra dengan tidak sabarnya.


"Tenang kak..." kata Kevin sambil mengelus pundak Kendra.


" Bagaimana Kendra bisa tenang dad, sedangkan Kendra belum tau bagaimana keadaan istri Kendra dan dokter itu malah meminta maaf." sahut Kendra.


"Makanya tenangkan diri kamu dulu kak...baru kita dengarkan penjelasan dokter." tutur Kevin lagi.

__ADS_1


"Jelaskan dok." perintah Sifa.


"Nyonya muda mengalami koma." ucap sang dokter.


Jeduuaar


Bak di sambar petir, berita yang baru saja di dengar membuat semuanya terkejut.


Kendra langsung terduduk di lantai...tulang-tulang di tubuhnya lemas seketika, dunianya seakan hancur mendengarnya.


"Enggak ini gak bener...gak mungkin...dokter pasti bercanda..." gumam Kendra.


"Kak..." lirih Sifa dan Kevin ikut berlutut di lantai berada di kanan dan kiri Kendra.


"Kamu harus kuat nak...demi Nisa...demi anak-anak kalian." kata Sifa.


"Kalau kamu lemah siapa yang akan menguatkan mereka kak...siapa yang akan mengurus mereka..." kata Kevin. "Sekarang lebih baik kamu adzani dulu anak kalian." kata Kevin lagi. "Ayo nak...daddy temani." ajak Kevin.


"Benar kata daddy, baru setelah itu kita lihat Nisa." imbuh Sifa.

__ADS_1


*****


Setelah mengazani kedua buah hatinya...Kendra langsung bergegas menuju ke ruangan Sifa.


Sedangkan Kirana, Kenan serta pasangan mereka menunggu baby twins.


Mommy Sifa, daddy Kevin, mama Nana dan papa Carlos mengikuti Kendra, kalau oma dan opa serta kakek dan nenek di minta pulang oleh Sifa untuk beristirahat mengingat usia mereka yang sudah berumur.


Cklek


Pandangan pertama yang dilihat Kendra saat membuka pintu adalah sang istri yang terbaring lemah di atas bad rumah sakit dengan berbagai alat yang menempel di tubuhnya, mulai dari selang infus sampai alat bantu bernapas.


Bagai di iris-iris perasaan Kendra...dadanya bagaikan di tusuk seribu jarum melihat kenyataan yang saat ini ada di depan matanya.


"Sayang..." lirih Kendra yang sudah mendudukkan tubuhnya di kursi sebelah Nisa berbaring. ''Aku tau kamu lelah...tapi mau sampai kapan kamu tertidur seperti ini?'' tanya Kendra dengan lelehan air mata di pipinya. ''Ayo bangun sayang...aku mau ngucapin terimakasih sama kamu, karena sudah memberiku dua pangeran yang sangat tampan dan menggemaskan.'' imbuhnya lagi. ''Apa kamu gak ingin melihat mereka hem?'' tanyanya. ''Ayo buka matamu sayang...'' sambungnya lagi.


Kendra terus berbicara dengan Nisa, walaupun Nisa tak merespon namun Kendra yakin di alam bawah sadarnya Nisa dapat mendengar suaranya.


Sifa dan Nana hanya bisa menangis di pelukan suami masing-masing kala melihat anak dan menantunya dari balik kaca.

__ADS_1


Karena yang bisa masuk hanya terbatas... satu orang tidak lebih bersama petugas medis saja yang memantau saja yang berada di dalam.


Hati orangtua mana tak ikut sakit melihat keadaan menantunya yang tak sadarkan diri, juga melihat putranya rapuh...serapuh-rapuhnya...


__ADS_2