
❤️ Happy Reading ❤️
''Ini terakhir kalinya...'' ucap Kendra. ''Jangan buat aku khawatir lagi sayang.'' ucapnya lagi.
''Maafkan aku mas...'' lirih Kendra.
''Shutt kamu gak perlu minta maaf...ini adalah sebuah musibah.'' sahut Kendra. ''Tapi lain kali aku mohon lebih berhati-hatilah.'' sambungnya lagi. ''Kamu tau...aku langsung lemas...jantungku seakan berdetak saat tau kamu kecelakaan.'' imbuhnya lagi.
''Maaf tuan, kami akan membawa nyonya muda untuk ke ruang radiologi.'' kata perawatan yang menghampiri mereka.
''Hem baiklah.'' jawab Kendra. ''Apa saya bisa ikut?'' tanyanya lagi.
''Tentu saja namun hanya di perbolehkan satu orang yang ikut masuk bersama pasien ke ruang radiologi.'' jawab sang perawat lagi dengan sangat sopan.
''Baiklah.'' sahut Kendra.
Tangan Kendra selalu setia memegangi tanganmu sayang tak terluka saat di perjalanan menuju ke ruang radiologi.
''Semuanya akan baik-baik saja sayang.'' ucap Kendra saat mereka telah sampai dan memasuki ruang.
Pertama kali yang di periksa adalah kaki Nisa, baru setelah itu adalah bagian tangannya.
*****
__ADS_1
Pemeriksaan selesai, mereka pun kembali ke tempat semua dimana suruh keluarga masih berkumpul di sana.
''Anak-anak bagaimana mas?'' tanya Nisa.
''Kamu tenang saja dan gak usah khawatir tentang anak-anak, mereka baik-baik saja bersama pengasuh serta oma Iren dan opa Adi di rumah.'' jawab Kendra.
''Mom.'' panggil Nisa.
''Iya sayang.'' sahut mommy Sifa.
''Bagaimana keadaan tukang ojek online tadi?'' tanyanya.
''Dia gak ada luka serius kok kak.'' sahut Kirana. ''Saat ini dia juga sedang istirahat untuk memulihkan dari rasa syok'nya tadi.'' sambung Kirana.
''Kamu ini masih saja memikirkan keadaan orang lain.'' kata Kendra.
''Tapi gara-gara dia, kamu...'' kata Kendra
''Aku yakin dia juga tidak sengaja mas, ini adalah sebuah musibah yang bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja di mana pun tempatnya.'' potong Nisa. ''Jadi tolong jangan perpanjang masalah ini, kasihan dia.'' sambung Nisa lagi.
''Entah terbuat dari apa hati dan perasaan kamu sayang.'' ucap Kendra. ''Dan aku adalah orang yang paling beruntung serta paling bersyukur mendapatkan dirimu.'' imbuhnya. ''Ra, kamu dan Rayhan tolong urus orang itu dan berikan sejumlah uang untuk menyervis motornya.'' titah Kendra.
''Baik kak.'' jawab Kinara.
__ADS_1
''Selamat sore.'' sapa salah satu dokter yang baru saja datang menghampiri keluarga Wijaya dengan tangan yang memegang amplop coklat besar berisikan hasil rontgen.
''Sore dok.'' sahut mereka.
''Saya mau menyampaikan hasil dari pemeriksaan tadi.'' kata sang dokter. ''Menurut hasil rontgen tulang kaki dan tangan nyonya baik-baik saja dan tak perlu ada yang di khawatirkan.'' terangnya.
''Apa saya sudah boleh pulang dok?'' tanya Nisa.
''Iya nyonya muda.'' jawab sang dokter. ''Tapi setiap dua hari sekali nyonya harus datang untuk kontrol sekaligus mengganti perban.'' kata sang dokter.
''Tapi sayang...'' kata Kendra.
''Aku gak apa-apa...aku bisa rawat jalan lagian aku juga sudah kangen sama anak-anak.'' potong Nisa.
''Kalau begitu aku akan minta perawat sama dokter untuk merawatmu di rumah, jadi kamu gak perlu bolak-balik kontrol kerumah sakit.'' putus Kendra.
''Terserah kamu saja, yang penting aku bisa pulang.'' kata Nisa.
*****
Hai maafkan aku semua...aku hanya bisa up satu bab dan kemarin juga maaf gak bisa up, karena lagi dan lagi terkendala dengan keadaan aku pasca kecelakaan.
Kemarin aku harus kontrol rutin setiap dua hari sekali dan kemarin adalah hari dimana semua benang di luka kaki dan tanganku di buka...itu sakit banget sampek aku nangis kejer(cengeng ya😭), dan rasanya kebawa sampai tadi dan di tambah lagi sore tadi perban semua harus di buka...Hem rasanya nano-nano...nyeri...ngilu jadi satu sampek pengen nangis juga.
__ADS_1
Kalau jahitan di tangan karena di jahit rapat sampai sepuluh jahitan jadi tak ada luka yang terbuka, sedangkan yang di kaki karena terlalu dalam dan lebar seperti luka di kaki Nisa... begitulah luka kaki ku😀 jadi di jahit luar dalam tapi jahitan yang di luar itu jarang-jarang hanya delapan jahitan dan kakiku bengkak jadi ada luka yang kebuka...rasanya panas plus nyeri, bahkan tadi di pakai jalan pakai tongkat pun ada yang berdarah...alhasil gak konsen bikin cerita.
Sekali lagi maaf dan mohon di maklumi... terimakasih 🙏