Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 49


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Keceriaan semakin terasa di sana dan di sana pula Nisa mulai melihat sisi lain dari Kendra, sosok pria yang akan menjadi suaminya itu, yang biasanya dia lihat sangat dingin, cuek, jutek ternyata bisa hangat, manja juga bercanda dengan keluarganya terutama mommy, daddy, serta kedua adik kembarnya.


''Mama besok pulang jam berapa?'' tanya Kirana saat mereka semua duduk santai selepas makan.


''Jam setengah sembilan kayaknya dek, soalnya jam keberangkatannya jam setengah sebelas.'' jawab Nana. ''Takut kena macet yang berujung terlambat, makanya berangkat lebih awal.'' terangnya.


''Yah adek gak bisa anter dong.'' kata Kirana dengan sedih. ''Jam segitu adek sudah berangkat ke rumah sakit.'' sambungnya.


''Gak apa-apa...kasihan jugakan para pasien kamu, sudah nungguin dokter cantiknya.'' jawab Nana.


''Kenan juga gak bisa anter, harus ke resto pagi-pagi.'' kata Kenan.


''Iya gak apa-apa Nan, kemarin saja mama terimakasih banyak karena kamu sudah mau jemput.'' kata Nana.


''Rumah gak bakal ada bocil lagi...'' kata Kirana sedih. ''Gak ada yang bisa di ajak main dan di becandain lagi.'' sambungnya.


''Kan kak Ken bentar lagi nikah sama kak Nisa, minta buatin mereka bocil yang banyak nanti.'' canda Nana yang membuat Nisa tersenyum canggung sedangkan Kendra hanya biasa saja.


''Jangan mulai deh ma.'' sahut Kendra. ''Lagian kamukan juga sudah punya pacar...cepetan nikah sama Reyhan terus buat bocil sendiri.'' kata Kendra pada Kirana.

__ADS_1


''Yah kan nikahnya nungguin kak Ken dulu, terus kak Kenan...baru deh Kirana.'' sahut Kirana. ''Masa iya mau kurang ajar curi start duluan, yang muda duluin yang tua.'' sambungnya.


''Heh dasar kurang asem ya...kita berdua itu umurnya sama ya...cuma beda beberapa menit saja kalau kamu lupa.'' sela Kenan dengan kesal yang tak terima di bilang lebih tua dari pada Kirana.


''Iya...iya maaf.'' ucap Kirana.


''Ken, besok kamu dan Nisa ya yang gantian antar mamamu ke bandara.'' kata Sifa.


''Tapi mom...'' kata Kenan yang ingin memberikan alasan.


''Apa?'' potong Kevin yang sudah hafal dengan gelagat putranya itu. ''Daddy sudah telpon Rio dan katanya kamu gak ada agenda penting besok seharian...cuma stay saja di perusahaan.'' kata Kevin dengan telak.


''Jadi bisa kan?'' tanya Sifa lagi.


''Iya mom.'' jawab Kendra pasrah.


''Tapi Nisa belum ijin sama pihak sekolah.'' kata Nisa.


''Besok mommy sama daddy yang mintain ijin sekalian kami berangkat kerja.'' jawab Sifa. ''Malam ini kami nginep di sini saja ya...jadi biar besok gak bolak balik.'' usul Sifa.


''Nisa belum ijin ke ibu mom.'' jawab Nisa.

__ADS_1


''Tenang saja tadi mommy sudah hubungi ibu Farida dan beliau memberi ijin.'' kata Sifa yang memang sudah merencanakan hal ini.


''Asik, nanti tidur sama aku ya kak...jadi kita bisa ngobrol-ngobrol sepuasnya.'' sahut Kirana dengan begitu bahagianya.


''Iya.'' jawab Nisa singkat.


''Sudah malam jadi lebih baik sekarang kita istirahat.'' kata Kevin setelah melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan hari sudah cukup larut.


*****


''Semoga saja dengan sering mereka berdua berinteraksi...pergi bersama, akan membuat mereka berdua semakin lebih akrap dan dekat ya dad.'' kata Sifa yang sedang mengobrol dengan sang suami di tempat tidur sebelum mereka terlelap.


''Ya semoga saja mom dan juga semoga Nisa kuat menghadapi anakmu itu.'' sahut Kevin.


''Eh itu juga anak kami ya dad...bukan anak aku aja.'' kata Sifa. '' Lagian aku heran sikapnya itu loh nurun dari siapa coba...'' katanya lagi.


'''Entahlah mom, aku sendiri aja juga bingung.'' jawab Kevin. ''Dari pada bingung mikirin Kendra...gimana kalau kita buat adik buat mereka...'' katanya lagi dengan menaik turunkan alisnya.


''Enggak ada ya...apa gk malu mau punya anak lagi, sudah tua juga...gak inget umur.'' kata Sifa. ''Kita itu sudah pantesnya punya cucu dad.'' sambungnya.


''Ya elah mom...tua dan umur itu cuma masalah angka, tapi jiwa daddy itu masih muda ya.'' bantah Kevin yang membuat Sifa memutar bola matanya dengan malas lalu memutuskan untuk tidur daripada suaminya itu ngomongnya jadi ngaco kemana-mana.

__ADS_1


__ADS_2