Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 187


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Seminggu sudah Nisa terbaring lemah di atas tempat tidur dan selama itu pula Kendra berada di sisinya, dirinya hanya beranjak dari kursi dekat tempat tidur Nisa bila ke kamar mandi, atau melihat baby twins dan makan roti karena paksaan mommynya.


Nana dan Carlos juga masih berada di sana, kebetulan perusahaan miliknya juga sudah di serahkan pada Charli, mereka benar-benar sangat membantu dalam menjaga baby twins karena Sifa lebih banyaknya habiskan waktunya untuk menemani Kendra di kamar Nisa, Kenan serta Kirana juga sibuk dengan aktivitas kerja mereka, sedangkan Kevin aktif kembali ke perusahaan menggantikan Kendra untuk sementara.


Keadaan Kendra saat ini benar-benar tak begitu terawat, tubuh yang sudah agak kurusan sebab kurang makan juga banyak pikiran yang berkecamuk dalam pikirannya...di bawah mata ada lingkaran hitam karena kurang tidur, juga rambut-rambut halus di rahangnya sudah mulai agak memanjang,serta ribut yang tak seklimis biasanya.


''Kak...'' panggil Sifa yang merasa perihatin sekali. ''Kak...kakak harus jaga diri kakak, jangan kayak gini.'' kata Sifa. ''Bagaimana nanti kalau Nisa bangun dan lihat kakak kayak gini...pasti dia merasa sedih sekali kak.'' kata Sifa lagi.


''Tapi kapan mom...kapan dia bangun mom.'' ucap Kendra. ''Mom...cepet bilang ke dia mom...bilang suruh cepat bangun mom...bilang kalau kita di sini rindu padanya mom...'' kata Kendra lagi dengan air mata yang sudah menetes.


Sedangkan di alam bawah sadarnya...saat ini Nisa berada di suatu tempat yang sangat asing baginya...tapi tempat itu benar-benar indah sekali.


Nisa terus menatap sekeliling hingga matanya menatap dua orang yang sedang duduk di sebuah kursi dengan posisi membelakanginya dan memakai baju warna putih.


Nisa berjalan mendekat dengan tujuan ingin menanyakan saat ini dimana dirinya.


Hingga


Deg


Jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat kedua orang itu menoleh ke arahnya sambil tersenyum.

__ADS_1


''Ayah...ibu...'' lirihnya.


''Nak...Nisa...putri ibu.'' kata sanga ibu. ''Sini nak peluk ibu dan ayah...'' panggilnya.


Nisa terus melangkah bahkan setengah berlari agar segera sampai di tempat kedua orangtuanya berada.


''Ayah...ibu...Nisa kangen.'' ucapnya yang sertai tangis.


''Kami juga kangen sama kamu nak.'' sahut ayah.


''Ayah...ibu jangan tinggalkan Nisa lagi...Nisa mau terus bersama ayah dan ibu...Nisa mau kita tinggal bareng-bareng seperti dulu.'' kata Nisa lagi mengungkapkan keinginannya.


Namun siapa sangka sang ibu menggelengkan kepalanya.


''Dunia kita berbeda nak.'' jawab sang ibu. ''Dan belum saatnya kamu berada di sini bersama kami tapi percayalah suatu saat kita akan kembali di persatukan...kita akan bersama-sama lagi tapi bukan sekarang, jadi bersabarlah.'' tutur ibunya lagi.


''Kembalilah nak...kembalilah pada suamimu...kasihan dia dan anak-anakmu...mereka masih sangat membutuhkan kehadiranmu di sisinya.'' kata sang ayah. ''Walaupun kita tak bisa bersama saat ini, namun percayalah...kamu selalu di hati kami dan kami akan selalu berada di dalam hatimu.'' sambungnya.


''Pergilah nak...kembalilah.'' kata ibunya lagi. ''Jaga dan rawatlah dengan baik cucu-cucu ibu dan ayah.'' imbuhnya.


Ayah dan ibunya lali pergi berjalan bergandengan tangan meninggalkan Nisa...Nisa berusaha memanggil serta mengejarnya namun kedua orangtuanya hanya membalikkan badannya sekilas dan tersenyum manis padanya lalu kembali lagi berjalan semakin jauh.


Kembali ke Kendra dan mommy Sifa. Kendra masih terus meluapkan isi hatinya...kegundahan serta kesedihan yang dia rasakan.

__ADS_1


''Sayang...kamu harus segera bangun.'' seru Kendra. ''Cukup main-mainnya sayang...sudah cukup...kamu ahrus segera bangun sekarang atau kalau tidak...'' kata Kendra. ''Kalau tidak aku akan menghukummu...kamu dengar!'' serunya yang sudah nampak begitu frustasi.


''Bangun sayang...hiks...hiks...hiks...harus berapa lama lagi...'' kata Kendra yang sudah terduduk di lantai dengan menangis.


Mommy Sifa pun ikut menangis menyaksikan ini semua.


''M...as...'' lirih Nisa.


''Kendra...kak...kamu dengar? apa kamu dengar sesuatu?'' tanya Sifa sambil mengusap air matanya dengan kasar namun Kendra menggelengkan kepalanya.


Sifa yang penasaran pun langsung mendekat ke arah Nisa untuk memastikan bahwa yang di dengarnya bukanlah sebuah halusinasi.


''M...mas...m..as...'' gumam Nisa lagi.


''Nisa sayang...'' kata Sifa. ''Kak, Nisa ngomong sesuatu kak...Nisa ngomong sesuatu...'' seru Sifa heboh tersenyum namun dengan air mata yang terus mengalir.


Kendra pun kemudian segera bangun untuk memastikan ucapan sang mommy.


''M..as...'' lirih Nisa lagi.


''Sayang...Ayo bangun sayang...anak-anak menunggu kamu...menunggu bundanya...mereka ingin di pangku, di peluk, di gendong serta di susui oleh bundanya...ayo buka matamu sayang.'' kata Kendra.


Perlahan namun pasti kelopak mata itu lama-lama bergerak dan terbuka...

__ADS_1


__ADS_2