
❤️ Happy Reading ❤️
Malam kian larut...satu persatu tamu undangan mulai undur diri setelah tamu dari panti asuhan pulang.
''Kak, sebaiknya kamu ajak istrimu untuk istirahat.'' kata Sifa. ''Ibu hamil gak boleh terlalu lelah dan gak baik tidur terlalu larut.'' sambungnya lagi.
''Biar Nisa ke kamar sendiri saja mom.'' sahut Nisa. ''Gak enak sama yang lain.'' imbuhnya.
Karena masih ada beberapa tamu serta para sanak saudara yang masih berada di sana dan hal itu membuat Nisa tak enak hati bila harus mengajak Kendra untuk ke kamar mereka untuk menemaninya.
''Sudah gak apa-apa...biar mommy dan daddy yang nemenin mereka.'' kata Sifa. ''Mereka pasti juga paham kok kalau kamu lebih butuh Kendra.'' sambungnya lagi.
''Sudah gak apa-apa...ayo.'' ajak Kendra lalu mereka berpamitan pada yang lainnya.
Jujur sih sebenarnya Nisa juga sudah merasa tak nyaman.
Tubuhnya sudah sangat merasa gerah, belum lagi pinggangnya yang juga sudah sakit.
*****
Cklek
''Aku duluan ya mas yang bersih-bersih...sudah gak tahan soalnya.'' kata Nisa begitu baru saja masuk kamar.
__ADS_1
''Iya tapi kamu harus tetap hati-hati, jangan terburu-buru.'' peringat Kendra.
''Siap bos.'' sahut Nisa yang membuat Kendra terkekeh karena ulah istri cantiknya.
Setelah beberapa menit berlalu, Nisa sudah keluar berbalutkan pakaian daster longgar tanpa lengan agar nyaman untuknya tidur.
''Kamu bersih-bersih dulu mas.'' kata Nisa yang melihat sang suami masih sibuk berkutat dengan ponselnya.
Ya apa lagi yang suaminya itu kerjakan kalau tidak memeriksa sua email pekerjaan yang masuk dari asistennya.
''Oh iya sayang.'' jawab Kendra.
Saat keluar...pertama yang di lihat Kendra adalah sang istri yang sedang duduk berselonjor di ranjang dengan bersandarkan kepala ranjang sambil tangannya bergantian mengelus pinggang dan perut buncitnya.
''Gak apa-apa kok mas.'' jawab Nisa karena dia tau suaminya itu juga tak kalah lelah dengan segala rutinitasnya.
Kendra berjalan ke arah Nisa tapi sebelumnya dia menghampiri meja rias untuk mengambil Setu botol minyak zaitun.
''Sini biar aku pijit.'' kata Kendra yang mengambil duduk di depan sang istri, lalu meletakkan kaki Nisa di atas pengakuannya. ''Ini pasti capek.'' kata Kendra. ''Karena harus menopang berat tiga orang.'' imbuhnya ambil mulai memijat kaki Nisa menggunakan minyak zaitun.
''Terimakasih ya mas.'' ucap Nisa.
''Bukan mas...tapi sayang.'' tekan Kendra.
__ADS_1
''Iya terimakasih ya sayang.'' ulang Nisa.
''Sama-sama sayang, ini sama sekali gak sebanding dengan apa yang kamu rasakan...aku yakin itu.'' kata Kendra. ''Dan yang seharusnya berterimakasih itu bukan kamu sayang tapi aku....terimakasih banyak.'' katanya lagi dengan sangat tulus.
*****
''Gimana?'' tanya Kendra.
''Sudah jauh lebih enakan sayang.'' jawab Nisa.
''Baiklah karena sudah semakin larut jadi lebih baik sekarang kita tidur.'' kata Kendra.
''Iya sayang, aku juga sudah ngantuk banget.'' sahut Nisa.
Nisa mulai berbaring dengan memiringkan tubuhnya ke arah Kendra.
''Sini.'' Kendra merentangkan sebelah tangannya untuk menjadi bantalan kepala Nisa sedangkan yang sebelahnya lagi di gunakannya untuk memberikan usapan di pinggang Nisa.
''Apakah ini tadi sakit?'' tanya Kendra.
''Enggak kok sayang, cuma sedikit pegel saja tadi.'' jawab Nisa.
Nyaman...itulah yang Nisa rasakan hingga membuatnya cepat terbuai ke alam mimpi.
__ADS_1
''Baik-baik ya anak ayah...ayah dan bunda sudah gak sabar ingin bertemu dengan kalian berdua.'' ucap Kendra yang sudah berpindah mengelus perut Nisa begitu si empunya terlelap. ''Ayah sayang kalian.'' imbuhnya. ''Terimakasih istriku...aku sangat mencintaimu.'' bisik Kendra pada Nisa lalu tak lupa mengecup kening Nisa dan ikut menyusul sang istri ke alam mimpi.