Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 126


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Sayang, aku ke ruang kerja ya...ada sedikit kerjaan.'' kata Kendra seusai mereka berdua makan malam.


''Iya mas.'' jawab Nisa.


Kendra yang melihat sang istri sudah bangun langsung mengajaknya untuk pulang dari perusahaan, karena kalau di pikir-pikir kasihan juga melihat Nisa menunggunya bekerja...jenuh sudah pasti walaupun wanita itu tak mengatakannya.


Selagi Kendra di ruang kerja, Nisa menonton televisi sebentar.


''Kok mas Kendra belum keluar ya...apa pekerjaannya banyak.'' monolog Nisa. ''Aku bikinin minum dululah.'' sambungnya dan bergegas ke dapur.


Tok


Tok


Tok


''Masuk.'' seru Kendra.


Cklek

__ADS_1


''Kok belum tidur hem?'' tanya Kendra begitu Nisa masuk. ''Wah bawa apa itu?'' tanya Kendra yang melihat Nisa membawa sebuah nampan di tangannya.


''Aku bawain semangkuk susu dan yang di beri oatmeal yang hangat mas.'' jawab Nisa.



''Tapi inikan sudah malam sayang...nanti kalau aku gendut seperti kata Kenan dan Kirana gimana?'' tanya Kendra yang sebenarnya juga sudah sangat tergoda dengan yang di sajikan sang istri dan kalau boleh jujur dirinya juga butuh sesuatu untuk mengganjal perutnya.


Mungkin karena efek berpikir jadi dirinya sudah merasa lapar walaupun sedikit.


''Gak apa-apa mas, ini cemilan malam yang sehat kok.'' sahut Nisa. ''Karena dapat merangsang sekresi melatonin dan serotonin di tubuh kita, yaitu hormon yang membuat kita tidur nyenyak.'' papar Nisa.


''Iya sama-sama mas, aku lakuin ini untuk kebaikan kamu...kebaikan kita.'' jawab Nisa. ''Lagian aku juga gak mau jadi janda muda.'' selorohnya.


''Astaghfirullah kalau ngomong.'' kata Kendra sedikit kesal.


''Aku temani mas kerja ya...'' kata Nisa.


''Kenapa gak balik ke kamar lagi aja...istirahat...tidur.'' kata Kendra. ''Besok banyak kegiatankan?'' katanya lagi.


''Aku temani mas aja di sini.'' bantah Nisa.

__ADS_1


''Halah bilang aja kalau kamu gak bisa tidur karena gak ada aku.'' cibir Kendra. ''Hayo ngaku...'' godanya lagi.


''Enggak kok.'' sahut Nisa dengan cepat.


''Iya juga gak apa-apa kok...aku seneng.'' sahut Kendra. ''Duduk sini...bawa kesini kursinya.'' kata Kendra agar Nisa membawa kursinya dan duduk di dekatnya.


Setelah makan apa yang di bawakan sang istri, Kendra kembali lagi melanjutkan pekerjaannya.


Beberapa saat kemudian Kendra melihat kearah sang istri yang ternyata sudah tertidur lelap dengan posisi duduk dan kaki yang menjuntai ke bawah.


Kendra kemudian meraih kedua kaki Nisa dan meletakkannya di pahanya agar kaki sang istri tidak menggantung.


''Eugh...'' lenguh Kendra sambil meregangkan otot-ototnya yang terasa tegang dan kaku. ''Ayo kita pindah bobok di kamar sayang.'' lirih Kendra lalu membopong Nisa menuju kamar mereka.


Meletakkan Nisa dengan sangat hati-hati di sebuah peraduan yang menjadi saksi bisu kemesraan mereka berdua...saksi bisu dimana mereka berdua bergulat...saling ingin menang dan berburu sebuah kenikmatan yang telah membuat seorang Kendra Wijaya menjadi candu sehingga selalu ketagihan ingin melakukannya lagi dan lagi.


Setelah memastikan istrinya itu tidur nyaman, barulah Kendra berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


''Selamat malam my wife, my love.'' ucap Kendra lalu mengecup sekilas kening dan bibir Nisa.


Kendra kemudian berbaring dan memeluk tubuh yang istri dan entah sadar atau tidak namun Nisa langsung memeluk tubuh kekar itu untuk mencari sebuah kenyamanan serta kehangatan.

__ADS_1


__ADS_2