Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 121


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Ck merusak suasana saja.'' kesal Kendra.


''Kakak tu yang dari tadi mengumbar kemesraan aja.'' kata Kirana. ''Kan kita-kita jadi ngiri plus pengen di pamerin kayak gitu terus.'' sambungnya.


''Makanya sana cepet nikah.'' seloroh Kendra.


''Honey...'' rengek Kirana pada Reyhan.


''Iya nanti kita nikah.'' sahut Reyhan sekenanya.


''Eh enak saja...anak bontot mau nyerobot-nyerobot...aku dulu ya baru kamu...dasar bocil.'' sahut Kenan.


''Eh kak kita itu kembar...cuma beda beberapa menit saja ya kalau kak Kenan lupa.'' kata Kirana tak mau kalah.


''Sudah-sudah kok malah jadi ribut.'' lerai Sifa. ''Gak malu apa sama kekasih kalian masing-masing.'' sambungnya.


''Iya jangan ribut di depan makanan...gak baik.'' timpal mama Iren.


''Iya maaf.'' ucap Kenan dan Kirana berbarengan.


''Sayang mau dong itu...'' kata Kendra sambil menunjuk puding buah yang letaknya memang lebih dekat dari Nisa dan perkataan Kendra itu.

__ADS_1


Lagi dan lagi...para orangtua pun di bikin surprise dengan panggilan Kendra kepada sang istri.


Dalam pikiran mereka..entah itu sungguhan atau hanya pura-pura...cukup membuat perasaan mereka bahagia.


Sedangkan para adik Kendra juga ikut kaget walaupun sudah mendengar Kendra memanggil Nisa dengan sebutan sayang sebelumnya...namun ini di luar dugaan mereka bahwa sang kakak berani memanggil dengan sebutan yang sama di depan para orangtua.


''Ini mas.'' kata Nisa dengan tangan yang sudah menyodorkan piring kecil yang berisi satu piring puding buah lengkap dengan sendoknya.


''Terimakasih.'' ucap Kendra lalu mulai memakannya. ''Aaaa...'' kata Kendra sambil menyodorkan satu sendok puding di depan mulut Nisa.


Entah kenapa...tapi itu spontan saja Kendra lakukan...mungkin karena sudah terlanjur benar-benar cinta kali ya...


Kendra kembali mengkode Nisa dengan isyarat matanya.


''Khem...khem...khem...'' tiba Kirana dan Kenan serempak berdehem.


''Serasa dunia milik berdua ya kak...yang lain mah ngontrak.'' kata Kirana.


''Emang iya...'' sahut Kendra sekenanya menanggapi celotehan sang adik.


Weekend ini bener-bener sangat berkesan bagi keluarga Kevin Wijaya. Banyak kebahagiaan yang terpancar di sana.


*****

__ADS_1


''Mom, kami berdua juga pamit pulang ya.'' kata Kendra setelah Reyhan dan Vira pamit seusai mereka ngobrol selepas makan malam tadi.


''Loh kalian gak nginep aja?'' tanya Sifa.


''Kita balik ke apartemen saja mom...lagian besok kan juga harus berangkat kerja.'' jawab Kendra. ''Lagian jarak apartment dengan kantor dan sekolah kan lebih dekat.'' sambungnya lagi.


''Yah padahal mommy inginnya kalian nginep lagi...berangkat kerja sari sini saja.'' kata Sifa.


''Sudahlah mom...biarkan mereka pulang.'' kata Kevin. ''Biarkan mereka menikmati momen-momen berdua.'' imbuhnya.


''Baiklah, tapi hati-hati ya kak...jangan ngebut-ngebut bawa mantu mommy.'' kata Sifa yang di imbuhi dengan kalimat peringatan.


''Iya mommyku sayang.'' ucap Kendra.


*****


''Kirain tadi kita masih nginep mas.'' kata Sifa ketika mereka baru selesai membersihkan diri setelah sampai di apartemen.


''Enggak sayang...karena kalau di sana gak bisa ngapain aja dan di mana saja.'' jawab Kendra dengan kata-kata yang sedikit ambigu di telinga Nisa.


''Maksudnya?'' tanya Nisa.


''Iya gak bisa seperti ini di mana pun dan kapan pun.'' kata Kendra dengan tangan yang sudah melingkar sempurna di perut Nisa...memeluknya dari belakang. Dan jangan lupakan dengan wajah yang sudah di dusel-duselkan di ceruk belakang leher sang istri.

__ADS_1


Dan taulah ya apa yang selanjutnya terjadi...adegan pemersatu dengan begitu banyak peluh dan tenaga yang di keluarkan, serta beberapa gaya yang ditirukan membuat malam mereka semakin bertambah panas membara.


__ADS_2