
❤️ Happy Reading ❤️
''Vira, yang lainnya mana?'' tanya Kendra dengan tak sabaran.
''Kak...kak Nisa se...dang di...tangani dokter kak.'' jawab Vira dengan terisak.
Deg
Serasa jantung Kendra berhenti berdetak...tubuhnya pun langsung lemas seketika sehingga membuatnya lumbung dan bisa saja terjatuh kalau tak di tangkap oleh Reyhan yang berbeda tepat di belakangnya.
''Ken.'' lirih daddy Kevin menghampiri sang putra sambil memegang lengan Kendra.
Hingga beberapa detik Kendra sama sekali tak merespon sehingga lengannya harus di guncang beberapa kali oleh sang daddy.
''Dad.'' lirih Kendra yang langsung mendapatkan pelukan dari sang daddy.
Luruh sudah air mata Kendra...air mata sang tuan muda yang hanya keluar jika ada hal yang menyangkut dengan orang-orang terkasihnya saja.
Tuan muda yang tegas dan berwibawa kini kelihatan rapuh mendengar bahwa orang yang berada di dalam sana adalah istrinya, ibu dari anak-anaknya, dunianya, belahan jiwanya, hidupnya.
''Tenangkan dirimu Ken.'' kata sang daddy. ''Lita belum tau bagaimana keadaan Nisa yang sebenarnya.'' sambungnya lagi.
__ADS_1
Pengalaman Nisa yang melahirkan twins karena sebuah insiden sehingga menyebabkan sang istri koma, sungguh membuat trauma tersendiri untuk Kendra.
Ketakutan serta kekhawatiran akan kehilangan Nisa semakin besar pula yang dia rasakan.
''Sus, apa kita boleh masuk?'' tanya Kevin pada salah seorang perawat yang baru saja keluar dari ruang tindakan.
''Silahkan tuan besar.'' jawab sang perawat.
Kendra dan yang lainnya langsung bergegas masuk mencari keberadaan Nisa yang memang di letakkan di ruangan tersendiri yang berbeda dari yang pasien lainnya...maklum namanya juga menantu dari yang punya rumah sakit.
''Mom.'' seru Kendra saat melihat sang mommy berdiri di samping bad rumah sakit sedangkan di seberang bad nampak ada beberapa paramedis yang sedang bekerja.
Mommy yang di merasa di panggil pun refleks langsung menoleh ke sumber suara.
''Sayang.'' lirih Kendra mendekat.
''Mas.'' lirih Nisa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Betapa kagetnya Kendra karena terlihat di sana kaki dan tangan Nisa masih banyak mengeluarkan banyak darah, keningnya pun terlihat sudah di tempel dengan kain kasa dan di plester akibat memar.
Saat sang dokter membersihkan luka-lukanya, Nisa hanya biasa saja...karena akibat luka yang terlalu dalam sehingga tak terasa sakitnya.
__ADS_1
''Tahan sedikit ya nyonya...mungkin ini akan terasa sedikit sakit karena kami akan melakukan penyuntikan untuk pembiusan.'' ucap salah seorang sang dokter memberi tahu agar nanti Nisa tidak kaget atau terkejut saat di suntik.
Tangan Nisa yang tak terluka pun mulai menggenggam tangan Kendra.
''Auww...'' desis Nisa saat jarum suntik mulai menancap apalagi di kaki di lakukan dua pembiusan di luar dan di dalam daging karena luka yang robek terlalu dalam bahan sampai tulang kaki Nisa pun kelihatan.
Setelah itu penjahitan pun mulai di lakukan di dalam kemudian di luar.
Walaupun sudah di suntik bius nyatanya Nisa tetap saja meringis dan meneteskan air mata...karena masih saja ada rasa yang terasa di sana.
Begitu selesai, kaki Nisa pun di perban bahkan di tambah papan penyangga di kanan dan kirinya.
Selepas itu dokter langsung beralih ke tangan Nisa yang sedari tadi masih mengeluarkan darah.
Tangan Nisa pun tak luput dari benang jahit bahkan rasanya pun tak kalah sakit.
''Karena lukanya terlalu dalam jadi kami terpaksa memasang penyangga di kaki, tapi nanti kalau hasil rontgen atau radiologi baik-baik saja...akan kami lepas kembali.'' kata sang dokter. ''Kami permisi tuan...nyonya...kalau ada apa-apa silahkan panggil kami kembali.'' pamitnya.
''Baik dok, terimakasih.'' ucap mommy Sifa.
Kendra langsung menangis dan menciumi wajah sang istri.
__ADS_1
''Ini terakhir kalinya...'' ucap Kendra. ''Jangan buat aku khawatir sayang.'' ucapnya lagi.