
❤️ Happy Reading ❤️
''Apa putra mommy memperlakukanmu dengan baik selama kalian menikah dan pindah ke apartemen?'' tanya Sifa saat dirinya dan Nisa sedang berada di dapur bersih untuk menyiapkan sarapan.
''Iya mom, mas Kendra baik sama Nisa.'' jawab Nisa...yah memang begitu kenyataannya, walaupun sikap Kendra tergolong dingin namun Kendra belum pernah membentak, berkata kasar ataupun main tangan pada Nisa.
''Syukurlah kalau begitu.'' sahut Sifa.
''Maaf ya mom...Nisa belum bisa kabulin harapan keluarga ini yang ingin segera melihat anak kami.'' ucap Nisa.
''Ya ampun Nisa, kamu gak perlu minta maaf dan merasa bersalah.'' sahut Sifa. ''Kami gak nuntut kalian harus segera punya momongan kok.'' sambungnya lagi. '' Lagipula kalian juga baru menikah...baru juga mau satu bulan.'' imbuhnya. ''Tapi kalian beneran tidur satu kamar dan satu ranjang kan?'' kata Sifa mengulang pertanyaannya yang semalam.
''Iya mom.'' jawab Nisa. ''Tapi...'' kata Nisa yang menggantung kalimatnya, dia ragu apakah pantas dia menceritakan hal ini pada sang mertua tapi dia juga butuh teman untuk berbicara.
''Tapi apa?'' tanya Sifa. ''Kamu bisa cerita apa pun ke mommy karena mommy sudah menganggap kamu seperti putri mommy sendiri...sama seperti Kirana, jadi kamu gak usah ragu seperti ini.'' kata Sifa meyakinkan.
''Tapi mommy jangan kasih tau mas Kendra apalagi marah sama dia ya mom.'' kata Nisa.
''Iya mommy janji.'' sahut Sifa yang sudah penasaran dengan apa yang ingin di katakan oleh menantunya.
''Hubungan kami belum sampai ke tahap itu mom.'' lirih Nisa.
''Itu...itu apa maksudnya?'' tanya Sifa.
__ADS_1
''Kami belum pernah melakukan hubungan suami istri.'' lirihnya lagi.
''Oh astaga...'' ujar Sifa sambil menggeplak dahinya dengan telapak tangan kanannya. ''Kalau pelukan sudah?'' tanya Sifa dan di jawab gelengan kepala oleh Nisa. ''Ciuman...pipi, kening, bibir?'' tanya Sifa lagi dan lagi-lagi di jawab dengan gelengan kepala oleh Nisa. '' Ya ampun anak itu di kasih yang enak-enak kok malah di anggurin.'' kata Sifa begitu saja. ''Kalau tidur siapa tau tanpa sengaja kalian pelukan gitu?'' selidik Sifa lagi.
''Enggak mom, mas Kendra tidurnya di pinggir jadi jaraknya cukup jauh apalagi ada guling di antara kami.'' sahut Nisa.
Kendra dan Nisa adalah dua orang dengan tipe tidur yang sama,. tenang dan gak banyak bergerak atau gak rusuh.
Tak terasa perbincangan mereka terus berlanjut sampai masakan yang mereka buat selesai semuanya.
*****
''Kak, kalian gak usah pulang...berangkat ke air portnya dari sini saja besok.'' kata Sifa membuka obrolan ketika mereka sudah selesai sarapan.
''O iya kak, nanti mommy mau ajak Nisa ke mall buat belanja kebutuhan dia.'' kata Sifa lagi memberi tahu. '' Kamu gak lupakan kasih dia uang?'' tanya Sifa yang sebenarnya mengingatkan.
''Hah...'' beo Kendra.
''Kamu sudah kasih Nisa uangkan untuk nafkahin dia?'' tanya Sifa lagi namun Kendra hanya diam. ''Jangan bilang kamu tak melakukan itu.'' tebak Sifa.
''Maaf mom, Kendra lupa.'' kata Kendra.
''Oh ya ampun.'' sahut Sifa. ''Anak kamu dad...'' kata Sifa pada suaminya.
__ADS_1
''Maaf-maaf.'' ucap Kendra lagi.
''Minta maaf ke istri kamu bukan ke mommy.'' perintah Sifa.
''Maaf ya...aku bener-bener lupa.'' ucap Kendra pada Nisa.
''Iya gak apa-apa kok lagian belanja kebutuhan apartemen kemarin kan kamu juga yang bayarin.'' kata Nisa.
''Itu bukan nafkah Nisa tapi memang itu untuk keperluan kalian berdua, kalau nafkah itu uang yang di berikan Kendra untuk kebutuhan kamu sendiri...entah uang itu mau kamu apakan itu terserah kamu.'' tutur Sifa yang membuat Nisa langsung terdiam.
''Ini untuk kamu.'' kata Kendra sambil menyerahkan kartu berwarna black pada Nisa.
''Ambil Nisa...itu hak kamu.'' sahut Sifa yang melihat sang menantu masih ragu untuk menerimanya.
''Terimakasih mas.'' ucap Nisa.
''Pinnya kamu tanya saja nanti ke mommy.'' kata Kendra.
''Jadi ini kartu kamu? kamu belum buatin buat nisa?'' cecar Sifa lagi.
''Akukan sudah bilang mom kalau aku lupa.'' sahut Kendra.
''Pokoknya mommy gak mau tau, besok sebelum kalian berangkat ke Singapura...kamu sudah harus bikinin Nisa kartu.'' tegas Sifa tanpa mau dibantah, bukan tanpa sebab Sifa melakukan hal ini...dirinya hanya tak ingin sang putra lalai dengan tanggung jawabnya sebagai seorang suami yang harus memberi nafkah pada istrinya.
__ADS_1
''Iya mom.'' kata Kendra.