Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 235


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Lagi dan laki kesabaran Kendra sedang di uji oleh sang bumil yang membangunkannya tengah malam.


''Mas...mas...bangun mas.'' kata Nisa sambil mengguncang tubuh sang suami yang masih terlelap.


''Mas...ih...bangun!'' serunya yang membuat Kendra terlonjak kaget.


''Ada apa sayang? apa ada yang sakit?'' tanya Kendra dengan spontan saat membuka matanya.


''Aku lapar...'' kata Nisa.


''Hah...'' beo Kendra, istrinya ini membangunkannya sampai membuatnya kaget hanya karena lapar...oh astaga...


''Aku mau makan sate...'' katanya lagi yang membuat Kendra semakin melebarkan kedua matanya.


Bagiamana tidak, pasalnya saat ini jam sudah menunjukan pukul setengah dua belas malam.


''Besok saja ya sayang beli satenya...'' bujuk Kendra. ''Sekarang makan yang lain dulu ya...'' bujuknya lagi. ''Biar aku masakin.'' imbuhnya padahal dia tak tau mau memasak apa...yang penting tawarin dulu aja dari pada harus keliling...lihat YouTube juga bisa nanti...pikirnya.


''Gak...aku maunya sekarang.'' kekeh Nisa.


''Tapi...'' kata Kendra.

__ADS_1


''Ya sudah kalau kamu gak mau cariin...biar aku cari sendiri saja.'' sahutnya dengan kesal dan kaki yang sudah turun menginjak lantai.


''Iya...iya aku cariin.'' pasrah Kendra. ''Aku cuci muka bentar.'' sambungnya lagi agar wajahnya lebih segar dan paling tidak sedikit mengurangi rasa kantuknya.


Kendra masuk kedalam kamar mandi, tapi setelah itu dirinya masuk ke ruang ganti untuk mengambil salah satu jaket miliknya...ya untuk menghalau rasa dingin yang akan merasuk ke tulangnya.


Saat Kendra keluar dari ruang ganti bertepatan pula dengan Nisa yang keluar dari dalam kamar mandi, sepertinya istrinya itu habis cuci muka...terlihat dari rambut depannya yang masih sedikit basah.


''Alu berangkat dulu.'' pamit Kendra lalu mengecup kening Nisa.


''Lah kamu mau kemana?'' tanya Kendra yang mengikutinya di belakang.


''Mau ikut kamu beli sate.'' jawab Nisa dengan santainya.


''Kamu di rumah aja ya sayang...ini sudah malam.'' kata Kendra selembut mungkin dengan harapan istrinya itu mau menuruti kata-katanya.


''Huft...ya sudah kamu tunggu di sini sebentar.'' kata Kendra lalu berjalan kembali ke ruang ganti.


''Pakek ini buat kamu gak dingin.'' kata Kendra yang sudah kembali dan langsung melampirkan jaket ke kedua pundak Nisa.


*****


Hampir satu jam mereka berkeliling dan nyatanya semua penjual sate sudah tutup semuanya...lagian ini juga sudah lewat tengah malam...siapa juga yang mau beli...setan.

__ADS_1


''Pulang aja ya...'' bujuk Kendra. ''Besok lagi beli satenya.'' katanya lagi.


''Gak mau...pokonya aku mau sate.'' kata Nisa dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena keinginannya tak kesampaian.


''Baiklah kita cari sekali lagi tapi kalau gak ada kita pulang...oke.'' kata Kendra berusaha untuk bernegosiasi.


''He'em.'' jawab Nisa sambil menganggukkan kepalanya.


Setelah berkeliling beberapa saat akhirnya ketemu juga yang mereka cari.


''Eh itu...tukang sate.'' seru Nisa dengan mata berbinar serta tangan yang menunjuk ke arah tukang sate yang mulai membereskan dagangannya.


''Ya sudah kita tanya dulu masih ada apa gak satenya.'' kata Kendra lalu mengarahkan mobilnya kesana.


''Ayo.'' ajak Nisa dengan sudah tidak sabarnya mengajak Kendra untuk segera turun menghampiri sang penjual.


''Permisi pak...apa sate kambingnya masih ada?'' tanya Nisa.


''Ada tapi saya sudah mau pulang.'' kata Smaga penjual. ''Jadi maaf...'' ucapnya.


''Yah...'' lirih Nisa merasa kecewa.


''Tolong buatkan ya pak...soalnya istri saya lagi ngidam dan kamu juga sedari tadi sudah muter-muter tapi gak ada yang buka lagi.'' kata Kendra buka suara. ''Saya bayar tiga kali lipat.'' katanya lagi.

__ADS_1


''Baiklah kalau begitu silahkan tunggu sebentar.'' kata pak penjual. ''Saya melakukan ini bukan karena tawaran dari bayaran bapak tapi melainkan saya juga punya istri di rumah yang sedang mengandung.'' katanya lagi.


''Terimakasih ya pak.'' ucap Nisa.


__ADS_2