Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 128


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Tapi mom...'' kata Nisa.


''Mommymu ini juga hanya orang bisa dari kalangan menengah, bukan dari kalangan atas.'' kata Sifa. '' Mommy seorang dokter yang kuliah sampai bisa ke tahap spesialis karena dari hasil beasiswa, orangtua mommy tenaga pengajar sepertimu sedangkan kakak dan kakak ipar mommy juga seorang dosen.'' ceritanya. ''Jadi mommy pernah mengalami hal yang sama sepertimu, dan ada Oma Iren yang meyakinkan mommy kalau mommy bisa.'' lanjutnya. ''Tapi kamu masih lebih beruntung dari pada mommy...'' imbuhnya.


''Maksudnya mom?'' tanya Nisa yang gak ngerti dengan ucapan sang mertua.


''Kamu masih ada mommy yang bisa membimbingmu sampai beberapa waktu kedepan, lah kalau mommy begitu di perkenalan cuma di temani Oma dua kali setelah itu dilepas soalnya Oma lebih memilih menjaga suami kamu.'' jawabnya. ''Sudah yuk turun, kita sudah sampai.'' ajak Sifa yang memang mobil telah berhenti di sebuah pelataran parkir restoran keluarga Wijaya.


Begitu masuk, semua karyawan menyapa Sifa dengan sangat hormat.


''Ini salah satu restoran milik keluarga kita.'' kata Sifa yang seolah mengerti kebingungan sang menantu.


''Oh ya ampun...sebenarnya seberapa kaya keluarga baruku ini...keluarga suamiku.'' gumamnya dalam hati.


Mereka berdua terus berjalan hingga sampai di sebuah ruangan VIP dimana pertemuan itu dilakukan.

__ADS_1


''Assalamualaikum...selamat siang semua.'' sapa Sifa.


''Wa'alaikumsalam...selamat siang.'' sahut semuanya.


''Langsung saja, pada pertemuan kali ini saya membawa menantu keluarga Wijaya yaitu istri dari Kendra Wijaya untuk hadir serta ikut serta berperan dalam organisasi kita.'' kata Sifa. ''Kenapa saya mengajaknya?'' tanya Sifa. ''Tentu saja karena dia yang akan menggantikan posisi saya nantinya karena Kendra yang akan naik posisi memegang perusahaan setelah daddynya pensiun.'' lanjutnya lagi.


Setelah acara perkenalan dan kata pembuka selesai...mereka semua langsung berdiskusi tentang apa saja program serta rencana-rencana sosial dari yayasan.


Dan ternyata kelompok ini membahas tentang acara sosial, amal dan kegiatan sosial lainnya.


Kesan pertama mereka pada Nisa cukup baik...mereka begitu terbuka menerima Nisa...entah itu benar-benar dari diri mereka atau hanya sekedar kamuflase mengingat bisa calon ketua yayasan selanjutnya setelah Kendra resmi menggantikan tahta kekuasaan sang daddy.


Dan Kendra memanglah yang berhak mengingat dirinya adalah anak sulung juga begitu berkompeten, lagi pula Kenan dan Kirana juga sudah mendapatkan hak mereka sendiri-sendiri.


Kenan yang mengurus restoran milik keluarga Wijaya sedangkan Kirana yang menggantikan sang mommy mengurus rumah sakit.


''Assalamualaikum.''

__ADS_1


''Wa'alaikumsalam.''


''Tuan Kendra.'' sapa para ibu-ibu satu yayasan dengan Sifa dan Nisa.


''Kamu kesini nak?'' tanya Sifa yang sedikit heran karena tumben-tumbenan putra sulungnya itu mau datang menghampiri acara yayasan, karena untuk menjemput sang mommy saja saat acara seperti ini...Sifa harus kerja keras membujuknya.


''Kan istri aku disini mom.'' jawab Kendra dengan santainya. ''Sudah selesai belum sayang?'' tanyanya ketika menghampiri sang istri lalu mencium kening Nisa sekilas setelah sang istri menyalaminya dengan takzim.


Para ibu-ibu berbisik-bisik mengenai bagaimana cintanya sang putra pewaris keluarga Wijaya pada istrinya.


''Sudah sayang.'' jawab Sifa begitu melihat sang menantu melihat kearahnya.


''Kalau gitu aku ajak Nisa pulang duluan ya mom.'' kata Kendra. ''Mommy mau bareng atau...?'' tanya Kendra.


''Kalian duluan saja, mommy nanti pulang sama supir.'' jawab Sifa.


''Ayo sayang.'' ajak Kendra lalu meraih tangan sang istri untuk di gandengnya.

__ADS_1


Mereka berdua melangkah pergi setelah berpamitan dengan yang lainnya, tentu saja hal itu menjadi pemandangan yang luar biasa untuk para ibu-ibu istri dari para jajaran direksi Wijaya grup, karena pasalnya yang mereka tau kalau tuan muda Wijaya adalah orang yang sangat dingin tapi ini apa...mereka melihat tuan Wijaya begitu hangat pada istrinya, terlebih mereka bisa melihat langsung senyum menawan seorang Kendra Wijaya yang sangat-sangat manis dan bisa membuat meleleh semua kaum hawa yang melihatnya.


__ADS_2