Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 150


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Mom, sebenarnya ada apa sih?'' tanya Kirana saat mereka semua sudah berada di ruang keluarga. ''Mommy itu bikin penasaran aja dari tadi.'' ujarnya. ''Daddy pasti tau nih.'' kata Kirana lagi dan mengalihkan pandangannya ke pada sang ayah.


''Daddy juga gak tau sama kayak kalian.'' sanggah Kevin.


''Khem...jadi gini.'' kata Sifa mulai buka suara. '' Tapi kalian jangan berisik dan dengarkan baik-baik...karena takkan ada siaran ulang.'' titahnya dan semuanya mengangguk. ''Mommy punya kabar bahagia untuk kita semua...'' kata Sifa dengan wajah ceria dan senyum yang tak sedikitpun luntur dari bibirnya.


''Aduh udah deh mom cepet bilang.'' kata Kenan yang memutar matanya jengah.


''Oke-oke...huh...kita akan kedatangan tamu kecil di rumah ini.'' kata Sifa. ''Menantu mommy sedang mengandung saat ini!'' serunya.


''Hah...'' beo Kendra yang masih kaget dengan berita yang di sampaikan oleh sang mommy sedangkan daddy, oma, opa serta adik-adiknya sudah mengerubungi Nisa dan memberinya ucapan selamat.


''Selamat ya kak...kamu sebentar lagi akan jadi ayah.'' ucap sang daddy sambil menepuk pundak Kendra yang membuatnya tersadar dari keterkejutannya. ''Jaga baik-baik istri serta calon anakmu.'' sambungnya lagi.


''Ja...jadi beneran istri aku hamil dad? ini bukan mimpi atau halusinasi aku ajakan?'' tanyanya lagi.


''Bukan sayang...ini nyata.'' sahut sang mommy yang membuat Kendra langsung mendekat ke arah sang istri yang saat ini sedang duduk di apit oleh adik perempuannya beserta sang oma.

__ADS_1


''Sa...sayang...kamu beneran hamil?'' tanya Kendra lagi untuk memastikan sambil memegang kedua pundak sang istri dari depan.


''Iya mas.'' jawab Nisa.


Kendra langsung duduk bersimpuh di hadapan Nisa. Disejajarkan wajahnya tepat di depan perut sang istri yang masih datar.


Dengan tangan bergetar...pelan namun pasti Kendra mengulurkan tangan kanannya di perut Nisa, lalu di elusnya pelan dengan penuh kasih sayang.


''Anak ayah...'' lirihnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. ''Akhirnya kamu hadir juga nak...ayah sangat menantikan kehadiranmu.'' sambungnya. ''Baik-baik di dalam perut bunda ya nak...'' ucapnya lagi.


Kemudian Kendra mengecup berkali-kali perut Nisa dengan air mata uang sudah menetes di pipinya...karena dirinya sudah tidak dapat membendungnya lagi.


Batu setelah puas dirinya beralih memeluk sang istri.


Tak lupa pula dia menghujani ciuman keseluruhan wajah Nisa tanpa ada sedikitpun yang terlewat.


Semuanya menyaksikan hal itu membuat mereka bahagia juga haru sampai ikut menitikan air mata melihat bagaimana Kendra mengekspresikan kebahagiannya atas kabar ini.


''Kamu gak boleh kecapekan dan apapun yang kamu inginkan kamu harus ngomong sama aku.'' perintah Kendra dan di angguki oleh Nisa.

__ADS_1


''Sama kami juga, kamu jangan segan-segan kalau memang menginginkan sesuatu.'' sambung Sifa.


''Bener tuh kakak ipar...apapun yang terbaik pokonya untuk ponakan aunty.'' timpal Kirana.


''Kok kamu hamil biasa aja sayang? gak mual-mual atau apalah itu.'' tanya Kendra.


''Kehamilan orang itu beda-beda kak dan ini normal.'' jawab Sifa mewakili.


''O iya sudah berapa minggu?'' tanya mama Iren.


''Baru empat minggu ma.'' jawab Sifa. ''Foto USGnya sayang...'' kata Sifa pada Nisa.


Nisa pun mengeluarkan satu amplop putih dari kantungnya yang berisi surat keterangan hamil dan foto USG.


''Yang titik kecil itu janinnya.'' terang Sifa.


''Anak aku dad.'' kata Kendra sambil membawa foto USG kepada sang daddy.


''Cucu daddy.'' kata Kevin tak mau kalah.

__ADS_1


''Kak, apa gak sebaiknya kalian tinggal di sini lagi?'' tanya Sifa. ''Bukan apa-apa kak, tapi paling enggak selama kamu kerja ada yang mengawasi serta menjaga Nisa.'' sambungnya.


''Nanti kita berdua omongin dulu mom.'' jawab Kendra yang tak mau egois karena membuat keputusan sepihak.


__ADS_2