
❤️ Happy Reading ❤️
Ada yang berbeda ketika Nisa diketahui mengandung...Kendra lebih-lebih lagi perhatian bahkan terkesan ke over protective.
Seperti contohnya setiap pagi...bak menonton drama melihat interaksi keduanya.
''Sayang...anak ayah...baik-baik ya di dalam perut bunda...jangan nakal-nakal, jangan nyusahin bunda...kalau mau nyusahin, nyusahin ayah saja...cup.'' kata Kendra yang sudah mensejajarkan wajahnya tepat di depan perut Nisa. ''Tunggu ayah pulang sayang.'' sambungnya lalu menghujani banyak ciuman di sana dan hal itu lagi-lagi membuat sang ibu hamil senang sekaligus terharu.
''Aku berangkat dulu ya sayang... baik-baik dirumah, kalau ada apa-apa atau kamu lagi pengen sesuatu segera hubungi aku.'' pesannya dan langsung mencium kening sang istri.
''Hem...bikin iri aja deh.'' celetuk Kenan.
''Eumm pagi-pagi sudah romantis-romantisan aja...bikin baper dan berasa kaya lagi nonton drakor.'' kata Kirana.
''Tapi mommy seneng lihatnya.'' kata Sifa ikut menimpali dan hal itu membuat Nisa sedikit tersipu malu.
''Sudah jangan malu...mommy juga pernah mengalami hal yang sama kok.'' kata Sifa. ''Ya namun tak bisa di pungkiri kalau Kendra memang lebih romantis di bandingkan daddy.'' sindir Sifa.
''Eh apa-apaan mommy ini kok daddy jadi di bawa-bawa.'' kata Kevin tapi di tanggapi dengan cengiran oleh Sifa.
''Kalau gitu aku berangkat dulu ya.'' pamit Kendra.
''Iya mas hati-hati.'' kata Nisa dan di angguki oleh Kendra.
''Kami juga berangkat.'' kata Kenan dan Kirana.
__ADS_1
''Kalian juga hati-hati.'' peringat Sifa.
*****
Nisa kembali ke kamarnya ketika semua orang pergi, karena dia bingung mau ngapain.
Karena mau melakukan apa-apa pasti tidak di perbolehkan oleh para art atas perintah sang mertua dan suaminya tentunya.
Kenapa dia dirumah sendiri, sebab pagi ini Sifa dan Kevin harus ke rumah sakit bersama oma Iren dan papa Adi untuk cek up kesehatan rutin.
Nisa yang asik membaca buku di kamar, tak sadar kalau dirinya terlelap.
Mungkin karena faktor kehamilan, memang Nisa akhir-akhir ini cepat sekali mengantuk namun selaku ditahannya.
Sangking terlelapnya sampai tidurnya sama sekali tak terusik oleh bunyi suara dari ponselnya yang berbunyi berkali-kali.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Kok kamu sudah pulang jam segini kak? mau makan siang di rumah?'' tanya Sifa heran saat dirinya serta yang lainnya baru turun dari mobil malah melihat Kendra yang juga baru datang.
''Aku khawatir sama Nisa mom.'' sahutnya dengan jalan yang sedikit tergesa-gesa.
''Hah maksudnya apa sih...'' ujar Sifa yang tak ayal ikut mengejar Kendra bersama Kevin.
__ADS_1
*****
Tok
Tok
Tok
Tak ada sahutan dari dalam.
Cklek
''Hah...bodohnya...ternyata gak di kunci.'' ujarnya yang merutuki kebodohannya sendiri.
Ada sedikit kelegaan dalam hatinya saat melihat wanita yang sedari tadi di khawatirkannya sedang meringkuk di atas tempat tidur dengan buku di tangannya.
Melangkah sepelan mungkin untuk mendekat ke arah Nisa.
Setelah memastikan bahwa sang istri hanya tidur, ada kelegaan yang sangat-sangat pada Kendra.
''Ba...'' Sifa tak jadi melanjutkan kata-katanya saat melihat isyarat tangan sang putra.
''Tidur.'' ucap Kendra tanpa suara.
Sifa dan Kevin yang ikut panik melihat kekhawatiran sang putra, langsung lega seketika dan mereka memutuskan untuk istirahat di kamarnya.
__ADS_1
''Sayang...kamu sudah membuatku sangat khawatir siang ini.'' gumam Kendra dengan tangan yang terulur membelai rambut Nisa.