Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 166


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Sejak dari pagi kediaman Wijaya sudah ramai dengan orang yang berlaku lalang.


Karena ini adalah acara pertunangan pertama dari putri satu-satunya seorang pengusaha Kevin Wijaya.


''Ingat ya kak...kalian berdua jangan pulang terlalu sore.'' peringat Sifa pada kedua putranya yang handak melangkah pergi ke tempat kerja masing-masing.


''Iya mom.'' sahut Kendra juga Kenan.


''Sayang, hari ini memang repot dan sibuk di rumah tapi aku gak mau kalau kamu ikut sibuk.'' peringat Kendra. ''Kamu cukup duduk dan lihat saja.'' titahnya. ''Awas kalau aku sampai mendengar laporan tentang kamu yang tak mengindahkan ucapanku.'' ancamnya.


''Iya mas.'' kata Nisa. ''Aku pasti bakal ingat semua kata-kata kamu.'' imbuhnya lagi.


''Calon ayah...over posesif banget sih.'' ledek Arman yang baru saja tiba bersama Nia sang istri.


''Namanya juga anak pertama kak.'' timpal Chiko.


''Ck.'' decak Kendra.


Kemudian Kendra dan Kenan langsung berpamitan dan pergi ke tempat kerja masing-masing.


*****


''Sayang, apa gak lebih baik kamu istirahat di kamar saja.'' kata Sifa saat melihat Nisa yang masih duduk di ruang keluarga bersama saudara yang lainnya padahal waktu sudah menunjukkan lewat tengah hari dan mereka juga sudah sholat serta makan siang bersama. ''Mommy takut kalau kamu nanti kecapekan.'' sambungnya lagi.

__ADS_1


''Aku gak apa-apa kok mom.'' sahut Nisa. ''Lagian aku juga jenuh kalau di kamar terus.'' imbuhnya.


''Ya sudah tapi nanti kalau kamu sudah merasa capek, kamu harus segera istirahat.'' kata Sifa.


''Iya mom.'' sahut Nisa.


Baru saja omongan mereka berhenti, ponsel milik Nisa yang ada di atas meja sudah berdering menandakan bahwa ada penggilan masuk di sana.


''Siapa?'' tanya Nia yang melihat Nisa tersenyum begitu melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


''Mas Kendra.'' jawab Nisa lalu menggeser ikon hijau di layarnya.


''Hem si posesif sudah telpon saja.'' cibir Kania yang merasa geli dengan keposesifan keponakannya.


📱''Halo, assalamualaikum mas.'' sapa Nisa.


📱''Iya sudah mas.'' jawab Nisa. ''Kamu sendiri gimana?'' tanyanya.


📱''Aku juga sudah.'' jawab Kendra. ''Vitaminnya sudah di minum?'' tanyanya lagi.


📱''He'em sudah.'' kata Nisa.


📱''Kamu lagi dimana? kok rame banget.'' tanyanya.


📱''Aku masih di ruang keluarga mas.'' jawab Nisa sambil lalu menggigit bibirnya setelah mengatakan itu karena takut sang suami marah.

__ADS_1


📱''Huh...setelah ini kamu harus ke kamar untuk istirahat.'' kata Kendra.


📱''I...ya mas.'' jawab Nisa.


📱''Ya sudah aku tutup dulu telponnya, aku ada meeting sebentar lagi.'' kata Kendra. ''Assalamualaikum...i love you.'' kata Kendra.


📱''Wa'alaikumsalam.'' sahut Nisa.


''Ada apa Nis? si posesif bilang apa?'' tanya Nia.


''Biasa absen dia kak.'' sahut Sifa. ''Pasti ngingetin makan sama minum vitamin.'' tebak ibu tiga anak itu.


''Beneran Nis si gila kerja selalu gitu?'' tanya Kania dan di jawab anggukan kepala oleh Nisa.


''Em mom...aku ke kamar dulu ya.'' kata Nisa.


''Wes...pasti dapat ultimatum dari kakak ya.'' tebak Sifa.


''I...ya mom.'' jawab Nisa.


''Ya sudah sana sebelum masmu itu marah sama kamu dan kita semua.'' canda Sifa. ''Bisa ngomel-ngomel dia nanti.'' imbuhnya.


''Tu anak kok sampai segitunya sih kak.'' kata Kania.


''Hah kakak juga gak tau Kan.'' sahut Sifa. ''Kakak tu kadang takut kalau istrinya sapi stres atau tertekan karena aturan-aturannya.'' kata Sifa mengungkapkan kekhawatirannya.

__ADS_1


''Tapi kayaknya Nisa orangnya nyantai aja kak.'' kata Kania.


''Untungnya gitu.'' sahut Sifa.


__ADS_2