
❤️ Happy Reading ❤️
''Eugh...'' lenguh Nisa sambil memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing.
''Sayang...'' panggil Kendra yang menghampiri sang istri, tapi sebelumnya sudah di hapusnya air mata yang menetes di pipinya.
''Mas...'' lirih Nisa. ''Aku kenapa?'' tanya bingung.
Karena seingatnya tadi dirinya berada di ruang ganti, di tambah lagi saat ini di sana juga ada kedua mertuanya.
''Tafi kamu pingsan di ruang ganti.'' jawab Kendra.
''Pingsan?'' ulang Nisa dan di angguki oleh Kendra.
''Mommy sama daddy keluar dulu.'' pamit mommy Sifa.
''Terimakasih mom.'' ucap Kendra. ''Sayang, kamu sekarang istrirahat dulu sambil menunggu sarapan kita yang sebentar lagi akan di antarkan ke sini.'' kata Kendra pada Nisa.
*****
''Bagaimana? apa kamu sudah merasa baikan?'' tanya Kendra saat mereka berdua sudah selesai sarapan.
''Iya sudah lebih baik.'' jawab Nisa.
''Kalau gitu ayo sekarang kita pergi.'' ajak Kendra yang membuat Nisa bingung.
''Pergi? pergi kemana?'' tanya Nisa.
__ADS_1
''Kita akan ke rumah sakit.'' jawab Kendra.
''Kerumah sakit? maksudnya? untuk apa mas?'' tanya Nisa beruntun sambil menatap sang suami.
''Ada sesuatu yang harus kita pastikan.'' jawab Kendra.
''Pastikan apa?'' tanya Nisa lagi.
''Sudah ayo ikut saja...nanti kamu juga tau.'' jawab Kendra.
Kendra menuntun sang istri keluar dan berpamitan dengan kedua orangtuanya untuk pergi ke rumah sakit kelurga Wijaya yang saat ini di kelola oleh Kirana.
Tak ada pembicaraan apa pun di dalam mobil selama mereka di perjalanan menuju ke rumah sakit.
Semua bergelut dengan pikiran mereka sendiri-sendiri.
Sedangkan Kendra masih bingung dengan apa yang di rasakannya saat ini.
Ingin marah pada sang istri...namun ini juga ada andil dirinya yang selalu menanamkan benihnya di sana.
*****
Perjalanan yang hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah jam terasa lama karena hanya ada keheningan yang tercipta.
''Ayo turun.'' ajak Kendra ketika mereka sudah sampai.
''Iya.'' jawab Nisa seadanya.
__ADS_1
Sebelumnya Kendra sudah meminta mommy Sifa untuk menghubungi dokter terkait tentang kedatangannya ke sana.
''Loh kok ke...?'' tanya Nisa dengan bingung sambil menunjuk kearah ruangan yang ada di depannya saat ini.
''Ayo masuk.'' ajak Kendra yang kemudian melenggang masuk ke ruangan.
''Selamat siang tuan dan nyonya muda Wijaya.'' sapa dokter obgyn saat Kendra dan Nisa masuk kedalam ruangannya.
''Selamat siang dok.'' kata Nisa.
''Silahkan duduk.'' kata sang dokter. ''Jadi bagaimana tuan...nyonya...ada yang bisa saya bantu?'' tanyanya dengan sangat sopan dan ramah.
''Langsung ke intinya saja.'' kata Kendra. ''Saya ingin memeriksakan istri saya...apa dia benar-benar hamil.'' imbuhnya yang membuat Nisa cukup tercengang dengan kata Kendra yang terakhir.
''Baik, mari nyonya bisa tolong tampung air seni anda di sini dan masukan alat ini kedalamnya.'' kata sang dokter sambil menyerahkan satu wadah yang seperti gelas juga satu alat tes kehamilan.
Setelah beberapa saat Nisa keluar dari kamar mandi dan langsung menyerahkan alat tersebut pada sang dokter.
''Menurut alat ini nyonya muda positif mengandung tapi untuk lebih jelasnya mari kita akan melakukan USG untuk memastikan usia kehamilan serta kondisi janinnya saat ini.'' tutur dokter.
Perkataan sang dokter langsung membuat Kendra berpikir...kenapa tak terlintas sama sekali pada otaknya...bahwa sebulan ini dirinya tak ada absen untuk mengungkung sang istri.
''Tapi saya ber-KB dok.'' kata Nisa saat dirinya sudah duduk kembali di depan sang dokter setelah USG selesai.
''Kalau boleh saya tau...KB apa nyonya?'' tanya sang dokter.
''KB pil dan saya tak pernah lupa atau absen meminum pil saya tepat waktu.'' jawab Nisa.
__ADS_1