Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 52


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Bu' Nisa...'' panggil seseorang yang melihat kehadiran Nisa di sana.


Sontak saja Nisa langsung mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara, begitu pula dengan Kendra.


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Gak nyangka ya bisa ketemu bu' Nisa di sini.'' katanya setelah mengucapkan salam.


''I...iya pak.'' sahut Nisa yang juga tak menyangka bisa ketemu dengan seseorang yang kenal dengannya di restoran tersebut.


''Bu' Nisa juga ijin gak masuk ya hari ini?'' tanyanya sedikit penasaran.


''Benar pak.'' jawab Nisa.


''Saya juga bu' gak berangkat hari ini karena ada keperluan.'' katanya memberi tahu tanpa di tanya. ''Emmm ngomong-ngomong bu' Nisa lagi makan ya?'' tanyanya. ''Boleh dong gabung?'' tanyanya lagi.


''Ekhem.'' Kendra sengaja berdehem karena sepertinya orang yang baru saja menghampiri mejanya itu tak menghiraukan kehadiran dirinya di sana.


''Eh maaf ya mas...'' katanya merasa tak enak. ''Kalau gak salah masnya yang jemput bu' Nisa kemarin ya?'' tanyanya.


''Hem.'' sahut Kendra dengan malas.


''Perkenalkan mas...saya rekan bu' Nisa mengajar.'' katanya lagi sambil menjulurkan tangannya.

__ADS_1


''Bagas.'' perkenalnya setelah tangannya itu dijabat oleh Kendra.


''Kendra.'' sahut Kendra yang terkesan datar.


''Mas ini temannya bu' Nisa ya...?'' tanyanya lagi yang cenderung ingin tahu.


''Kak Kendra...kak Nisa.'' seru seseorang sebelum Kendra ataupun Nisa menjawab pertanyaan dari Bagas.


''Sudah dari tadi kak?'' tanya Kenan yang menghampiri mereka bertiga...dan jangan lupa di sana juga ada Vira.


''Belum.'' jawab Kendra.


''Sudah makan kak?'' tanya Kenan lagi.


''Sudah baru saja.'' jawab Kendra sambil melirik ke arah kerja dengan mata tajamnya.


''Iya, ini juga baru balik dari bandara terus kesini karena laper...kebetulan sudah jam makan siang juga.'' jawab Nisa.


''Katanya ada kerjaan penting sampai gak bisa anter mama?'' tanya Kendra yang merasa adiknya itu ikut bersekongkol dengan mama juga mommynya.


''Eh iya kak...aku ada kerjaan penting dan ini juga kesini lagi mau cek langsung resto yang di sini sambil cek laporan dan mau makan siang juga sih sekalian.'' jawab Kenan meyakinkan sang kakak. ''Siapa kak?'' tanya Kenan yang melihat keberadaan Bagas di sana.


''Saya Bagas...rekan ibu Nisa di sekolah.'' perkenalnya yang merasa bahwa dirinyalah yang di pertanyakan.


''Oh saya Kenan...calon adik iparnya kak Nisa...adiknya kak Kendra.'' jawab Kenan yang sebenarnya sejak beberapa menit yang lalu dia sudah memperhatikan interaksi Nisa, Kendra serta Bagas, jadi dia ingin pria itu mengetahui status Nisa saat ini.


Sebagai sesama pria... Kenan cukup paham hanya dengan memperhatikan tatapan mata dari Bagas saat melihat Nisa saja sudah menyiratkan rasa suka.

__ADS_1


''Maksudnya?'' tanya Bagas yang serasa linglung. ''A...adik ipar gimana ya?'' tanyanya lagi.


''Loh anda belum tau ya kalau kak Nisa inikan tunangan kak saya...pria yang ada di samping anda itu.'' jawab Kenan.


''Apa benar bu'?'' tanyanya pada Nisa karena ingin memastikan.


''Iya benar pak.'' jawab Nisa.


''Oh kalau gitu saya permisi dulu bu', ehm saya masih ada janji ketemu sama orang.'' pamitnya dengan berlagak melihat jam yang ada di pergelangan tangannya agar seolah-olah dirinya memang sudah di tunggu orang pada jam segitu.


''Iya silahkan.'' kata Nisa.


*****


''Jangan cuek-cuek kak...nanti kalau do ambil pria lain nyesel loh.'' bisik Kenan yang duduk di sebelah Kendra.


Sontak saja karena ucapannya itu Kenan langsung mendapatkan tatapan tajam dari mata elang Kendra.


''Wow slow kak...slow...santai...cuma bercanda.'' kata Kenan kemudian yang merasa takut juga dengan tatapan sang pewaris utama keluarga Wijaya tersebut.


''Habis ini mau kemana lagi kak?'' tanya Vira.


''Pulang.'' jawab Nisa.


''Jalan dulu yuk kak...ngedate berempat gitu..'' kata Vira lagi.


Perkataan Vira membuat Nisa menatap Kendra dengan penuh harap.

__ADS_1


''Aku gak bisa, ada kerjaan di kantor.'' jawab Kendra, hilang sudah harapan Nisa untuk sesekali pergi berkencan dengan Kendra, tak munafik...ada raut wajah kecewa pada Nisa tapi beberapa menit kemudian dia sudah mengembalikan raut mukanya seperti semula.


__ADS_2