Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 138


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Beberapa hari berlalu hingga kini tiba saatnya di mana Kendra resmi menjabat sebagai pimpinan dari perusahaan Wijaya dan sang daddy...Kevin Wijaya resmi pensiun, ya walaupun sang tuan besar itu tak serta merta lepas tangan begitu saja...masihlah ya dia mengawasi bagaiman jalannya perusahaan di tangan sang putra.


Setelah tadi siang meresmikan di perusahan di hadapan para petinggi perusahan baik yang di pusat maupun di cabang dalam berbagai sektor yang masih di bawah naungan perusahaan Wijaya.


Malam ini mereka mengadakan acara di ballroom hotel pusat milik keluarga Wijaya.


Acara ini di hadiri oleh para kolega bisnis serta para pejabat.


Acara yang sederhana menurut mereka namun terlalu mewah untuk kita para orang biasa.


''Selamat ya kak.'' ucap Kenan dan Kirana serta Vira dan Reyhan setelah para tamu yang hadir memberikan ucapan selamat.


''Terimakasih.'' sahut Kendra.


''Selamat ya kak...sekarang tanggung jawabmu semakin besar...ribuan kehidupan tergantung pada kinerja serta setiap keputusanmu maka daddy berpesan untuk selalu bersikap bijaklah dan jangan terlalu mudah terbawa emosi.'' ucapan yang mengandung pesan dari Kevin sang daddy.


''Putra mommy...gak nyangka putra mommy sudah sebesar ini.'' kata Sifa. ''Mommy ucapkan selamat kak...ingat semua pesan dari daddy ya.'' kata Sifa.

__ADS_1


Dan terakhir...Nisa...Nisa adalah orang terakhir yang mengucapkan selamat pada sang suami.


''Selamat mas...semoga kamu amanah dan kini tanggung jawabmu juga bertambah, semoga kamu dapat mengemban dengan baik.'' ucap Nisa. ''Dan aku harap dengan bertambahnya tanggung jawabmu serta kesibukanmu...jangan lupakan tanggung jawabmu yang lain...ingat ada aku yang akan selalu mendukungmu serta menunggumu di rumah.'' sambungnya.


''Terimakasih sayang.'' sahut Kendra. ''Kadonya mana?'' bisiknya setelah mengecup kening sang istri secara sekilas.


''Ka...kado?'' beo Nisa. ''Maaf aku tak memberikanmu kado apa-apa mas, soalnya aku bingung mau kasih apa...kamukan sudah punya segalanya.'' cicit Nisa.


''Aku mau kadonya nanti malam.'' bisiknya lagi dan Nisa sudah paham dengan perkataan sang suami...tentang kado apa yang di inginkannya.


*****


Kendra dan Nisa sudah berada di kamar yang berada di lantai atas.


Di lantai tersebut hanya ada dua kamar saja, yaitu kamar Kevin dan Sifa serta kamar Kendra dan Nisa.


Begitu sampai di dalam kamar, Kendra memutuskan untuk mandi terlebih dahulu baru setelahnya giliran bisa yang mandi.


Kendra yang hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya duduk di pinggir ranjang menunggu sang istri selesai mandi.

__ADS_1


Cklek


Nisa yang sudah nampak segar keluar dengan hanya menggunakan jubah mandi karena mereka memang tak memiliki baju ganti.


''Mas, terus kita tidurnya bagaimana?'' tanya Nisa sambil menggosok-gosok rambutnya dengan handuk kecil agar cepat kering.


''Ya tidur tinggal tidur...di sini...di ranjang.'' jawab Kendra.


''Maksudku bajunya.'' kata Nisa lagi sedikit greget dengan jawaban sang suami, tapi kalau di pikir-pikir dia salah juga sih karena bertanya tak secara spesifik.


Bukannya menjawab, Kendra malah berjalan mendekat ke pada Nisa.


''Kita tak membutuhkan pakaian untuk malam ini sayang.'' ucap Kendra dengan nada yang begitu sensual tepat di belakang tubuh Nisa.


Satu lagi, jangan lupakan begitu di akhir kalimat dirinya juga sedikit meniup telinga Nisa sehingga membuat sang empunya terasa merinding.


''Aku ingin kadoku sayang.'' bisiknya lagi dengan tangan yang sudah melingkar di perut Nisa. ''Sekarang.'' katanya lagi dan jangan lupakan tangan yang sudah berpindah posisi entah sejak kapan.


Tangan yang sudah mulai nakal dan saat ini sudah sangat lihai karena sudah begitu terbiasa untuk memberikan sentuhan-sentuhan sensual yang dapat merangsang dan membangkitkan hasrat sang istri.

__ADS_1


__ADS_2