Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 41


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Kevin langsung berlari mengejar sang istri yang sudah terlebih dahulu masuk ke kamar mereka.


Cklek


''Sayang...'' panggil Kevin dengan lembut saat melihat posisi sang istri yang saat ini duduk membelakangi arah dia datang.


''Mas...'' sahut Sifa langsung berbalik dan memeluk erat tubuh sang sang suami. ''Aku cuma ingin dia bahagia dan mendapatkan sosok pendamping yang tepat.'' lirihnya. ''Apa yang aku inginkan salah? apa yang aku lakuin salah?'' tanyanya secara bertubi-tubi.


''Enggak kamu enggak salah sayang, wajar jika seorang ibu menginginkan kebahagian serta hal yang terbaik untuk anak-anaknya.'' sahut Kevin. ''Aku pun sama. ''sambungnya lagi. ''Menangislah sayang bila itu bisa meluapkan apa yang kamu rasakan.'' kata Kevin lagi sehingga Sifa langsung saja menangis secara tersedu-sedu menumpahkan segala sesak yang ada di dadanya.


Kevin hanya bisa diam sambil memeluk dan sesekali mengelus punggung sang istri sambil mendengarkan segala unek-unek dan tangisan istri tercintanya.


''Sudah lebih tenang?'' tanya Kevin saat hanya terdengar sesekali isakan kecil dari Sifa setelah beberapa waktu menangis.


''He'em.'' jawab Sifa.


''Baiklah sekarang lebih baik mommy bersiap.'' kata Kevin. ''Apapun yang akan terjadi nanti...seorang nyonya Sifa Kevin Wijaya tak boleh terlihat lemah dan harus kelihatan cantik.'' ujarnya. ''Aku keluar sebentar.'' pamit Kevin dan di angguki oleh Sifa.


Kevin berjalan keluar kamar dan menuju ke kamar sang putra, Kevin rasa dirinya perlu bicara dengan Kendra...berdua.


Sedangkan di bawah semua anggota keluarga sedang harap-harap cemas sambil menyambut tamu yang sudah mulai berdatangan begitu pula dengan Nisa dan para anak-anak panti.


*****


Tok...Tok...

__ADS_1


''Ken, ini daddy.'' kata Kevin begitu mengetuk pintu kamar Kendra.


Cklek


Kendra segera membuka pintu kamarnya begitu tau siapa yang ada di sana.


''Boleh daddy masuk?'' tanya Kevin.


''Iya dad.'' jawab Kendra dan mempersilahkan daddynya.


''Hah.'' desah Kevin. ''Kamu ini kenapa Ken?'' tanya Kevin yang sudah duduk di sofa yang ada di pojok kamar Kendra dengan mata yang menatap pada sang putra yang sedang berdiri tak jauh darinya.


''Maksud daddy?'' tanya balik Kendra.


''Kenapa akhir-akhir ini kamu itu seneng banget bikin mommy kamu marah?'' tanyanya.


''Bukannya kamu bilang kalau mau menerima perjodohan ini sebelum kita tentukan hari pertunangan kalian...'' potong Kevin. ''Terus ini apa Ken?'' tanya Kevin lagi.


''Kendra minta maaf dad...Kendra akui Kendra salah.'' ucap Kendra.


''Bukan kata maaf yang ingin daddy dengar dari kamu Ken, tapi daddy ingin dengar jawaban kamu tentang apa yang daddy tanyakan.'' sanggah Kevin dan Kendra hanya diam saja. ''Apa kamu masih memikirkan wanita itu?'' celetuk Kevin tiba-tiba dan Kendra masih diam membisu. ''Baiklah kamu diam berarti daddy simpulkan bahwa yang daddy katakan benar adanya.'' kata Kevin kemudian dan bangkit dari duduknya untuk pergi ke luar dari kamar Kendra.


''Kendra akan bertunangan dengan Nisa malam ini sesuai dengan keinginan mommy.'' kata Kendra yang membuat Kevin menghentikan langkahnya yang sudah hampir di ambang pintu dan berbalik menatap Kendra.


''Ken, kamu gak tau seberapa sakit yang pernah mommy dan daddy rasakan akibat sebuah penghianatan.'' kata Kevin. ''Jadi kami tau bagaimana rasa sakitnya...tapi kami berusaha untuk berdamai dengan keadaan.'' sambungnya lagi. ''Mommy, dikhianati oleh kekasihnya yang dahulu dan kejadiannya sama persis dengan yang kamu alami, tapi bedanya dan yang lebih membuat sakit...kekasih mommy kamu berselingkuh dengan sepupu mommy sendiri.'' kata Kevin mulai bercerita. ''Dan daddy...daddy di khianati oleh mama kamu sejak kami mulai menikah...dan bodohnya daddy baru tau saat usaha daddy di ambang kebangkrutan karena dia lebih memilih meninggalkan daddy dan kamu yang masih bayi demi pergi dengan kekasihnya.'' lanjut Kevin. ''Bukannya daddy mau membuka luka lama...tapi daddy cuma ingin kamu tau bahwa bukan hanya kamu yang pernah di khianati dan kami ingin kamu bisa move on...buktikan kalau dia saja bisa bahagia kenapa kamu enggak...wanita itu tak sama Ken.'' imbuhnya. '' Daddy ke mommy dulu.'' pamit Kevin.


''Iya dad.'' jawab Kendra.

__ADS_1


''Satu lagi Ken, tolong jangan kecewakan lagi mommymu.'' kata Kevin sebelum benar-benar pergi meninggalkan kamar Kendra.


*****


Cklek


''Ayo turun sayang.'' ajak Kevin. ''Di bawah sudah mulai rame.'' sambungnya lagi saat melihat sang istri masih duduk di depan meja riasnya.


''Huft...baiklah ayo.'' kata Sifa setelah menghela nafasnya.


''Eith...tunggu...tunggu...'' kata Kevin melihat ada yang di bawa di tangan Sifa. ''Ini untuk apa?'' tanyanya sambil mengangkat tangan sang istri.


''Kaca mata.'' jawab Sifa.


''Iya aku tau ini kaca mata, tapi untuk apa kamu bawa?'' tanya Kevin lagi karena sang istri hanya memakai kacamata saat sedang berhadapan dengan layar monitor laptop saja sama seperti dirinya.


''Ya mau di pakek lah.'' jawab Sifa dengan enteng. ''Apa kamu gak lihat kalau mata aku sedikit bengkak mas?'' tanyanya. ''Aku gak mau Nisa dan para sahabat kita tau apa yang terjadi.'' sambungnya lagi.


''Oke, baiklah ayo kita kebawah nyonya Kevin Wijaya.'' kata Kevin sambil mengulurkan tangannya untuk di raih Sifa.


Bersama dengan Sifa dan Kevin yang keluar kamar, Kendra pun juga keluar kamar.


''Mom.'' panggil Kendra namun Sifa tetap acuh enggan untuk menanggapi. ''Emmm mom...Kendra bener-bener minta maaf.'' ucap Kendra kemudian.


''Iya.'' sahut Sifa dengan singkat yang membuat Kendra menghela nafasnya dalam.


''Sudah-sudah ayo sekarang kita turun.'' ajak Kevin dan alhasil mereka turun bertiga dengan Sifa yang berada di tengah-tengah dua laki-laki tampan yang berbeda usia.

__ADS_1


Segala kekhawatiran dan kecemasan seluruh anggota keluarga seakan sirna begitu melihat kehadiran mereka bertiga.


__ADS_2